𝐊𝐚𝐥𝐨𝐩𝐬𝐢𝐚 ; 𝐌𝐢𝐬𝐞𝐫𝐲 𝐏𝐫𝐨𝐣𝐞𝐜𝐭
! Yohaji x Fem!Reader !
Menceritakan (Name), yang menemukan kedamaian dan kebahagiaan di Akademi Hyakki. Dikelilingi teman-teman yang peduli, ia mulai merasakan kehidupan yang penuh warna dan penuh...
::🥀:: Cerita ini hanya fiktif belaka. Nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, adalah milik Mai Tanaka. Saya hanya meminjam karakter yang mungkin akan OOC dan merubah alur.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari-hari di Akademi Hyakki semakin pelik bagi (Name). Meskipun ia merasa diterima dengan baik oleh Haruaki dan teman-teman lainnya, ada satu hal yang selalu mengganggu pikirannya—luka yang tiba-tiba muncul di tubuhnya. Ketika pertama kali ia mengalami itu, ia hampir tidak bisa mempercayainya.
Namun, seiring berjalannya waktu, ia semakin sadar bahwa ada sesuatu yang sangat tidak wajar dan seperti perkataan Douman terhubung dua dunia? Semakin banyak teka teki yang memusingkan.
Pada suatu pagi yang cerah, saat matahari baru saja menyinari lorong-lorong Akademi Hyakki. (Name) sedang duduk di taman, tidak lama ia merasakan sensasi aneh di tangannya. Tanpa alasan yang jelas, luka kembali muncul di kulitnya lagi. Darah mengalir perlahan, tetapi (Name) merasa tidak ada rasa sakit sedikit pun. Ia hanya melihat darah yang menetes itu.
Haruaki, yang baru saja datang dengan ekspresi ceria ingin menyiram semua tanaman yang ia rawat, langsung berubah menjadi panik saat melihat kondisi (Name) yang terluka lagi.
"Hei, kenapa ini? Kau terluka secara tiba-tiba lagi?" tanya Haruaki dengan nada cemas, segera berlari menghampiri (Name).
(Name) mengangguk, meskipun ia merasa bingung, "Iya, Haruaki. Tiba-tiba saja luka ini muncul lagi, tapi aku tidak merasa apa-apa. Aku tidak tahu kenapa bisa seperti ini."
Haruaki mengusap dahinya dengan frustasi, "Aduh, sepertinya perkataan kepala sekolah kemaren itu benar. Aku harus segera bawa kau ke ruang kesehatan!"
"Apa ada yang bisa kita lakukan?" tanya (Name), masih bingung dengan apa yang sedang terjadi pada dirinya.
"Tenang, aku bawa dulu dirimu ke Akira untuk mengobati lukamu." jawab Haruaki, walaupun jelas terlihat bahwa dia sendiri tidak begitu yakin.
Mereka berjalan bersama menuju ruang kesehatan. Di sepanjang perjalanan, (Name) merasa cemas dan mulai merasa ada yang aneh dengan dirinya. Semua yang terjadi begitu cepat, dan ia bahkan belum sempat menanyakan lebih banyak tentang dirinya sendiri kepada Haruaki walaupun pastinya Haruaki juga tidak mengetahui diri (Name) sendiri.
Setelah beberapa menit, mereka sampai di ruang kesehatan. Di sana, Akira, sedang sibuk dengan eksperimen anehnya. Akira yang mengenakan jas putih dan memiliki mata yang penuh rasa ingin tahu, langsung menoleh begitu mereka memasuki ruangan.
"Ah, (Name), apakah seperti biasa? Luka-luka seperti ini... Hmm..." Akira mulai mendekat dan memeriksa luka yang mengalirkan darah tanpa berhenti.
Haruaki langsung memotong, "Jangan macam-macam Akira."
Akira hanya tertawa kecil, "Santai saja, Haruaki. Aku hanya ingin tahu lebih banyak. Ini menarik, bukankah begitu?" Ia mendekatkan wajahnya pada luka (Name) dan memeriksa lebih teliti. "Luka ini... unik. Sepertinya bukan luka biasa."
(Name) mengerutkan kening, merasa cemas. "Apa maksudnya, Akira?"
Akira menatapnya dengan ekspresi serius, "Ini bukan hanya luka fisik, (Name). Aku pikir perkataan kepala sekolah kemaren benar... Luka dari dunia lain. Kemungkinan besar, ada koneksi antara dirimu dan dunia tempatmu berasal. Luka-luka ini bisa jadi adalah saluran antara dua dunia yang berbeda."
(Name) terdiam bingung, tidak tahu ingin merespon seperti apa.
Haruaki berdiri dengan tangan terkepal, seakan tak sabar dengan penjelasan Akira. "Tolong jangan bikin dia makin bingung, Akira! Kalau ini berhubungan dengan eksperimen gila kalian, aku akan marah!"
Akira hanya tersenyum samar. "Tenang saja, Haruaki. Aku akan merawatnya. Jangan khawatir." Ia mengeluarkan beberapa alat medis dan mulai membersihkan luka (Name). Namun, rasa tidak nyaman terus menghinggapi (Name), seakan ada yang hilang dalam tubuhnya, sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan.
Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar—itu adalah Ashiya Douman, kepala sekolah Akademi Hyakki.
"Apa yang terjadi di sini?" tanya Douman dengan suara yang penuh wibawa, meskipun ekspresinya tetap tenang seperti biasanya.
Haruaki menjawab dengan cepat, "Luka ini muncul lagi, Doumaan. (Name) mengalami hal yang sama seperti sebelumnya. Kami belum tahu kenapa."
Douman mengamati (Name) dengan tatapan tajam, seakan membaca setiap gerakan dan ekspresi yang muncul. "Aku khawatir ini mungkin lebih dari sekadar luka biasa. Ini bisa jadi... tanda yang lebih besar."
(Name) merasakan ketegangan di udara. "Tanda? Apa maksudnya?"
Douman menghela napas panjang. "Aku pikir, kau harus cepat mengetahui tentang siapa dirimu yang sebenarnya (Name)."
Di saat itu, pintu ruang kesehatan terbuka lagi, dan Mikoto muncul dengan wajah sedikit terkejut. "Ada apa ini? Kenapa semuanya begitu serius?"
Akira mengangkat bahu, "Ah, hanya masalah kecil. (Name) terluka lagi. Tampaknya, ini bukan hanya luka biasa."
Mikoto mendekat dengan ekspresi tidak sabar, "Kau memang tidak pernah bisa berhenti, ya, (Name)? Kenapa sih selalu kena masalah?"
(Name) hanya tersenyum kaku. "Aku juga tidak tahu kenapa, Mikoto."
Mikoto menatap luka Name lebih dekat, lalu berbisik, "Mungkin sudah saatnya kau harus cepat mencari tahu dirimu sendiri, (Name). Semua ini bukan cuman kebetulan."
Tbc.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.