{ E M B A R A C E }
@.Odyhndhita
Please <
Please!!! <
Temenin gue sebentar aja! Ya? Ya? <
@.Ethanhndr
> Beli bukunya emang nggak bisa lewat online aja?
@.Odyhndhita
Nggak bisa! <
Nggak seru! <
@.Ethanhndr
> Gue aja deh yang beliin nanti, kirim ke gue lo mau buku apa
@.Odyhndhita
Emang kenapa sih? Nanti kan abang <
juga jemput Ody, sekalian aja
@.Ethanhndr
> Gue ada urusan, rencana cuma drop lo di rumah langsung cabut lagi
@.Odyhndhita
Jadi beneran nggak bisa nih? <
Yaudah sih, gue beli sendiri aja <
Biarin nanti kalau gue kenapa-kenapa < atau di culik orang di jalan
@.Ethanhndr
> Bawel lo
> Nggak ada yang minat bawa lo juga
> Paling nanti penculik lo yang pusing makan lo banyak banget, bukan cuan malah boncos
@.Odyhndhita
Ketikan lo <
Yaudah ini gue sendiri aja <
@.Ethanhndr
> Yaudah gue temenin, tapi cepet
__________
Melihat jawaban Ethan membuat Melodya tersenyum menang, ia tahu benar kakaknya tak akan bisa menolak keinginannya.
"Kita konsultasi sekarang aja nggak sih?"
Pandangan Melodya terangkat, menatap Leanna yang duduk di hadapannya bersamaan dengan jemarinya yang mematikan screen ponselnya. Ia seketika teringat janji konsultasi mengenai karirnya saat lulus nanti pada guru konseling.
"Uhm.. boleh ayo."
Tanpa berpikir panjang, Melodya beranjak menuju ruang konseling bersama Leanna. Walau ini masih dibilang terlalu awal melakukan konsultasi disaat dirinya baru akan menginjak kelas 12, tetapi Melodya berpikir bahwa lebih baik menyiapkan lebih cepat dibandingkan tergesa diakhir.
Suhu ruang bimbingan konseling memang terasa lebih dingin diantara ruangan lain yang ada di sekolah ini. Sekarang, Leanna serta Melodya duduk berdampingan menghadap guru bimbingan konseling mereka setelah sempat menunggu beberapa saat.
"Jadi kamu terpikirkan buat masuk jurusan hukum ya? Boleh ibu tau apa alasan mu nantinya mau menekuni bidang hukum?"
Melodya nampak berpikir sejenak lalu kembali menatap gurunya.
"Di kehidupan yang seperti ini, saya berpikir untuk ikut membantu menegakkan hukum keadilan secara merata tanpa memandang kasta dan jabatan bu."
Wanita paruh baya itu menarik senyum simpul mendengar jawaban Melodya.
"Ody, keinginan mu itu sudah bagus. Tetapi nyatanya bidang hukum itu nggak semudah kamu melontarkan kalimat. Kamu harus berusaha keras dan nggak bisa terus bersifat naif saat kamu sudah memasuki dunia kerja nantinya."
Mendengar respon tak terduga seperti itu pastinya membuat Melodya terdiam. Ia tak menyangka akan mendapatkan penuturan seperti itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Thread of Truth
Teen Fiction"Hey. if everyone say no, i will always say yes, Melodya." Ini tentang Melodya Hanindita, seorang anak yang hanya tinggal berdua dengan sang kakak- Ethan Hanandra disaat umurnya menginjak 13 tahun. Ethan benar-benar menyayangi adiknya dan mendukung...
