Chapter 1 : When The Sky Lost The rhythm "Part 2"

15 1 0
                                    

Aku berjanji untuk diriku sendiri dan untuk Kaela...AKU BAKAL NEMUIN PEMBUNUHNNYA.

Kenes : "bagus, sekarang sudah kita mulai menyelidiki ya?."

Audrey : "okay, tapi kita mulai dari mana enaknya?."

Secara tiba-tiba, S-card kami berbunyi. Kamipun mengambil S-card kami dan melihatnya. S-card itu menunjukkan petunjuk yang sangat penting bagi kami.

================================

Victim Student : Kaela

Mati karna : Meminum Racun

Bagian tubuh : None

Tempat ditemukan : Toilet cewe

================================

Kenes : "Sepertinya Evilon benar-benar ingin kita untuk saling membunuh ya?."

Audrey : "iya, dan seperti yang kita lihat, Kaela mati karna minum racun berarti?..."

Kiki : "Tadi dia minum Matchaku."

Audrey & Kenes : "Hah?."

Kiki. : "iya, tadi pas aku mau minum Matchaku, Kaela langsung meminum habis matchaku."

Kenes : "yang buat matcha itu siapa?."

Kiki : "yang buat Faliq sih."

Audrey : "Berarti, kemungkinan besar Faliq pembunuhnya."

Kiki : "Aku rasa juga gitu."

Kenes : "Sebaiknya kita cari petunjuk lebih, kita tidak bisa asal menuduh."

Audrey : "Yaudah, kita keluar dulu yuk?."

Kenes & Kiki : "yuk."

Aku pun mengembalikan Kaela ke tempatnya semula, Kami pun langsung keluar dari kamar mandi. Saat di luar, Evilon berdiri di samping ruang toilet.

Evilon : "lama banget kalian." Ucapnya sambil bersandar di dinding.

Kenes : "Kamu ngapain disini?." Tanyanya

Evilon : "Aku mau ngasih ini." Ucapnya dan memberikan sebuah tablet.

Saat kami membuka tablet itu, tablet itu menunjukkan daftar log out di laboratorium. Disana tertuliskan ada
1. Frisa
2. Arryon
3. Faliq

Kiki : "Kamu ngapain ngasih ini?." Tanyaku bingung dengan pemberian dari Evilon.

Evilon : "Kalian kan yang baru menyelidikikan?, sebagai kepala sekolah yang baik, tentu aku akan sedikit membantu kalian di Classtrial pertama kalian." Jawabnya dengan penuh percaya diri.

Audrey : "tumben baik."

Evilon : "kalau gak butuh balikin." Jawabnya dengan sangat datar.

Kenes : "Butuh!, Audrey tadi cuma bercanda hehe."

Evilon : "Terserah bye-bye!." Jawabnya dan hilang entah kemana lagi.

Setelah kami melihat ke tablet itu, kami pun melanjutkan diskusi kami.

Audrey : "Kok aku makin yakin Faliq pembunuhnya ya?." Ucapnya masih berpikir dengan informasi dari Evilon

Kenes : "Dengan ini, makin besar kemungkinannya." Jawab kenes.

Kiki : "Gimana aku interogasi Faliq?, kalian coba ke Laboratorium cari racun apa yang di pake, siapa tau ada petunjuk lain." Ucapku

Kenes : "Kamu sendiri? Yakin gakpapa?."

DEATH CLASSROOM Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang