"Fiony, goblok!! Lo nyewain jasa lo buat 100 rebu!?" Alfreya—atau yang biasa dipanggil Freya—sang kakak tertua dari 7 Saka bersaudara, kini tengah menginterogasi adik pertamanya yang bernama Fiony Saka Alveria. Gadis itu mengaku menyewakan jasanya sebagai 'teman pulang sekolah' ke teman kelasnya.
"Habis... aku pikir Mamah kan butuh biaya buat melahirkan..." ucapnya dengan wajah polos tak berdosa, sepolos kucing nyolong ikan.
Freya geleng-geleng kepala melihat tingkah adik-adiknya yang absurd, se-absurd-absurdnya. Mereka berasal dari keluarga miskin—bahkan tempat tinggal mereka bukan rumah, tapi gudang besar. Tapi herannya, isi gudang ini bukan tumpukan barang, melainkan tumpukan tawa dan kelakuan tidak masuk akal.
"Emang Kak Fiony matok harga berapa?" tanya Christy, si anak paling kecil, dengan polosnya.
"Jalan = 100.000
Jalan + pegangan tangan = 150.000
Pegangan tangan doang = 50.000
Cium = 200.000." Ucapnya seperti lagi jualan bakso tusuk.
Freya yang lagi minum langsung menyemburkan air, "WOY, BOCAH!! LO PERNAH DICIUM!?" seru Freya.
"Pernah... trus dia kasih 200.000," jawab Fiony, masih dalam mode polosnya.
Gue punya adek kok kayak...anjing semua!
"Kak Fiony masih mending, ini si Marsha pernah mau dicium demi buah pisang," celetuk Azizi, si anak ketiga.
"Pisangnya juga udah aku balikin..." ucap Marsha tak mau kalah.
Astaghfirullahaladzim. Kalau bukan adik, udah gue jual ke planet Mars lo semua! Lama-lama Freya bisa kena diabetes, bukan karena gula, tapi karena kelakuan adik-adiknya yang kelewat manis... manis absurd!
"Kak Frey, balikin uangku dong," Fiony menyodorkan tangan.
Freya menghela napas.
"Lain kali bener-bener gak boleh, ya."
Ia mengeluarkan beberapa lembar uang merah dari dompetnya dan memberikannya pada Fiony.
"Oke!" ucap Fiony girang, kayak baru menang undian Indomaret.
Tak lama kemudian, pintu rumah mereka dibuka paksa, Seorang wanita paruh baya masuk dengan napas terengah. "Freya! Freya ada!?" seru Ibu tersebut.
"Oh, Bu Uma. Selamat sore," ucap Freya, masih ramah meski baru saja stres mikirin adik-adiknya.
Bu Uma langsung menghampiri Freya. Dari raut wajahnya, jelas—ini bukan kabar good news.
"Freya, gawat Freya!" teriak Bu Uma.
"Gawat kenapa?" tanya Freya.
"Ibu kalian jatuh dari tangga rumah sakit dan terluka! Dokter baru saja menghubungi Ibu."
Petir di siang bolong rasanya masih kalah sama ekspresi anak-anak Saka yang langsung mematung. Ibu mereka memang sedang hamil dan harus sering kontrol ke rumah sakit. Freya sebagai anak tertua—dan satu-satunya laki-laki—jadi tumpuan segalanya. Tanpa berfikir panjang, Saka bersaudara langsung tancap gas!Kecepatan mereka menuju rumah sakit mungkin bisa nyalip sinyal WiFi.
***
"JANGAN LARI-LARIAN DI RUMAH SAKIT!!" seru suster.
"Iya tahu, bawel banget!" omel Freya sambil tetap sprint.
Sesampainya di rumah sakit, mereka langsung BRAAAK! membuka pintu ruangan ibunya dengan gaya kayak mau syuting FTV. Dua perempuan di ruangan itu langsung melongo melihat penampakan Saka bersaudara: rambut acak-acakan, keringat netes kayak air keran bocor, nafas ngap-ngapan.
"Mamah nggak apa-apa?" tanya mereka kompak, kayak girlband.
"Maaf ya bikin kalian khawatir. Mamah nggak papa kok," jawab sang ibu sambil senyum kayak habis liburan, bukan habis jatuh.
"Katanya Mamah jatuh dari tangga!?" Freya heran.
"Iya. Tangga atas. Jadi, sebenernya... Mamah jatuh tiga lantai. Kaki mamah tiba-tiba kepleset." Ucapnya sambil ketawa kecil. Biasa aja, gitu. Bukan orang baru jatuh, tapi orang baru menang kuis.
Freya bengong. Jatuh tiga lantai tapi masih ketawa... Emak gua nih pasti superhero. Superman pun mungkin kagum.
***
Keesokan harinya, seperti biasa Freya selalu curhat tentang kehidupannya saat di kelas. "Jadi begitulah ceritanya..." Freya menceritakan semuanya pada tetangganya, Adelio Fidela Pantjoro, teman sekaligus penyerap semua drama hidup Freya.
"Syukurlah kalau ibumu tidak papa," ucap Adel kalem.
"Ya... untungnya. Tapi, adik-adik sialan gue bikin pusing pala Barbie."
"Kenapa?" tanya Adel.
"Kau tahu Fiony, kan? Dia menyewakan dirinya sebagai teman pulang sekolah. Dia bahkan mematok harga sendiri!"
Adel mengangguk. Gayanya tetap cool, seperti biasanya. "Tren begitu sekarang digemari, sih," ucap Adel enteng.
"Eh, tapi Marsha nggak begitu loh..."
Adel senyum tipis saat nama Marsha disebut. "Aku tahu itu," ucapnya misterius.
"Kau aneh." Freya manyun.
Sumpah, dunia ini makin absurd.
***
Setelah sang ibu diizinkan pulang, Freya kembali ke dalam realita: kerja part-time, mencari uang untuk biaya lahiran, dan mengurus adik-adik yang kelakuannya seperti kartun tanpa sensor. Malam ini, Freya baru saja pulang dari pekerjaannya memperbaiki jalan. Dengan baju lusuh dan sepeda setia, dia menyusuri jalan kota yang ramai. "Apa gue juga harus nyewain jasa kayak Fiony, ya..." gumam Freya. Ia mencubit pipinya sendiri. Hush! Gak boleh, Freya! Jadi laki-laki itu harus kuat! Harus tegar!
Tiba-tiba..."Hey! Tunggu! Kamu yang bersepeda!" Seorang bapak muda, memakai jas rapi, berlari ke arahnya.
Freya menoleh bingung.
"Kau Mahasiswa?"
"Bukan."jawab Freya.
"Umurmu berapa?"
"18 tahun"
"Kau Pulang kerja? Pekerjaan apa?"
"Memperbaiki jalan." Jawab Freya sekenanya.
"HAH!? Sayang sekali! Orang seperti kamu bisa kerja lebih baik!"
Freya melongo. "Ya... tapi..."
"Dengarkan... Kalau aku menawarkan pekerjaan yang lebih menguntungkan, kau mau?"
"Mau," bisik Freya.
Bapak itu sumringah.
"Sungguh, Ayo ikut ke tempatku. Nanti aku jelaskan di klubku."
"Hore..." Tunggu… Klub?
Bapak itu menunjuk banner besar:
'PINK CHERRY.' Freya langsung memasang ekspresi jijik campur trauma. Yang benar aja anjing... MASA GUE HARUS JUAL DIRI!?
***
Pembaca yang Menyukai Cerita Author, Atau yang ingin memberikan dukungan melalui Finansial, Bisa memberikan Dukungan melalui Link Saweria, Yang author Sematkan Di Profil.
Penulis Juga Butuh makan, Namun Author tidak memaksa Para reader, Ok!!
Dukungan bisa melalui Link Saweria : https://saweria.co/Ussa
KAMU SEDANG MEMBACA
Realita Kocak Seekor Freya (HIATUS)
General FictionFreya Saka Alveria, cowok paling tua dan satu-satunya dari tujuh bersaudara, hidupnya udah kayak sinetron tanpa iklan. Bayangin aja, tinggal di gudang tua, adik-adiknya absurd semua kayak karakter bocor dari anime, dan sekarang... ibunya hamil lagi...
