Chapter 1: Dunia Asing

683 64 11
                                        

::🥀:: Cerita ini hanya fiktif belaka. Nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, adalah milik Mai Tanaka. Saya hanya meminjam karakter yang mungkin akan OOC dan merubah alur.

 Saya hanya meminjam karakter yang mungkin akan OOC dan merubah alur

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Saat kesadarannya kembali, ia merasa tubuhnya melayang.

Hembusan angin sejuk menyentuh wajahnya. Harum tanah dan daun memenuhi udara.

Pelan-pelan, ia membuka matanya.

Yang pertama kali terlihat adalah langit senja yang berwarna jingga keemasan.

Lalu, wajah seseorang.

Seorang pria berambut hitam pendek rapi, dengan mata merah yang tampak lembut namun penuh rasa ingin tahu. Ia mengenakan kemeja putih lengan panjang yang digulung hingga siku, dengan dasi terikat rapi, memberi kesan profesional.

Pria itu menatapnya dengan ekspresi khawatir.

"Hei, kau sadar?"

Suara itu terdengar asing, tapi juga hangat.

Ia mencoba berbicara, tapi tenggorokannya kering.

Pria itu tersenyum, sedikit lega.

"Kau tidak apa-apa? Kau bisa bicara?"

Ia menelan ludah dengan susah payah. Mulutnya terasa kering, suaranya serak.

"Siapa... kau?"

Pria itu tampak terkejut, lalu tersenyum canggung.

"Oh, maaf! Aku lupa memperkenalkan diri. Namaku Abe Haruaki. Aku hanya seorang wali kelas 2-3 di Akademi Hyakki."

Akademi Hyakki?

Ia mengerjapkan mata, merasa pusing.

Kenapa tempat ini begitu asing?

Kenapa ia tidak ingat apa-apa?

"Aku..." suaranya gemetar. "Aku... siapa?"

Haruaki terdiam sejenak.

"Kau tidak ingat?" tanyanya, nada suaranya berubah serius.

Ia menggeleng lemah.

Haruaki menarik napas dalam, lalu tersenyum lagi. Kali ini lebih lembut.

"Baiklah, jangan khawatir. Untuk sekarang, ayo kita cari tempat yang lebih nyaman."

Ia baru menyadari bahwa dirinya sedang digendong dalam posisi bridal style.

Pipinya sedikit memanas.

"M-Mau diturunkan..."

"Tidak bisa," jawab Haruaki cepat. "Kau pingsan di tengah jalan dengan tubuh penuh luka. Aku tidak tahu siapa dirimu atau dari mana asalmu, tapi aku tidak bisa membiarkanmu di sini sendirian."

Baru sekarang ia menyadari bahwa tubuhnya terasa kaku.

Baju yang ia kenakan robek di beberapa tempat, dan ada bercak darah kering di lengannya.

𝐊𝐚𝐥𝐨𝐩𝐬𝐢𝐚 ; 𝐘𝐨𝐡𝐚𝐣𝐢 ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang