Chapter 5: Kembali ke Kenyataan (END)

280 35 13
                                        

::🥀:: Cerita ini hanya fiktif belaka. Nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, adalah milik Mai Tanaka. Saya hanya meminjam karakter yang mungkin akan OOC dan merubah alur.

(Name) sedang berada di kelas 2-3 bersama Haruaki dan yang lainnya ketika tiba-tiba tubuhnya terasa berat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Name) sedang berada di kelas 2-3 bersama Haruaki dan yang lainnya ketika tiba-tiba tubuhnya terasa berat. Dunia di sekitarnya mulai berputar, suara-suara terdengar terdistorsi, dan rasa dingin menjalar ke seluruh tubuhnya. Jantungnya berdegup kencang, dan ia merasa seolah-olah ada sesuatu yang menghisap seluruh energinya.

"(Name)?! Kau kenapa?!" Haruaki langsung menghampirinya, wajahnya penuh kepanikan, tangannya mengguncang tubuh (Name) yang mulai rapuh. Ia mencoba untuk berdiri, tetapi tubuhnya seakan tak bisa digerakkan.

(Name) tidak bisa menjawab. Matanya membelalak saat melihat darah menetes dari perutnya. Darah yang mengalir begitu cepat, menodai lantai di bawahnya seperti air mengalir.

Bukan luka kecil. Ini luka fatal. Luka yang sangat dalam, seakan sesuatu yang lebih besar dari tubuhnya yang rapuh ini telah mengoyaknya.

Seketika, seluruh kelas 2-3 menjadi panik. Semua murid berlarian, tidak tahu harus berbuat apa, kecuali melihat dengan ketakutan yang tak bisa mereka sembunyikan.

"Oi oi, ini bukan luka biasa!" Mikoto buru-buru menahan tubuh (Name) agar tidak jatuh ke lantai. Wajahnya tampak pucat, matanya penuh kecemasan. (Name) hanya bisa menggeliat, terbaring lemah di lantai.

Akira langsung memasuki kelas 2-3 saat di panggil salah satu murid 2-3, dengan terburu-buru mencoba menghentikan pendarahan yang percuma karena tidak bisa berhenti, tangannya gemetar. "Tidak bisa! Luka ini bukan dari dunia ini! Ini... ini bukan luka fisik biasa!"

"Jangan biarkan dia mati!" Mame berteriak, ia berubah menjadi tanuki menandakan panik luar biasa. "Dia... dia tak bisa seperti ini!"

Douman muncul entah dari mana, ekspresinya begitu serius untuk pertama kalinya. Biasanya, dia tampak acuh tak acuh terhadap semua masalah yang ada, tetapi kali ini, matanya yang tajam menatap (Name) dengan ketegangan yang jelas. "Waktunya hampir habis," katanya, suaranya rendah, tegang.

(Name) mencoba berbicara, namun suaranya tidak keluar. Tubuhnya terasa semakin dingin, pandangannya mulai kabur dan berputar. Keadaannya semakin parah.

Sebelum semuanya menggelap, ia melihat wajah Haruaki yang dipenuhi air mata, suara panik yang keluar dari mulutnya terdengar sangat jauh.

"(Name)! Bertahanlah! Jangan tinggalkan kami!"

Tapi ia tidak bisa. Tubuhnya mulai kehilangan tenaga, dan dunia di sekitarnya runtuh dalam gelap.

 Tubuhnya mulai kehilangan tenaga, dan dunia di sekitarnya runtuh dalam gelap

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
𝐊𝐚𝐥𝐨𝐩𝐬𝐢𝐚 ; 𝐘𝐨𝐡𝐚𝐣𝐢 ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang