DUA PULUH ENAM

31.5K 438 338
                                        

"DANIA!"

Darren memutuskan untuk menghubungi Alaric untuk menemukan adiknya itu karena Darren tidak bisa disini lama-lama karena istrinya yang tertidur tanpa dirinya memberitahu kemana dirinya berada. Darren menarik nafasnya memperhatikan dimana Alaric yang begitu khawatir lalu terlihat Dania membuka matanya sembari memperhatikan semua orang yang ada di depan matanya, hanya saja ada Alaric dan Alora bersama Darren tapi dimana kedua orangtuanya? Dania meringis kesakitan menyentuh kepalanya yang murai merasakan denyut yang sangat kencang, wanita itu dengan usahanya membangunkan tubuhnya menatap dimana Darren terlihat termanung. Dania dengan pelan-pelan menyentuh tangan Darren lalu menjatuhkan air matanya sembari menahan sakit bagian kepalanya

"Aku minta malam ini bersamaku"minta Dania kepada Darren, lelaki itu sedikit terdiam sembari menatap Dania, apa malam ini dia menemani Dania sedangkan istrinya berada di ruangan sendiri bahkan anak buahnya sudah dia suruh untuk pulang menyiapkan semuanya karena dia akan membawa Aura pulang, tidak Darren tidak bisa menemani Dania disini karena dia sudah menghubungi Alaric untuk menemaninya lalu apa Dania tidak berpikir jika Aura butuh dirinya ini. Darren melepaskan tangan Dania yang menyentuhnya, mungkin tadi dia hanya terkejut melihat kondisi Dania tapi yang lebih terkejut dimana dirinya melihat Aura hancur kehilangan anak yang ada didalam perutnya

"Maaf, aku tidak bisa Dania---"

"Aku mohon, hiks"

Seharusnya malam ini Darren bisa menemani Dania itu lah yang ada di dalam pikiran Alaric dan bukankah mereka sudah kembali bersama. Alaric sengaja tidak memberitahu kedua orangtuanya karena dia tau jika Maya ataupun Raden mengetahui Dania memiliki penyakit kanker pastinya Raden akan terkena penyakit jantung, Alaric tidak ingin keduanya mendapatkan kabar ini, dengan secara diam, sebenarnya Alaric sudah dua hari yang lalu kembali kemari untuk menyelesaikan pekerjaannya bahkan pagi tadi dia mengikuti meeting di kantor Darren tapi hanya saja pria itu tidak ada entah kemana dia pergi dan ternyata dia berada disini menemani adiknya, apa pria itu mulai merasakan rasa salah karena sudah melukai hati adiknya itu?

Alaric mendekati Darren matanya tidak lepas menatap waja pria itu dan tidak hanya itu saja bahkan matanya beralih menatap dimana tangannya mendapatkan sebuah luka, luka? Lelaki itu terluka karena apa, apa dia terluka karena dia habis berantem dengan orang atau memang dia yang melukainya sendiri, saat dia berada di kantor dia melihat ruangan Darren di penuhi dengan serpihan beling saat dia mencoba mendekati sebuah foto album kecil di atas meja Darren, tapi tiba-tiba anak buah Darren masuk dan menyuruhnya untuk keluar karena itu adalah ruangan kerja pribadi Darren, Darren pernah berkata hanya orang tertentu yang bisa masuk kedalam ruangan itu, ya Aura contohnya

"Disaat kondisi istri kamu seperti ini dan kamu bisa untuk pergi apa kamu tidak punya pikiran Darren?"ujar Alaric dengan serius tanpa memikirkan dimana Dania mencoba untuk menenangkan kakak tercintanya itu. Dania tidak ingin Alaric memukulnya karena cinta Dania yang begitu besar tidak akan mungkin mampu melihat Darren terluka

Pria itu menarik nafasnya dengan kuat-kuat lalu dengan tajam menatap Alaric sembari tersenyum, seperti nya Alaric sudah mulai tidak menyukai dirinya malam ini apa karena dirinya ingin meninggalkan Dania, tapi tau kah Darren lebih memilih Aura dibandingkan Dania karena selama ini yang selalu menemani dirinya dan membuat hidupnya bersinar hanya Aura bukan Dania, walaupun salah dirinya sudah mengkhianati Dania tapi itu juga sebuah kesalahan Dania tidak memberitahu awal dirinya sakit jika saja dia memberitahu itu dari lama mungkin dia tidak akan pernah melukai Dania atau mengkhianatinya

"Darren malam ini saja kamu menemani aku.."mohon Dania kepada Darren yang membuat pria itu semakin diam

Darren tidak ada pilihan lelaki itu mendekati Dania dan tidak lama tersenyum dan mungkin malam ini saja dia akan menemani Dania tapi besok dia akan menemani Aura untuk selamanya

OM DARREN (21+) (TAMAT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang