renjun melangkah maju untuk memasuki rumah nya dengan menahan rasa sakit di area bawahnya,tak lupa Penampilan berantakan renjun ia rapihkan. dirinya tidak ingin anaknya tau jika ibunya hancur di depan anaknya.
"Mama"
Navio merentangkan tangannya sepertinya anak itu ingin di peluk.
Renjun menghampiri nya dan berusaha mensejajarkan tubuhnya dengan anaknya lalu dirinya ikut membalas pelukan anaknya.
"Kakak vio udah sarapan belum?"
Navio menggelengkan kepalanya karna anaknya itu tidak bisa makan kalo tidak ada renjun.
"Nanti mama buatin makanan kesukaan kak vio ya"
Navio akhirnya senang ketika ibunya membuatkan memasak untuk dirinya.
"Abang naren mana? "
"Abang tadi udah berangkat sekolah di antar kakek"
"Lalu adek kemana? "
"Adek sama nenek kok tadi, adek daritadi nangis ma "
"yasudah mama bakal lihat adek nanti tapi untuk sekarang kamu mandi sama mama"
"Oke mama"
Renjun harus mandi apalagi tubuhnya terasa lengket karna permainan ranjangnya bersama jaemin, bau sperma jaemin masih tercium di hidungnya.
Renjun menggendong anak kedua nya dengan segera menuju ke kamar mandi.
begitu sampai di kamar mandi dengan memandikan dirinya terlebih dahulu namun setelah itu ia memandikan anaknya.
sudah selesai mandi renjun pun membawa navio masuk ke kamarnya dan memakaikan baju anaknya.
"Udah selesai, kamu sudah wangi "
Pakaian renjun masih dalam berbalut dengan bathrobe yang sudah menutupi badannya.
Pada saat renjun mengambil pakaiannya tiba-tiba ibunya datang menghampirinya dengan menggendong anak ketiganya.
"Kala dari tadi nangis ren,seperti nya dia butuh asi kamu. "
Renjun pun mengangguk lalu mengambil kala dari gendongan ibunya,namun tak lama suara ibunya membuat dirinya menjadi diam.
"Ren bagaimana hubungan kamu dengan jaemin"
"A-aku sama jaemin Baik-baik aja kok bu"
Renjun tidak ingin membebani pikiran orang tuanya, dirinya memilih untuk tidak menceritakan semuanya.
jika ia datang kesini pun selalu beralasan karna anaknya kangen dnegan orang tuanya ataupun beralasan jika jaemin sibuk.
Renjun duduk di tepi kasur lalu membuka tali bathbore nya dan nipple renjun dia arahkan ke mulut anaknya.
Tanpa sabar anaknya menyedot kuat asinya, anaknya memang haus.
Renjun sangat khawatir karna sedari tadi tidak makan atau pun minum semoga asinya keluar banyak.
Renjun mengusap kepala anaknya itu dengan lembut sesekali mencium puncuk kepala anaknya.
namun entah kenapa Air mata renjun mengalir begitu saja ketika melihat wajah anaknya yang tertidur dengan tenang,entahlah dirinya menangis karena masih mengingat perkataan jaemin.
"Kamu jawab jujur sama ibu, kamu lagi ada masalah sama jaemin? "
Renjun menggigit bibir bawahnya, menahan diri untuk tidak menangis di hadapan ibunya.
"ibu aku gapapa kok"
Winwin hanya menghela nafas karna hatinya merasa tidak tenang, ia juga tau jika anaknya itu menyembunyikan sesuatu darinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Half Husband jaemren
Hayran KurguPernikahan merka memanglah karna keterpaksaan dan renjun mempertahankan pernikahan itu hanya demi anak-anaknya. Renjun juga harus menerima kenyataan tersebut apalagi suaminya tidak mencintai nya. Bagaimana jika jadinya hubungan pernikahan sudah 8...
