DUA PULUH LIMA

33.2K 442 112
                                        

Selesai meeting bersama teman-teman bisnisnya Darren tidak memutuskan untuk langsung menuju rumah sakit untuk menemui istrinya itu tapi dia masih di kantor ini karena dia akan mengadakan sebuah meeting kedua dengan pertemuan dirinya bersama bisnis dari jepang, walaupun perasannya tidak tenang dan ingin bertemu istrinya tapi dia terpaksa menunju kantor untuk ikut bisnis ini. Darren membangunkan tubuhnya memutuskan untuk menunju ruangannya, sampai di dalam lelaki itu menduduki dirinya disebuah kursinya dan memperhatikan sebuah foto dirinya bersama Aura, bisa dilihat wajah cantik istrinya membuat dia semakin mencintainya. Darren mengambil foto itu menatapnya dengan serius dan tidak lama air mata pria itu tertumpah mengenai manik wajahnya

"Kamu sudah 16hari belum sadar, aku merindukanmu sayang"Darren menatap serius foto dirinya bersama Aura, rasa rindu dirinya kenapa istrinya tidak pernah hentinya apa lagi dia tidak ingin berkerja tapi karena ini pertemuan penting dia terpaksa untuk kekantor, rasanya ingin menemaninya sampai istrinya sadar. Loren yang selalu memberinya pesan untuk kekantor untuk menemukan seseorang bisnis dari jepang tau tidak mau dia harus bertemu

Pintu ruangan itu terbuka memperlihatkan dimana Loren masuk dengan berapa anak buahnya tapi sayangnya anak buah Loren menunggu diluar, pria tua itu sedikit menatap Darren dengan tatapan yang dalam, cuma ingin tau alasan apa Darren tidak berada di rumah Dania apa lelaki itu memang sudah benar-benar menceraikan Dania dan bukankah malam ini Darren sudah memaafkan Dania. Loren tidak sengaja mengunjungi rumah Dania berapa hari yang lalu tapi dia tidak menemukan dimana Dania, mencoba untuk mencari tau ke anak buah Darren tapi mereka semua tidak ada yang menjawab. Loren melipat dua tangannya di dadanya, menatap dimana Darren yang fokus menatap sebuah foto seseorang. Loren berdiri sembari memperhatikan mata Darren dan tidak lama sedikit geram melihat foto itu. Loren menarik foto itu dan memperhatikan foto pernikahan ini

Darren tidak ambil pusing dia malah menatap Loren seperti terkejut melihat foto pernikahan dirinya bersama Aura, apa dia terheran melihat dirinya menikah dengan Aura

"Dia, anak Alaric?"Loren berkata dengan wajah merah sekaligus menahan amarahnya, jika benar Darren menikah dengan wanita itu tentunya Loren tidak akan pernah bisa berfikir dari terbuat apa hati putra satu-satunya imi

Loren menatap serius mata Darren dengan tajam bertanya-tanya apa lelaki itu sedang bercanda dengan dirinya, foto ini kenapa bisa didalam foto ini Darren bersamanya mengenakan baju pernikahan apa ini alasan Darren menceraikan Dania untuk memilih wanita muda ini. Loren tidak berfikir apa umur Darren yang sudah tiga puluh tahun dia menikahi anak gadis ini. Rasa kecewa Loren pada Darren jangan di tanya lagi bahkan pria itu ingin memukul wajah Darren rasanya, tapi berbeda dengan Darren hanya menaiki alisnya sembari membangunkan tubuhnya dan mengambil foto pernikahan dirinya di tangan Loren, dia tidak suka masalah hidupnya orang lain ikut campur sekaligus itu kedua orangtuanya ia tetap tidak menyukai ada yang ikut campur dengan urusan pribadinya

"Katakan, apa maksud itu semua. Darren!"suara tegas Loren mampu mengenai telinga Darren, bisa Darren rasakan kemarahannya kehadapan dirinya

Darren tersenyum tipis, selama ini kedua orangtuanya hanya bisa menuntutnya menjadi anak penurut dari kecil kedua orangtuanya hanya sibuk dengan kantor tanpa memperdulikan dirinya, lalu saat sudah dewasa dia memutuskan untuk berkerja di kantor Loren, dengan semangatnya untuk menjadi hidup yang cukup mewah akhirnya dia berkerja sampai dia mendapatkan apa yang dimiliki bahkan dirinya lah terkaya di negara ini, seluruh orang-orang ingin berkerja samanya bahkan dia memiliki berapa ratusan anak buah, tidak heran jika Darren berani untuk melawan ke dua orangtuanya karena apa? Ya benar mereka berdua tidak pernah menyayangi Darren dari kecil sampai detik ini.

"Kamu tidak mungkin menikahi dia, anak Alaric apa kamu tidak memikirkan hati Dania?"tanya Loren dengan tatapan yang sangat dalam

Huh! Darren kembali ke kursinya duduk lalu menatap ayahnya, seumur hidup dia belum pernah bersikap tidak sopan seperti ini tapi dengan perlakuan kedua orangtuanya yang selalu memaksanya membuat dirinya kesal dan emosi

OM DARREN (21+) (TAMAT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang