"Keesokan pagi nya. Semua sudah bersiap untuk ke sekolah"
"Kak kami berangkat ya. Kakak hati hati dijalan" Ucap Kiara pada sang kakak
"Iya. Kalian juga hati hati ya. Belajar yang rajin ya" Ucap senja kemudian
"Ketika senja sedang sibuk dengan pekerjaan nya. Sementara itu di sekolah bethani dan chloe"
"HAISHH!! BUKAN AKU!! APAAN SIH!! GW ITU DIEM DARI TADI!!" Ucap chloe yang tiba tiba marah"
"Tapi kata si bethani. Lo yang ngelakuin! Gausah bohong deh!" Ucap salah satu teman mereka
"Bethani?! Dia bilang kalau gw yang ngelakuin?!" Kesal chloe
"Iya! Dia yang bilang!" Ucap salah satu teman mereka
"Bangsat lo bethani!!" Umpat chloe dan pergi menemui bethani
"Di sisi lain"
"HEH! LO KALAU GA TAU APA APA GAUSAH IKUT CAMPUR YA!! GW TAU KALAU LO ITU KAKAK GW! TAPI BUKAN BERARTI LO IKUT CAMPUR SAMA URUSAN GW!" kesal chloe dan membentak bethani
"Apaan sih! Kok kamu tiba tiba marah marahin kakak sih dek?" Tanya bethani dengan menahan emosinya
"HALAH! GAUSAH SOK GA TAU LO! LO KAN YANG NUDUH GW NGELAKUIN ITU! IYA KAN?!" bentak chloe
"Ngelakuin apaan?!! Kamu jangan buat kakak marah ya!" Ucap bethani yang juga tidak bisa menahan amarah nya
"LO YANG NUDUH GW NGELAKUIN HAL YANG NGGA SENONOH DI BELAKANG SEKOLAH! LO KAN YANG NUDUH GW?! KARENA LO! GW DI BENTAK TEMEN KELAS GW BANGSAT!" Bentak chloe dan di iringi oleh tangisannya
"Bukan gw! Lo jangan percaya gitu aja! Gw aa ga tau kalau ada hal kaya gitu di sekolah!" Ucap bethani yang berusaha membela diri
"Bacot! Bacot lo kak! Bacot! Benci gw liat lo!! Benci gw!!! Harusnya lo tuh ga jadi kakak gw! Bangsat lo!" Ucap chloe kemudian pergi
"Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 14.00 . Mereka sudah pulang dari sekolah. Namun masalah chloe dan bethani belum juga selesai. Bertepatan sang kakak sudah pulang"
"Kalian kenapa? Kok dari tadi kakak liat sinis terus natapnya?" Tanya Kiara pada dua adik bungsu nya itu
"Tuh lah! Ajarin adik mu itu kak!! Gausah fitnah fitnah orang sembarangan!!" Ucap chloe dengan kesal
"Heh! Yang ada lo yang fitnah gw ya!! Gausah memutarbalikkan fakta lo!! Lo yang ngefitnah gw!!" Karena tak tahan lagi akhirnya bentakan keluar dari mulut seorang bethani rachel adara
"Heh! Apa apaan kalian ini?! Sejak kapan panggil nya lo-gw?! Siapa yg ajarin?!" Ucap sang kakak tertua.. Senja
"Kayanya lagi punya masalh mereka kak" Ucap kiara
"Punya masalah apa kalian? Ceritakan! Jangan saling membentak gitu!" Ucap sang kakak
"Bethani menjelaskan semuanya. Namun chloe langsung memotong ucapan bethani"
"Tidak!! Dia yang menuduh ku kak!" Ucap chloe
"Terus? Kamu dapat informasi kalau bethani yang nuduh kamu dari mana?" Ucap senja yang meng-introgasi adiknya
"Dari temen ku. Dia bilang kalau bethani yang nuduh aku" Ucap chloe
"Hanya karena ucapan teman mu? Kau membentak kakak kandung mu sendiri?! Tidak kah kau punya pikirin untuk berpikir chloe?! Bagaimana mungkin seorang kakak tega menuduh adik nya sendiri" Marah senja pada chloe
"Kok kalian jadi belain dia sih?! Udah jelas jelas dia yang salah!" Ucap chloe dengan tangisannya
"Yang kamu percaya itu teman mu!! Seharusnya cari dulu informasi yang benar baru lah kamu boleh mengambil keputusan mau percaya pada siapa! Teman bisa saja berbohong chloe!" Ucap Kiara yang berusaha untuk menjelaskan pada adik bungsu nya
"JAHAT! KALIAN KAKAK YANG JAHAT! KALIAN BUKAN KAKAK KU!! AKU BENCI KALIAN!! AKU BENCI!! AKU MAU IKUT AYAH BUNDA AJA!!" ucap chloe sembari menangis dan pergi dari rumah itu dengan berlari
"CHLOE!! BERHENTI!!" Teriak senja namun adiknya itu tetap saja pergi dari rumah
"Maafkan aku kak.. Karena aku semuanya jadi begini" Ucap bethani yang merasa bersalah
"Tidak. Tidak ada yang bersalah disini. Semua hanya salah faham" Ucap senja
"Tapi.kemana dia akan pergi kak? Bagaimana kalau terjadi apa apa?" Ucap Kiara dengan khawatir akan chloe
"Biarkan saja. Nanti dia juga akan pulang dengan sendirinya" Ucap senja
"Bisa kah kalian menebak apa yang akan terjadi selanjutnya?"
"Akankah chloe kembali dengan dirinya? Atau hanya dengan nama nya?"
"Bagaimana akhir dari masalah chloe dan bethani? Siapa yang salah sebenarnya? Dan siapa yang benar? Mari ikuti terus kisah ini sampai akhir"
"Sebenarnya sampai kapan mereka akan hidup dengan derita terus?"
