𝐊𝐚𝐥𝐨𝐩𝐬𝐢𝐚 ; 𝐌𝐢𝐬𝐞𝐫𝐲 𝐏𝐫𝐨𝐣𝐞𝐜𝐭
! Yohaji x Fem!Reader !
Menceritakan (Name), yang menemukan kedamaian dan kebahagiaan di Akademi Hyakki. Dikelilingi teman-teman yang peduli, ia mulai merasakan kehidupan yang penuh warna dan penuh...
::🥀:: Cerita ini hanya fiktif belaka. Nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, adalah milik Mai Tanaka. Saya hanya meminjam karakter yang mungkin akan OOC dan merubah alur.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah beberapa hari menetap di Akademi Hyakki, (Name) mulai menyadari bahwa sekolah ini benar-benar berbeda dari yang pernah ia bayangkan. Akademi ini dipenuhi oleh murid-murid yang tak semuanya manusia. Ada yang memiliki tanduk, ekor, bahkan mata yang lebih dari dua. Di antara mereka, Haruaki, wali kelas 2-3, menjadi sosok yang selalu ada—meskipun ironisnya, ia sering kali menjadi korban kesialan, meski ia sebenarnya sosok yang sangat baik hati.
Suatu pagi, saat (Name) masih mencoba memahami segala keanehan tempat ini, ia mendengar suara tawa ceria dari lorong.
"Hei, (Name), kau ini manusia atau bukan?" tanya salah satu murid bernama Hijita youkai dorotabou sambil menyandarkan dagunya di meja.
"Aku... aku tidak tahu harus berkata apa, karena aku sendiri tidak mengetahui diriku sendiri." jawab (Name) dengan nada polos.
Haruaki, yang tengah melintas sambil mengenakan kemeja putih lengan panjang yang digulung hingga siku—serta wajah yang masih menyimpan bekas kekacauan kesialan semalam—menghampiri mereka sambil menepuk bahu (Name).
"Tenang saja, yang penting kau diterima di sini. Di Akademi Hyakki, segala sesuatu adalah mungkin!" ujarnya dengan tawa kecil, meskipun matanya sesekali menyiratkan kelelahan akibat kejadian-kejadian aneh yang selalu menimpanya.
Tak lama kemudian, suara riang datang dari seorang pemuda bertubuh mungil, (Name) seperti melihat bayangan telinga seperti rakun dan ekor yang selalu bergerak-gerak, seakan tak pernah lelah mencari kesenangan.
"Tantangan, nih! Kalau kau bisa menemukan benda yang kucari, aku akan kasih hadiah spesial!" serunya dengan nada menggoda, sambil menyeringai lebar.
"Hadiah spesial? Apa itu?" tanya (Name) penasaran.
Maizuka Mamekichi yang biasa di panggil Mame, begitu akrab dengan isengnya, menjawab dengan nada menggoda, "Itu rahasia, tapi percayalah, hadiah itu luar biasa!"
Haruaki menyipitkan mata, sambil menggoda, "Jangan sampai kau jebak (Name) dalam permainanmu yang selalu membuatku sial, ya!"
Mame tertawa kecil, "Santai saja, Seimei-kun. Kau yang sering kena sial itu, aku hanya ingin bersenang-senang."
Mereka bertiga pun berjalan menuju pintu ruangan kepala sekolah, tempat di mana Mame diam-diam menyembunyikan benda itu.
Di depan pintu besar yang berukir ukiran tradisional, (Name) merasakan getar kegugupan.
"Apa kau yakin ini bukan perangkap?" gumamnya sambil menatap sekeliling dengan cemas.
Mame terkikik, "Siapa tahu? Tapi coba saja, pasti seru!"
Dengan hati-hati, (Name) membuka pintu. Di seberang ruangan, tiba-tiba terdengar suara lembut namun menggelegar.