"Ahhh Fakghh bangsat lubang lu enak banget anjingghh ahhh ~ " desah Athar karna kontol besarnya terjepit oleh lubang kenikmatan milik Naren.
"Shhh ahh sakitt thar" Rintihan Naren yang sedang kesakitan, dan disana terlihat matanya berlinang air mata karna tidak kuat terhadap besar dan panjang kontol 21cm milik Athar.
"Tahan sayang sebentar lagi mau keluarhh~" ucap Athar sebari menggoyangkan pinggul kekarnya dan mempercepat ritme agar air kenikmatannya segera keluar, lalu ia mengusap air mata Narendra yang menetes karna tidak kuasa menahan kontol yang sedang masuk keluar didalam lubang indahnya.
"Ahhghhgh ahh shh" Naren pun mengalungkan tangannya dan mencium bibir Athar melumat penuh nafsu dengan muka yang sudah tidak karuan tetapi indah dilihat, disana pemandangan terlihat begitu indah dua orang yang sedang bercumbu dengan penuh nafsu dan kasar.
Hingga Athar sudah mencapai klimaksnya "aahhh shh ahh fakkghh mhmhh gua mau keluarhh" lalu dia segera mencabut kontolnya keluar dari lubang kenikmagan sebari mengocok dan memberikan kontolnya tepat ke depan muka Naren yang sedang tidak karuan, Naren pun segera memberikan mukanya, membuka mulut indahnya, menjulurkan lidahnya seakan kehausan sperma milik Athar dan- "ahhh anjinghhh gua keluar mmhmh bagngshhathh ahhh" crot crot~
Akhirnya sperma milik Athar keluar dan langsung membasahi seluruh muka Narendra.
"kulumin sayanghh" ucap Athar yang masih menyimpan rasa sange
Narenpun menuruti kemauan Athar ia segera mengulum kontol milik Athar penuh kenikmatan dengan keadaan muka penuh sperma."mhmhh nghhh mhmhh"
- 3 hari yang lalu
"Ndra bangun, sekolah" ucap nene membangunkan Narendra, nene lebih suka memanggil Narendra (Ndra) meski Narendra kurang suka dipanggil Ndra tetapi buat nenenya Narendra hanya bisa mengalah.
"Iya neee ini Naren udah bangun koo mau siap siap mandi nee"
"Nene masakin telur dadar dulu ya nanti kamu bekel kesekolah biar ga jajan disekolah, maafin nene ya ndra biasanya seumuran kamu pada main jalan jalan belanja kesana kesini"
"Apaadeh nene jangan ngomong kaya gitu Naren udah bersyukur masih punya nene, hal yang paling Naren bahagia ya nene hehe" ucap naren sambil tersenyum.
"Makasi ya ndra udah mau ngertiin keadaan ekonomi nene"
"Sama sama neneee, makasi jugaa ya neee, udah ah Naren mau mandi duluuu lopyu neee" lalu naren pergi mandi dan bersiap siap berangkat sekolah tidak lupa membawa bekal masakan dari nenenya.
"Neee aku mau berangkat sekolah dulu yaaa" ucap Naren lalu memeluk nene.
"Hati hati dijalan kamu"
"iyaaa" lalu ia segera pergi kesekolah jalan kaki, untung saja jarak kesekolah SMA tidak jauh hanya beberapa kilo meter.
Setibanya dikelas Naren disambut dengan 3 orang brengsek yaitu Tio dengan dua temannya Vathir dan Adam.
"Woy bangsat mana tugas gua bukannya gua udah nyuruh lu ya buat ngumpulin ke pak taryo, gua sama temen gua hampir dihukum gara gara lo sat untung ada bapa gua dateng anjing" protesnya Tio kepada Naren sebari narik kerah naren.
"Gua udah kasih ke Silva, soalnya kata Silva mau sekalian ngasih ke ruang guru"
"Eh gua udah simpen ya ke meja Pak Taryo" balas Silva.
"Udah berisik lagian itu udah berlalu juga jangan digede gedein deh lo tio, bentar lagi guru masuk kalo sampe ketauan ribut dipanggil juga lu" celetuk Javriel.
"Ck, awas aja lu bangsat kalo ngulangin kesalahan yang sama" ancam tio sebari melepaskan kerah Naren dari genggamannya.
"Makanya jangan bego bego amat jadi orang" ucap Javriel kepada tio sebari muka geram.

KAMU SEDANG MEMBACA
Pembawa Luka [ BL ] 🔞
RomanceDi malam yang sunyi disinari sinar rembulan terdengar rintihan dan suara kenikmatan yang indah, tapi tiba tiba adegan itu terhenti dan salah satu dari mereka mengatakan "Lu mau ga jadi FWB gua?"