DUA PULUH SATU

38.8K 504 112
                                        

Darren menaiki alisnya saat suara-suara kehebohan itu menjadi sebuah keheningan karena apa yang barusan dirinya katakan di acara besar ini, senyuman manisnya terurai menatap dimana istrinya seperti sudah menatapnya dengan tatapan sebuah ancaman huh itu cukup membuatnya sedikit takut dengannya. Darren menarik nafasnya dengan lembut memperhatikan Dania yang sudah menatapnya tidak hanya Dania tapi seluruh orang disini, salah satu tidaknya tapi sepenuh dari hatinya sudah mengatakan dirinya mencintai istrinya bernama Aura. Darren sedikit bersikap santai melihat mata Dania tidak berhenti menatapnya, tentunya Dania cemburu dan terbingung dengan katanya barusan bukan

"Hanya bercanda, tentunya kamu istri aku Dania."ucap Darren yang membuat suasana semakin bingung, apa dia barusan membuat lolucuan di acara milik Dania ini

Aura hanya bisa menjatuhkan air matanya ketakutan ketika semua orang akan mengetahui apa yang sudah terjadi dengan dirinya bersama Darren. Aura menundukkan kepalanya dan berusaha untuk tenang, bahkan bisa dibilang hatinya benar-benar tidak tenang apa yang barusan Darren katakan, mungkin saja jika semua orang tau dirinya ini adalah istri kedua Darren tidak hanya keluarganya yang akan membencinya tapi seluruh orang disini akan membenci dirinya. Aura mengangkat kepalanya dan memperhatikan Nahtan masih menatapnya, lelaki itu apa tidak mendengar apa yang barusan Darren katakan?

"Wow menakjubkan sekali, jadi tuan Darren apa ingin mengatakan sesuatu untuk istri tuan?"kata MC itu

Mengatakan? Sepertinya tidak perlu karena kata-kata hari ini cukup membuat dirinya tidak bisa mengeluarkan secara langsung, kata dirinya bukan kata romantis mungkin ini kata akan membuat semuanya akan bertanya-tanya dan mengapa dirinya melakukan itu bukan? Darren memperhatikan mata Dania yang masih memperhatikan dan apa wanita itu akan mencurigai dirinya, oh jika seperti itu bukankah bagus. Dia tidak suka bersembunyi-sembunyi seperti ini tapi karena istri tercintanya dia rela akan menuruti kemauannya asal wanita yang sangat dia cintai itu akan tetap disisinya. Lebih baik kehilangan harta dari pada Darren harus kehilangan Aura orang yang telah membuatnya semakin yakin, dia adalah cinta pertamanya

"Darren, apa yang barusan kamu katakan itu benar?"Dania berkata dengan serius dan itu hanya Darren yang mendengarnya, tentunya Darren sedikit menaiki alisnya, apa dia akan jujur di depannya atau dia akan menggunakan mic dan berkata iya benar dia mencintai istrinya, Aura

"Jika benar apa yang akan kamu lakukan?"tanya Darren balik dan itu hanya Dania yang bisa mendengar, kali ini obral mereka hanya Darren dan Dania saja yang mendengar sedangkan orang-orang tidak bisa mendengar apa yang mereka berdua katakan

Dania hanya diam dan menatap mata Darren, kalau itu memang benar mengapa Darren harus melakukan itu dengan keluarganya sendiri bahkan keponakannya. Dania menundukkan kepalanya menyentuh dadanya yang teras sakit ternyata malam ini bukanlah malam dirinya bahagia tapi malam dimana dia mendapatkan kata-kata yang cukup tidak bisa dia pikir lagi. Dania mencoba untuk tegar dan berusaha untuk membuat para sahabatnya yakin jika rumah tangganya memang baik-baik saja. Merasa melihat Dania seperti itu membuat Aura dari kejauhan memohon kepada Derren akan malam ini saja Darren tidak akan membuat Dania terluka, cukup saja ini menjadi rahasia mereka selamanya

"Begitu, alasan kamu meninggalkan aku apa memang benar karena Aura--"belum selesai Dania berkata tapi Darren sudah memotongnya dengan cepat

"Bukan, tidak ada alasan aku menceraikan kamu, tapi aku tidak suka dipaksa oleh keluarga aku untuk memiliki seorang anak"jelas Darren

Kalau memang alasan Darren melakukan ini kenapa Darren dulu harus menikahi dirinya, kenapa? Dania semakin menjatuhkan air matanya dan menahan semua rasa sakitnya dan ternyata alasan Darren menceraikan dirinya karena dia belum siap memiliki seorang anak. Tidak ada lagi obrolan mereka selain dimana Dania mulai memperhatikan MC itu terus berbicara sedangan keluarganya dimana dia masih menatap Darren seperti membenci. Alaric ingin sekali memukulnya jika saja malam ini bukanlah acara besar Dania. Alaric paham kata dia barusan, itu hanya alibi biar putrinya menjadi tersangka bukan

OM DARREN (21+) (TAMAT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang