kenapa ya??

1K 160 19
                                        

Pagi hari sudah tiba kini Harris seperti biasa mendapatkan shift pagi, dirinya memegang kunci dan membuka pintu cafe tempat dia bekerja.

Setelahnya Harris berjalan masuk dan membalikan papan close menjadi open di depan pintu, selanjutnya sebuah celemek di pakaikan ke tubuhnya dan Harris merogoh saku celananya mengambil sebuah karet untuk menguncir rambutnya.

Selesai dengan dirinya Harris mengambil satu lap dan semprotan pembersih kotoran kemudian mulai membersihkan meja tempat pelanggan duduk dan kasir.

Sekarang Harris tinggal berjaga di bagian kasir sambil menunggu temannya sampai dan dirinya bisa langsung ke dapur, tak lama ada pemuda masuk ke dalam cafe dan memesan kopi serta beberapa cemilan, Harris yang sendirian sempat keteteran dengan pesanan, benar saja semakin siang semakin banyak orang datang yang membuatnya semakin bingung..

Selesai menerima pesanan kini Harris berjalan ke arah dapur untuk membuat kopi para pelanggan, tepat saat membuat kopi ada dua orang datang untuk memesan.

Benar benar waktu yang pas rekan Harris sampai dan langsung lari menuju meja kasir melayani dua orang tadi.

"RIS MAAF GUA KETIDURAN ANJIR"

begitulah teriak rekan Harris dari meja kasir Sementara Harris cuma geleng geleng kepala sambil nuangin kopi ke gelas.

Temannya memang ceroboh suka begadang tapi dia selalu ceria di manapun kecuali ada yang ganggu dia tidur..

Rekan Harris mengambil celemek serta nametag dan memakainya sebelum melayani pelanggan.

Setelah selesai dia melayani dua pelanggan yang dari tadi menunggu untuk di layani, dia menuliskan pesanan dua orang tadi tapi dia tidak menyadari penampilan rambutnya sedikit berantakan yang membuat satu orang pelanggan merapihkannya.

Namanya gin, dia sempat salfok sama rambut karyawan cafe tadi yang bikin dia gemes lagi si karyawan kaga sadar sadar jadi alhasil gin nyelipin rambut karyawan itu ke balakang telinganya.

"Profesional lagi ya, perhatian penampilan kamu sebelum ngelayanin"

"e-eh iya pak maaf!"

Gin cuma ketawa kecil doang terus nyelesain pesenan dia sama temennya terus jalan ke meja yang kosong.

"Cinlok ni"

"kaga lah"

"Kaga salah kan?"

"Bukan gitu"

Sekitar 5 menit orderan mereka Dateng, lagi lagi Arion ketemu sama cowok berambut merah itu lagi, dan yang bikin dia heran kenapa dia selalu deg deg an kalo ketemu tu orang.

Harris sedikit ngebungkukin badan nya buat naruh satu Cakir kopi di depan Arion, Arion yang ngeliat itu makin deg deg an sampe sampe dia harus malingin mukanya buat nahan rasa malunya.

Singkatnya orderan selesai dan Harris balik ke kitchen lagi buat nyelesain pesenan yang lain sementara gin sama Arion masih nikmatin kopi mereka sambil liatin jalan kota.

"Yang bilang gua cinlok tadi malah berbalik ke dia sendiri"

"Kaga cinlok gua"

"Masa?? Tadi malu malu tuh muka lu juga jelas bat kalo lagi gugup pasti lu deg deg an ya?"

"Kaga gin, tapi kenapa ya padahal gua komunikasi sama itu orang aja ga pernah tapi kok bisa gini"

"Suka berarti"

"Deg deg an bukan berarti suka ya"

"Lah terus apa lagi? Penyakit jantung?"

"Iya juga sih.. tapi Masa iya.."

TBC.

Holla! Lupa aku punya wp guys.. maaf😔🤗🤗

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 02, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

A Thousand Memories City.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang