Setelah Athar mengantar Naren kerumahnya ia bukannya pulang kerumah melainkan masuk ke bar seperti biasa dengan memakai baju sma atasannya memakai outer, sekarang ia sedang mengenakan jaket branded miliknya, orang orang didalam bar tidak asing lagi dengan muka Athar karna Ayahnyalah pemilik bar tersebut yaitu bar Eternity.
Athar yang telah sampai kedepan bar segera memarkiran mobilnya dan masuk kedalam bar.
Sesampainya kedalam ruangan, seperti biasa Athar disambut dengan musik dj dan disana terlihat berbagai macam orang dengan dunianya masing masing tetapi dalam satu ruangan, ada yang sedang bercumbu mesra dalam bar, mabuk, menggoda dan hal hal yang biasa dilakukan dalam bar.
Athar yang melihat pemandangan tersebut dianggap hal lumrah olehnya bukan hal aneh lagi untuknya, Athar pun yang berjalan menuju bartender, setelah sampai ia duduk dan memesan sebuah minuman.
"Whiskey 1 gelas with ice" ucap Athar kepada bartender.
"Ok tunggu sebentar tuan"
Minuman milik Athar pun segera diambil dan dituangkan ke gelas milik Athar, setelah dituangkan ia meminum whiskey yang telah disiapkan.
Saat Athar menikmati whiskey miliknya, ada 3 orang datang ke meja bartender dan memesan 2 botol bir.
"Eh lu tharr sama siapa lu kesini?" ucap Adam.
3 orang itu Tio, vathir, Adam.
"Sendiri gua" balas Athar.
"Gabung aja sini sama kita biar pas ber 4" ajak Vathir.
"Gapapa sendiri aja gua" jawab Athar.
"Halah gausah malu malu thar lu, udah dibooking juga kursi sama si bos pindah tempat gas" ucap Adam kepada Athar.
"Dih bangsat kaya lu aja yang bayar seenaknya ngajakin tubocah" celetuk Tio.
"Gapapa lah yo nambah nambah temen juga lagian sekelas" Vathir membalas.
"Hadeh serah kalian berdua dah" Tio yang kesal pun mengambil minuman yang dipesannya dan langsung berjalan menuju meja yang telah dibooking.
Mereka pun segera pindah dari tempat tersebut, Athar yang menolak tetap ikut karna dipaksa keras oleh Adam yang sedari tadi kekeh untuk mengajak Athar agar ikut bersama mereka.
sesampainya dimeja yang telah dibooking oleh tio, Athar pun duduk disamping Adam dan Tio disamping Vathir.
"Duhh enak nih kayanya, tuangin dong lu thir" suruh Adam.
"Hadeh banyak omong lu dam rapetin dikit tu mulut" Vathir yang kesal karna disuruh oleh Adam yang sedari tadi mengoceh, segera menuangkan bir kedalam 4 gelas yang ada dimeja.
Mereka segera mengambil gelas masing masing yang telah diisi oleh bir.
"Cheers" ucap Adam.
"Cheers" yang lain pun ikut mengucapkan kalimat yang dikatakan oleh adam sebari mendekatkan gelas mereka berempat.
Tio pun membuka pembicaraan.
"Gua sebel bat ama si Javriel anjing bisa bisanya sok iya mulu depan gua, pen bales dendam gua anjing" ucap Tio.
"Lu bikin malu dia aja gimana bos" Saut Adam.
"Gua pikir udah cukup si lu jangan terlalu berlebihan lah dipikir kasian juga gua ama mereka, apalagi pas tadi dilor- eghghh" Vathir yang sedang mengatakan sebuah kalimat pun seketika dicekik oleh Tio karna Tio takut hal yang terjadi dilorong sekolah diketahui oleh Athar.
"Lu milih berhenti atau gua cekik lo ampe gabernyawa?" ucap tio datar sebari mencengkramkan kencang tangannya keleher milik Vathir.
"Satttt!!! udahh!" Adam pun panik ia pun segera memisahkan mereka berdua, Athar yang tidak peduli hanya terdiam dan menikmati minuman miliknya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Pembawa Luka [ BL ] 🔞
RomansaDi malam yang sunyi disinari sinar rembulan terdengar rintihan dan suara kenikmatan yang indah, tapi tiba tiba adegan itu terhenti dan salah satu dari mereka mengatakan "Lu mau ga jadi FWB gua?"