Chapter 5 : Life After Fiancé

299 37 8
                                        

Waktu terus saja berjalan dengan cepat. Kini, pertunangan Benjamin dan Haesa sudah terlaksanakan. Yang tersisa di ruangan tempat dimana pertunangan itu di laksakan, hanyalah kedua orang yang bertunangan, orang tua dan sahabat dari keduanya, juga Alester yang tengah tertidur di pangkuan Haesa. Mereka tengah bersiap-siap untuk pulang ke rumah masing-masing.

"Eca, udah beres semua kan? Udah di pastiin gak ada yang ketinggalan?" Tanya Zendayya kepada anaknya.

"Iya," balas haesa sedikit ragu, melihat sekeliling ruangan barangkali ada barangnya yang terlewat dari penglihatannya. "Oh, handphone sama sling bag aku Mih." Ucapnya mengingat ia belum mengambil hp dan tasnya dari tempatnya saat acara di mulai.

"Udah tuh, sama Kak Benjamin." Ucap Rhea enteng. Haesa pun memastikan ucapan sahabatnya, dan benar tasnya ada pada Tunangannya.

"Berarti udah semua kan?" Tanya Zendayya kembali memastikan, dan di balas anggukan oleh anaknya.

"Mas, kita kerumah aku dulu boleh? Mau ambil semua barang-barang aku." Tanya Haesa, meminta Izin pada Tunangannya.

Benjamin yang akan menjawab, di potong oleh Maminya Haesa. "Barang kamu besok aja Ca, ambilnya. Kasihan Alester tidur di pangkuan gitu, pegel nantinya. Langsung pulang aja."

"Tapi baju ganti aku Mih, aku gak bawa baju sama sekali, gak enak tidur pake baju kayak gini." Rengek Haesa.

"Udah pinjem baju Nak Benjamin aja. Gak apa-apa kan, Nak?" Tanya Zendayya kearah Tunangan Anaknya.

"Iya gak apa-apa, kamu bisa pakai baju saya dulu." Ucap Benjamin menyetujui.

"Yaudah, kalau gitu." Balas Haesa pasrah, lalu pamit untuk pulang ke tempat tinggal Tunangannya.

Saat mereka akan berjalan kearah parkiran, Alester yang ada di gendongannya menggeliat dan terbangun.

"Mommy.." Panggilnya serak, khas bangun tidur.

"Iya, sayang?" Balas Haesa lembut, mengusap kepala Alester mencoba untuk menidurkan kembali anak itu.

"Pulang Mommy..." Rengek Alester, mengganti posisi kepalanya dari yang berada di bahu kanan Haesa, menjadi di bahu kirinya. Lalu Alester menatap sayu kearah Daddy nya, membuat Daddy nya itu mengusap pipinya lembut.

"Iya sayang, ini mau pulang. Sabar yaa, kamu tidur lagi aja. Mau mimik susu gak?" Ucap Haesa lembut, membujuk Alester agar tidak rewel.

Alester menganggukan kepalanya. Lalu Haesa menatap kearah Benjamin yang menenteng tasnya dan tas peralatan Alester.

"Kamu masuk saja kedalam mobil, saya mau masukin tas dulu." Ucap Benjamin membukakan pintu disamping kemudi untuk Haesa. Lalu setelahnya ia membuka pintu penumpang dan meletakkan tas-tas itu disana, tidak lupa mengambil botol susu untuk anaknya. "Ini susunya." Ucap Benjamin menyodorkan botol susu kearah Haesa saat sudah berada di kursi kemudi.

Haesa menerima botol itu, lalu memberikannya kepada Alester. Setelahnya mereka pun berangkat menuju tempat tinggal baru untuk Haesa, yaitu Mansion tunangannya.
ㅤㅤ

***

Mentari pagi perlahan muncul di ufuk timur, sinarnya menyinari pepohonan yang masih basah oleh embun. Cahayanya kemudian menyelinap lembut melalui celah-celah tirai, menerangi ruangan. Suara kicauan burung mulai terdengar, membangkitkan suasana dari heningnya malam yang telah berlalu. Bersama angin sepoi-sepoi, tercium aroma segar tanah basah embun, menandakan hari baru telah dimulai.

Di dalam sebuah kamar yang hangat, sepasang pria yang baru saja bertunangan masih terlelap di balik selimut tebal. Wajah mereka terlihat damai, seolah terbuai mimpi indah yang enggan mereka tinggalkan. Hingga sebuah tangan kecil mengusap wajah si gemini lembut, disusul dengan cicitan halus yang sedang memanggil Mommy nya, membuat si gemini terjaga.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 02 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Perfect Strangers(?) | NAHYUCKCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang