20. who? ⚠️

1.4K 112 18
                                        

12 tahun renjun meninggalkan jaemin, banyak perubahan yang dia dapat. Setengah mati kerja dari pagi hingga sore hari untuk kehidupan yang layak untuk anak-anak nya, dirinya sengaja memilih pekerjaan itu sampai sore karna untuk malam harinya lebih baik dia menghabiskan waktu nya untuk ketiga putra dan ia juga tidak ingin ketiga anaknya merasa kekurangan kasih sayang dari nya.

Meskipun orang tua nya selalu mencoba memberi pekerjaan atau uang dari orang tuanya, renjun selalu menolak nya karna dia tidak ingin merepotkan mereka dan dia juga ingin membesarkan ketiga putra nya dari hasil jerih payahnya sendiri.

Jika semua orang selalu menanyakan apakah dia tidak menikah lagi saja dengan begitu ada lelaki yang bisa menafkahinnya. Jujur saja renjun sedikit terganggu dengan pertanyaan itu seolah dirinya semua orang meragukkannya padahal dia kerja pontang panting untuk anaknya.

Renjun bener-bener tak habis pikir dengan pikiran orang sekarang.

Renjun menatap jam dinding yang artinya dia harus pulang secepat mungkin.

"Renjun"

Renjun merasa terpanggil pun ia segera menegok kebelakang dan melihat lelaki yang tersenyum yang penuh arti dan menatapnya dengan tatapan yang sedikit menganggunya.

"Kamu pulang secepat itu kayak punya suami aja" Ucapnya sambil berjalan menuju kearah renjun.

Renjun hanya memejamkan kedua matanya dan menghela nafasnya berat. Memang temen kerja yang jauh lebih tuanya itu selalu kurang ajar bahkan dia tak segan untuk mengganggunya.

"Sabar ren, demi anak-anak" Renjun mengusap dadanya

Ruangan kantor cukup sepi dan tidak ada orang disana, ruangan itu cukup sunyi.

"B-bapak mau ngapain?! " Renjun panik ketika tangan itu mencekalnya.

"Ini moment yang pas untuk kita menghabiskan malam berdua"
Karyawan semua sudah pulang duluan hanya tersisa mereka berdua.

"Bapak jangan macam-macam dengan saya" Renjun menatapnya dengan tajam namun pria itu sama sekali tidak takut.

Pria itu dengan beraninya menarik tangan renjun lalu mengendus lehernya.

"Momen yang pas untuk kita bermain disini"

Renjun tidak bisa untuk mentolerasikan pria ini. Dia membalikkan badannya lalu membogem di area selatannya sehingga pria itu meringis kesakitan.

"Berani kamu kurang ajar sama saya?!"

Renjun tidak peduli dengan ucapan pria tua bangka itu dia,renjun memilih kabur namun pada saat renjun mencekal knop pintu tangan sebelah kirinya merasakan ada tangan yang mencekalnya dengan kuat.

"Lepas brengsek" Renjun menitikan air matanya karna cekalan itu sulit di lepaskan

"Jangan jual mahal seperti itu, kamu pasti akan menikmati nya"

"Lepasin,bajingan"

"Bicara yang sopan, saya ini senior kamu"

"Gak perlu di sopanin senior kurang ajar seperti anda dan saya gak segan buat menghajar anda. "

"Oh saya tidak takut" Ucapanya dengan nada remeh lalu dengan beraninya tangannya merengkuh kedua pinggang renjun.

"Saya tidak takut karna power saya disini kuat juga dan saya bakal bilang kamu sudah menggoda saya"

"Kamu pikir dengan status mu itu apa orang percaya? "

" Saya bakal teriak" Pria itu acuh dengan ancaman renjun malah dengan beraninya dia mencium bibir renjun dan melumatnya.

Half Husband jaemrenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang