Pernikahan merka memanglah karna keterpaksaan dan renjun mempertahankan pernikahan itu hanya demi anak-anaknya.
Renjun juga harus menerima kenyataan tersebut apalagi suaminya tidak mencintai nya.
Bagaimana jika jadinya hubungan pernikahan sudah 8...
Waktu sudah menjelang pagi yang artinya dirinya harus bangun lebih awal karna harus membuat sarapan untuk anak-anak nya dan tak lupa dia juga harus memasak untuk orang tua nya.
Langkah kakinya dia turunkan di tangga beruntung sekali kala masih tidur jadi dia lebih tenang meninggalkan nya untuk dia masak.
Dia terus berjalan menyusuri tangga namun langkah kakinya terhenti ketika melihat seserang berdiri di depan kompor seperti berusaha untuk menyalakan kompor tersebut.
"Ck kenapa susah nyalain,Ayolah nyala"
Jaemin kesal dengan benda mati itu karna sedari tadi benda itu tidak mau mengeluarkan api dari tumpu itu.
"Selain lo bajingan ternyata lo gak punya malu juga ya"
Jaemin menoleh kebelakang dirinya menoleh kebelakang, dirinya melihat istrinya itu tangannya sudah bersingkap di dada.
"Gua mau coba masak tapi kompor gak mau nyala" Ucapnya sambil menggarukkan rambutnya yang tidak gatal itu.
"Kenapa mau masak? Mau cari perhatian sama anak-anak? Lo tau dengan cara seperti itu lo bisa membuat rumah ini kebakaran dan itu bahaya"
Jaemin mengerutkan keningnya karna ucapan renjun barusan, emangnya salah jika dia ingin mencoba memasak makanan untuk renjun. Ya itung- itung mencoba menarik perhatian renjun.
"Maksud lo apa ren? Gua gak paham kan gua mau coba nyalain kompor"
"Ya Lo sengaja mau celakai gua sama anak-anak?!?! Gimana kalo misalnya tabungan gas itu meledak . Apa lo gak mikir resikonya. Buat apa sih lo seperti itu? Sengaja mau caper apa gimana"
Jaemin menghela nafas panjang lagi-lagi dirinya salah lagi dimata renjun.
"maaf... gua niatnya cuman masak buat Lo sama anak-anak karna keliatan nya Lo capek banget"
Hanya satu kata itu yang bisa dia ucapkan.
"Lo gak perlu repot- repot seperti itu, gua udah bilang semalam lo pergi dari rumah ini. Kenapa lo gak pergi sih"
Ya jaemin tidak pulang kerumahnya jadi dia lebih memilih menunggu renjun di sofa dan menunggu renjun membuka pintu nya namun tak kunjung membukanya. Dia tidak tidur sama sekali, jaemin masih setia menunggu kehadiran renjun.
"Buat apa gua pergi kalo misalnya lo sama anak-anak gak ada di samping gua"
Renjun yang mendengar itu merotasikan matanya lalu melenggangkan kakinya pergi meninggalkan jaemin.
renjun mengambil bahan-bahan di kulkas untuk dia masak, dia ambil apron itu lalu memakaikannya di tubuhnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jaemin membatin memuji pesona renjun apalagi tangannya begitu lihai memotong dan mengorak ngarik masakan.
Pandangan jaemin tidak sedikit pun dia alihkan, dirinya masih memandang renjun tak lupa senyum yang terukir di bibirnya.