DUA PULUH

44.2K 566 230
                                        

Permainan mereka yang berakhir begitu saja tanpa memikirkan kondisi mereka berdua yang masih berada di dalam kamar milik Aura dulu, tatapan Darren yang tidak lepas melihat kondisi Aura yang bisa dikatakan sangat kelelahan saat dirinya bermain, senyuman Darren tidak berhenti mengelus lembut wajah istrinya lalu bibirnya berhenti senyuman, ini kah yang dinamakan cinta? Darren mencium lembut bibir Aura dan setelah itu memperhatikan wajah Aura yang sangat kelelahan, permainan yang cukup membuat mereka tidak bisa berhenti bahkan Aura ingin sekali bermain dengan Darren lagi, wanita itu menaiki jemarinya menyentuh surai rambut suaminya dan menatap bibir Darren yang memerah karena ciuman mereka yang bisa dibilang sejam.

"Kamu bajingan"kata Aura pelan

Darren hanya diam dan menatap mata wanita itu, apa katanya bajingan, ya benar dirinya bajingan sekali. Darren memperhatikan lutut wanita itu yang memerah, perasaan Darren tidak melukai lututnya tapi kenapa memerah? Darren menyentuhnya dan membuat wanita itu meringis kesakitan, melihat Aura yang kesakitan membuat Darren menatap mata wanita itu penuh rasa khawatir

"Kenapa?"tanya Darren lembut

Aura sama sekali tidak menjawab jika dirinya menjawab bukankah Darren akan mencari orang yang telah melukai dirinya, biarkan ini menjadi rahasia dirinya, anggap kejadian dimana tadi Aura di keroyok oleh lima orang berbadan besar itu hanya sebuah kecelakaan. Aura memperhatikan jam yang sudah memasuki jam sembilan dan acara itu akan di mulai jam dua belas malam nanti, dirinya membangunkan tubuhnya dan memperhatikan dari jendela, melihat orang-orang beramai dibawah sana. Aura menarik nafasnya memperhatikan seprai warna putih itu berubah menjadi berdecak darah miliknya tadi

"Aku bertanya lutut kamu kenapa?"tanya Darren

"Tidak, hanya terjatuh saat aku berlari tadi"bohong Aura

Begitu kah? Darren menarik nafasnya dan memeluk tubuh wanita itu, rasanya Darren ingin seperti ini berdua bersama wanitanya apa perlu acara itu terus berlanjut tanpa memperdulikan dirinya. Darren tidak tau entah kenapa merasa dirinya tidak menyukai Nahtan, lelaki bocah yang menjadi sok di hadapan dirinya, jika saja tadi tidak ramai mungkin dirinya akan membakar lelaki itu. Katakan Darren tidak akan membiarkan siapapun mendekati istri muda nya, karena setiap orang mendekatinya akan membuat hatinya terasa panas ber api. Merasa jantan besar milik Darren menyentuh bagian perutnya membuat Aura sedikit membuka matanya lalu menaiki alisnya

"Kenapa baby?"memperhatikan wanitanya yang membuka mata sembari menatapnya seolah-olah dia muak dengan dirinya, huh gitukah

"Berhenti memasuki jantan mu ke dalam sensitif aku lagi, Darren!"kesal Aura

Ya benar Darren memasuki jantan itu kembali kedalam sensitif Aura, padahal permainan mereka yang hampir dua puluh rode itu membuat Aura tidak bisa bergerak sama sekali. Darren tersenyum menjauhi jantannya dan memeluk tubuh Aura, kenapa rasanya Darren ingin memeluk istri nya ini, biasanya Darren akan keluar menemui keluarganya tapi kali ini, dimana malam ini Darren ingin bersama Aura terus, seperti merasakan sesuatu tapi dia tidak bisa mengatakan apa itu, apa dirinya sedang mengidam Aura?

Tadi saat bermain bersama Aura, Darren malah muntah-muntah tidak jelas, dia pikir mungkin saja dirinya sedang sakit bukan?

Aura yang sudah tau dengan kondisi Darren karena lelaki itu muntah-muntah karena ngidam, Aura hanya bisa diam. Ia tidak akan siap menyatakan pada Darren kalau dirinya sedang mengandung

"Kenapa aku ngerasa kalau aku ini sangat mencintai kamu"kata Darren dengan tatapan yang sangat serius

"Seharusnya kamu mencintai Tante Dania saja, jangan aku!"balik jawab wanita itu sembari mengalihkan wajahnya

Darren tidak menjawab, haruskah malam ini dia akan mengatakan ke orang-orang dirinya mencintai Aura, HM sepertinya harus bukan? Mencintai Dania itu dulu tapi sekarang cintanya sudah tidak benar-benar tidak ada, dan balik bersamanya bukan kemauan hatinya tapi dirinya melakukan itu agar Dania berhenti mengikutinya tadi, jika dirinya sudah mengatakan untuk menceraikan Dania ya jelas dirinya akan tetap menceraikan Dania. Seketika ponsel Aura berdering dan dia mengambilnya dan mendapatkan sebuah telfon dari Nahtan, what? Dari mana Nahtan mendapatkan nomornya bukankah mereka baru bertemu tadi. Aura membangunkan tubuhnya dan mencoba untuk mengangkatnya tapi sayangnya Darren terlalu cepat untuk mengambilnya

OM DARREN (21+) (TAMAT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang