Bonus chapter: Real ending

292 31 7
                                        

::🥀:: Cerita ini hanya fiktif belaka. Nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, adalah milik Mai Tanaka. Saya hanya meminjam karakter yang mungkin akan OOC dan merubah alur.

Sudah bertahun-tahun sejak (Name) pertama kali menjadi eksperimen di laboratorium ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sudah bertahun-tahun sejak (Name) pertama kali menjadi eksperimen di laboratorium ini.

Setiap hari, ilmuwan-ilmuwan gila itu mengutak-atik tubuhnya, ia tidak tau apa yang sedang mereka lakukan dan mencoba memahami kenapa ia bisa bertahan tanpa merasakan sakit. Tapi tidak pernah sekalipun (Name) berbicara, apalagi meminta sesuatu.

Sampai hari ini.

Dalam ruangan putih yang dingin itu, Mira mendengar suara yang nyaris tidak pernah ia dengar dari mulut adiknya.

"Kak Mira..."

Mira, yang sedang berdiri di depan layar monitor, langsung menoleh. Ia tidak pernah melihat ekspresi seperti itu di wajah (Name)-mata yang dulu kosong kini dipenuhi harapan dan ketakutan yang bercampur menjadi satu.

"Tolong... apakah aku bisa kembali ke dunia itu?"

Mira merasa napasnya tercekat.

Dunia itu... dunia yang ia ciptakan agar (Name) bisa melarikan diri dari siksaan di sini. Dunia yang ia harapkan bisa menjadi tempatnya hidup dengan damai.

Ia menggigit bibirnya.

"Ya," katanya, suaranya penuh tekad. "Aku akan mengembalikanmu ke sana."

Meskipun ia harus menebus semua dosanya.

Berbulan-bulan lamanya, Mira bekerja tanpa henti. Ia meretas sistem, mencuri bahan dari laboratorium, dan diam-diam membangun sebuah alat yang bisa membuat tubuh (Name) berpindah secara utuh ke dunia itu-bukan hanya jiwanya seperti sebelumnya.

Namun, sebelum semuanya selesai, para ilmuwan lain menyadari pengkhianatannya.

Pintu ruangan terbuka dengan paksa.

"MIRA!" suara berat itu menggema, penuh amarah.

Mira tersentak, jari-jarinya masih berada di atas keyboard. Ia mencoba menekan tombol terakhir, tapi sebuah tembakan terdengar, dan dunia terasa melambat.

Peluru menembus dadanya.

(Name), yang berada di kapsul transfer, menjerit. "TIDAK! KAK MIRA!"

Mira tersenyum samar, darah mengalir di sudut bibirnya. "Pergilah... (Name)..."

Jari-jarinya akhirnya menekan tombol terakhir.

Cahaya menyelimuti tubuh (Name), membawanya pergi.

Namun, tidak seperti yang ia rencanakan.

Di Akademi Hyakki, langit tiba-tiba berubah kelam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Di Akademi Hyakki, langit tiba-tiba berubah kelam.

Haruaki yang sedang berbicara dengan Douman dan Akira yang ikut berkumpul di kelas 2-3 merasakan hawa aneh yang menyesakkan dada.

"Apa yang terjadi?" Ashiya bertanya, menoleh ke langit yang kini berwarna merah gelap.

Sebelum mereka bisa mencari tahu, sesuatu jatuh dari langit.

Sebuah tubuh.

(Name).

"(NAME)!!" Haruaki berlari, tubuhnya hampir roboh saat melihat kondisi (Nae).

Tubuh (Name) penuh luka, darah mengalir deras dari mulut dan hidungnya. Tidak ada tanda-tanda kehidupan.

Haruaki mengguncang tubuhnya dengan panik. "(Name)! Bangun! Kau baru saja kembali! Kau tidak boleh mati!"

Akira berlutut, segera mencoba memeriksa denyut nadinya. Namun, raut wajahnya berubah kelam.

"Dia... tidak ada harapan." Akira berkata dengan suara serak.

Tidak. Tidak. Ini tidak mungkin terjadi.

Mikoto, Mame, Ashiya dan semuan murid kelas 2-3 menatap dengan ekspresi ketakutan dan putus asa.

Haruaki menggenggam tangan (Name) yang mulai mendingin, air matanya jatuh.

"Kau berjanji... kau akan kembali kepada kami..."

Langit semakin gelap.

Dan di laboratorium yang hancur, Mira menutup matanya untuk terakhir kalinya, tersenyum dalam derita, mengetahui bahwa ia telah gagal.

Dunia yang diimpikannya... kini hanya tinggal bayangan yang tak pernah menjadi nyata.

The end.

It's the best ending ever! (Best ending ever)It's the best ending ever! (Best ending ever)It's the best ending ever! (Best ending ever)It's the best ending ever! (Best ending ever)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

It's the best ending ever! (Best ending ever)
It's the best ending ever! (Best ending ever)
It's the best ending ever! (Best ending ever)
It's the best ending ever! (Best ending ever)

𝐊𝐚𝐥𝐨𝐩𝐬𝐢𝐚 ; 𝐘𝐨𝐡𝐚𝐣𝐢 ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang