Chapter 1 : mommy?

996 52 2
                                        

"Eca, sayang!?" Teriak seorang wanita dari arah dapur. Dilihatnya sekeliling rumahnya tidak ada satu orang pun yang masuk ke indera penglihatannya.

Kening nya mengkerut heran dengan suasana yang sangat sepi. "Dimana tuh anak? Perasaan tadi masih ngemil di depan tv." Gumamnya sembari celingukan.

Ketika akan beranjak kearah ruang keluarga, pandangan nya menangkap seorang kepala maid yang sedang memberikan instruksi kepada maid lainnya.

"Bi Anna, Lihat Eca nggak?" Tanya nya kepada kepala maid.

"Ahh.. Tuan muda Eca, Tuan muda sudah pergi ke rumah nya Tuan Rhea, Nyonya." Jawab Bi Anna dengan sedikit menundukan kepalanya.

"Eca ada bilang ke Bi Anna nggak, dia mau ngapain ke rumah nya Rhea?"

"Tuan muda bilang mau main sama Tuan muda Rhea, Nyonya."

Mendengar penuturan Bi Anna, Wanita tersebut menghela nafas nya. Segera Ia mengambil ponselnya, dan mendial nomor anak tercinta nya.

Berulang kali menelpon anak nya, tak kunjung diangkat. Hanya terdapat suara operator yang memenuhi panggilan tersebut.

"Bi, Boleh saya minta tolong?"

"Tentu Nyonya, apa yang perlu saya lakukan?"

"Bi Anna tolong ke rumah nya Rhea, sampaikan pada Eca untuk segera pulang ya Bi."

"Baik Nyonya." Balas Bi Anna, yang kemudian ia beranjak pergi menuju rumah teman tuan muda nya, Rhea.

"Ada apa sayang? Kok nyuruh Eca cepat pulang?" Tanya seseorang dari arah belakangnya, yang sekarang sedang memeluk istri tercinta nya itu dari belakang.

Setelah menyelesaikan pekerjaan nya di ruang kerja nya, orang tersebut turun ke bawah dan melihat istrinya yang mencari anak mereka dan meminta kepala maid untuk segera memulangkan Eca ke rumah mereka.

"Gapapa, aku mau minta tolong aja buat anterin kotak ini ke rumah nya Mona, temen arisan aku itu loh." Jawab seorang istri sambil menunjukan beberapa kotak yang sudah berisikan berbagai macam cookies di dalamnya.

Kotak-kotak tersebut kemudian di masukkan ke dalam paper bag. Melihat masih tersisa 3 buah cookies di atas piring, sang istri mengambilnya lalu menyuapkan cookies tersebut kearah suaminya.

Suapan itu di terima oleh suaminya dan melahapnya hingga habis. Melihat itu, sang istri terkekeh kemudian bertanya, "Enak?"

Sang suami menganggukkan kepala nya dengan semangat, dan menjawab. "Hm, enak. Istriku masakannya selalu enak." Sembari menyuium pipi istrinya, yang kemudian sepasang suami istri tersebut tertawa lepas menikmati setiap moment yang mereka lewati.
ㅤㅤ

***
ㅤㅤ

Disebrang rumah pasutri cemara, terdapat dua orang sahabat yang sedang tertawa gemas melihat foto batita yang beberapa hari lalu mereka temui di taman perumahan elit itu. Dua orang sahabat itu sedang berada di pendopo dekat kolam renang rumah tersebut. Mereka sangat larut memandang gemas foto batita tersebut hingga salah satu dari mereka bersuara.


"Eca, coba bayangin deh kamu lagi sendirian di taman perum. Terus tiba-tiba disamperin batita. Terus batitanya manggil kamu mommy." Celetuk seorang sahabat dengan mata yang berbinar membayangkan seorang batita.

Haesa atau yang biasa di sapa dengan Eca itu melirik sambil tersenyum kearah sahabat karib nya. "Um.. sepertinya itu mustahil. Aku gak pernah sekalipun di samperin batita. Kalaupun pernah, itu pasti bareng kamu Rhe. Kamu kan gemesin, cantik, jadi batita pada suka nyamperin kamu." Ujar nya dengan mimik wajah yang terlihat sedih memandangi Rhea, sahabatnya, yang masih tersenyum memandangi foto batita di ponselnya.

Perfect Strangers(?) | NAHYUCKCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang