Menceritakan bagaimana hubungan pertemanan yang menjadi kacau karena pertengkaran, hingga mengharuskan mereka menjalin sebuah komitmen untuk hidup bersama.
Kedatangan bayi diantara mereka, akankah menjadi pertimbangan agar keduanya kembali bersama?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Genap satu bulan sudah mereka tinggal dalam satu atap yang sama. Kalau kalian bertanya bagaimana perkembangan hubungan mereka. Jawabannya adalah situasinya masih sama, bertengkar setiap hari. Bahkan hal sepele dan kecil bisa jadi pemicu pertengkaran mereka.
Disini yang lebih tua --Hara sama sekali tidak ada niatan untuk berdamai. Sedangkan Jian yang sebenarnya menginginkan perdamaian diantara mereka akan selalu terpancing dan berakhir ikut terbawa suasana dan berakhir bertengkar dengan Hara. Haha sungguh ironis bukan?
Tapi mari kita ikuti perkembangan hubungan mereka, apakah akan tetap sama--atau bahkan mereka bisa berdamai?
Jian adalah tipe orang yang sangat cuek dan tidak terlalu memusingkan hal-hal kecil. Ia tidak mudah tersulut emosi jika mendapati hal-hal yang dirasa kurang tepat. Namun, entah kenapa kesabarannya runtuh saat mendapati Hara yang sedang terbaring di sofa ruang tamu dengan tampilan yang berantakkan. Hei? Bagaimana bisa ia menjadi seorang fashion designer, batinnya.
Saat ini di pandangan Jian--ia mendapati Hara dengan pose tidur telentang, dengan satu kaki berada di kepala sofa dan tangan terangkat menjambak rambutnya. Pakaian yang sudah acak-acakan, jaket dengan aksen bulu yang terlihat mahal tergeletak di lantai. Dan kemeja putihnya yang sudah terbuka setengah.