03

3 0 0
                                        

Terasingnya putri theriona dan berubahnya sifat pangeran vernozi

*****

Kediaman lotus adalah kediaman ratu daxaza. Ratu daxaza memilih kediaman ini karena ia rasa cocok untuk membesarkan putri theriona.

Putri theriona tumbuh akan kasih sayangnya walau kadang ia di hukum dengan begitu keji karena hal begitu sepele. Ibu kandung putri theriona, ratu Caza tak pernah sekalipun menoleh kearahnya malahan ratu Caza memilih untuk meninggalkan anaknya sendiri tanpa makan dan minum.

Pernah waktu putri theriona berumur 6 tahun, dirinya di kurung di sebuah gudang selama 3 hari penuh tanpa di berikan makan dan minum hal hasil putri theriona mengalami sakit parah yang mengharuskan ia di rawat oleh tabib.

Ratu daxaza yang mendengar putrinya di perlakuan tidak mengenakan langsung memberikan pelajaran kepada ratu Caza hingga pertarungan antara dirinya dan juga ratu Caza terdengar oleh sang Raja.

Raja ikut marah lalu menyalahkan putri theriona akan hal ini. Karena ini juga hubungan raja dan ratu daxaza menjadi buruk. Ratu daxaza lebih memilih diam saat raja ada di sampingnya begitu pula dengan raja.

"Ibu." Panggil theriona membawa keranjang bunga untuk ratu daxaza.

Ratu daxaza tersenyum ramah, berusaha untuk bangkit dari atas kasurnya. Theriona yang melihat itu buru buru menuju ratu daxaza, "ibu, kenapa ibu berusaha untuk menggapaiku? Ibu lebih baik istirahat saja jangan banyak gerak ya." Ucap theriona membantu ratu daxaza untuk kembali berbaring.

Memang benar beberapa bulan belakangan ini, ratu daxaza mengalami penyakit yang langkah sehingga para tabib yang mengobati ratu daxaza juga ikut menyerah dibuatnya.

"Ibu merindukanmu nak." Ucap ratu daxaza mengelus pelan pipi theriona.

Theriona tersenyum simpul, lalu menghapus air mata daxaza, "jangan menangis ibu, theriona akan selalu bersama ibu. Lihat apa yang theriona bawa, bunga Lily putih yang selalu ibu ceritakan kenapa theriona!" Ratu daxaza tersenyum kembali.

"Kau putri ibu yang paling manis nak, kau adalah anugrah yang ibu miliki. Terimakasih telah merawat dan mencintai ibu walau ibu bukan ibu kandungmu." Theriona menggeleng baginya ratu daxaza adalah ibu kandungnya bagaimana pun kenyataan yang ada.

Theriona memegang erat tangan sang ibu, lalu menciumnya namun hal yang tak di inginkan terjadi, ratu daxaza terbatuk mengeluarkan darah membuat theriona panik dibuatnya.

Teriakan kuat theriona memenuhi seisi ruang tak lama kemudian tabib mulai berdatangan untuk memeriksa ratu daxaza. Tapi semuanya terlambat, ratu daxaza meninggal dunia.

Theriona yang mendengar kematian ratu daxaza menjadi menggila, teriakan kuat darinya mengalun menyakitkan di setiap telinga semua orang.

"IBU BANGUN!" teriaknya, namun sebuah tarikan kuat membuat theriona mau tak mau harus menjauhi tubuh ibu angkatnya.

Sang Raja datang, ia begitu terkejut mendengar kematian selirnya, air mata Raja mengalir begitu saja. Lalu detik berikutnya tarikan paksa pada tangan theriona menjadi momok mengerikan untuk theriona.

"Yang mulia izinkan aku melihat ibuku! Izinkan aku melihatnya! Ku mohon!" Teriak theriona ingin kembali kedalam namun Raja mengambil cambuk dan kembali mencambuk hingga tubuh ringkih itu terluka.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 07, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

HAMRA WORLDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang