Jaemin meratapi kesendirian nya, tak ada seorang pun berada di sisiNya. Kini terasa hampa. Jika dia bisa memilih mati maka dia akan memilih mati namun sebelum itu dia harus menemui renjun dan ketiga anaknya.
Hidup nya sekarang sendirian tak ada orang yang menetapnya. Ini sebuah karma untuknya. Kondisi jaemin pun terpuruk tak ada lagi gairah untuk hidup.
Keberadaan renjun sulit ia temukan hingga saat ini, mungkin yuta juga pasti menghapus jejak keberadaan renjun sehingga jaemin sulit untuk mengakses nya.
Untuk mencari keberadaan renjun dia juga berani membayar mahal namun jaemin tidak mempermasalahkan itu yang terpenting dirinya bisa bertemu dengan renjun secepatnya.
Penyesalan atas semua yang dia lakukan terhadap renjun dan berkali-kali jaemin memenangis seorang diri. Dan untuk Makan pun terasa hambar bahkan tak jarang jaemin memakan nya walaupun hanya sesendok. Masakan dari tangan renjun yang sangat dia rindukan. Jaemin tidak peduli dengan kondisi fisiknya sekarang yang terlihat kurus dan kering apalagi dirinya malas untuk membersihkan badannya kadang sehari mandi juga dia bisa.
Tubuhnya jaemin seperti mayat hidup ataupun orang gila yang tak pernah terawat karna dia sudah tidak ada semngt untuk menjalani hidup.
Matanya terasa perih dan panas dan kantung mata sudah menghitam karna jaemin juga kurang untuk tidur.ia tak kenal siang ataupun malam untuk mencarinya, tiap harinya dia berkutat di laptop berharap dia menemukan informasi walaupun hanya sedikit.
Terkadang dia juga lelah namun itu udah konsekuensi yang harus dia tanggung.
"Jaemin"
Panggilan itu terdengar di telinganya membuat nya menengok ke sumber suara tersebut.
"Gimana lo udah nemuin keberadaan renjun? " Tanya jaemin kepada Jeno
Ya jeno, dia adalah sahabat yang ikut membantu mencari renjun selama ini.
"Nihil,jaem." Ucapnya sambil menggelengkan kepalanya.
"Gua harus gimana jen? Gua gak mau kehilangan renjun lama-lama". Ujar jaemin dengan lemah.
"Lo emang harus minta maaf sama dia bila perlu sujud dikakinya"
"Gua beneran nyesel udah nyakitin dia"
"Ya gimana lu udah nyakitin dia terlalu dalam, dia juga bisa capek ngadepin lu" Timpal Jeno membuat jaemin tidak berkutik
"Gua sadar jen, gua jahat gak cuman ke renjun doang tapi ke anak gua juga. Dosa gua sama mereka banyak. "
"Jangan bilang lo ngelantarin anak lo juga? " Jaemin mengangguk lemah.
Bugh!
"Bajingan" Jeno bener-bener emosi terhadap jaemin. Dia kira kesalahannya hanya terhadap renjun saja ternyata anaknya pun ikut terlibat dengan keegoisan jaemin? Ia tak menyangka jika sahabat nya itu bener-bener brengsek.
"Iya gua bajingan, gua ayah yang buruk.
Gua sering kecawain anak gua dan selalu prioritas anak arlleta dibanding mereka. Gua nyesel jen, bener-bener nyesel. Andai waktu bisa berputar mungkin gua gak bakal memperlakukan mereka sebaik mungkin dan berusaha menjadi ayah yang baik bagi mereka". Jaemin menundukkan kepala untuk merenungkan kesalahan nya.
"Lu tuh goblok!! Kan udah gua bilang dari dulu jangan pernah sakitin renjun?! Apa susah nya Terima dia! Dan Kenapa anak lo juga harus ngerasain juga?!" Ucap Jeno dengan nada tinggi
"Kalo kayak gini posisi nya lo bener-bener salah. Lo udah nge hancurin mental anak lo juga. Gua juga punya anak dan seorang ayah juga ngerasain sakit apalagi renjun sebagai ibunya". Ya jeno sudah menikah dengan haechan dan dikaruniai anak kembar yang masih berusia 6 bulan
"Kenapa lo Terima perjodohan itu? Seharus nya lo tolak perjodohan itu?lagian pada saat itu kalian masih muda apalagi renjun masih belia itu masa-masa renjun yang seharus menata rapih hidupnya dan kenapa lo masih mempertahankan pernikahan itu selama 8 tahun? Itu waktu gak sebentar apalagi sampe punya anak bahkan 3 emang lo waktu berhubungan gak ada perasaan sama dia?".
"Papa gua maksa buat nikahin renjun dan gua sempet nolak apalagi gua masih pacaran sama arletta. Segala cara papa luluhin gua apalagi sampe ancaman dia untuk mau nikahin renjun. Disitu gua hanya Terima dengan terpaksa dan harapan satu-satunya renjun yang menolak namun ternyata renjun terjma perjodohan ini dari situlah gua benci dia dan menyalahkan dia lalu berpikir dia menerima nya karna harta semuanya padahal dia juga korban. "
"Selain itu juga gua menikah dengan renjun masih berhubungan dengan arletta. Jika renjun protes maka gua bakal marah dan gak segan buat berlaku kasar sama dia. Dan untuk anak? Ya gua memperkosa dia dan berusaha untuk hamil karna pusing papa selalu minta buat punya anak dan dari situ menjadi kecanduan berhubungan badan dengan renjun meskipun dia selalu menolak dan menangis waktu sex ama dia".
"Setelah gua punya anak 2 dan entah kenapa perasaan gua hilang dengan areltta bahkan dia menikah gua masa bodo. Namun pada saat itu juga renjun minta pisah sama gua dan di situ gua kalut akhirnya gua membuat dia hamil lagi supaya renjun gak kemana-mana."
"Berarti lo disitu udah cinta ama renjun?"
Jaemin mengangguk setuju dengan pertanyaan Jeno.
"Lalu kenapa? "
"Arletta kembali dengan keadaan hancur karna suaminya yang berlaku kasar dan itu membuat gua iba apalagi anaknya masih kecil. Gua menolong dia dan selalu prioritasin dia karna gua pikir renjun tidak membutuhkan tuh bisa tanpa harus adanya gua untuk mengurusi anak-anak."
"Emang pantas renjun minta pisah sama lo dan ninggalin lo. Kalo misalnya gua jadi dia gua bakal pergi udah dari lama"
"papa ngasih tau gua alesan dia nikahin dia untuk menebus kesalahannya terhadap ibunya renjun"
Jaemin menceritakan semuanya tanpa harus dia tutupi lagi membuat Jeno menggeleng tak percaya. Plot twist macam apa ini?!
Sengaja aku gak jelasin ulang karna kalian juga pasti tau kan ya wkwkwk
"Lo disini juga korban namun salah juga karna udah nyakitin perasaan renjun. Dan lo emang harus cari mereka sampe ketemu dia. Lo harus belajar dari kesalahan lo itu jangan sampe terulang kembali"
"Sedari awal gua juga salah, gua akuin itu. Gua pengen renjun kembali sama gua lagi. Hidup tanpa dia hampa banget. Semangat untuk hidup gua udah hilang. Gua bener-bener gak bisa hidup tanpa renjun. Dan lo bener 8 tahun tuh tidak sebentar jadi gua gak biasa hidup tanpa renjun. "
"Lo sahabat gua dan gua yakin lo bisa perjuangin renjun namun lo jangan memaksakan dia untuk memenuhi keinginan lo itu dan lo harus menerima apapun keputusan renjun. Lo masih punya anak yang masih membutuhkan lo dan lo harus memperbaiki hubungan lo sama anak-anak lo juga jangan sampe di benci lo dan bener-bener gak mau menganggap lo sebagai ayahnya, emang lo mau itu semua terjadi? Enggak mau kan. "
"Bantu gua jen sampe gua bertemu mereka, lo mau apapun dari gua bakal gua kasih. Tolong bantu gua jen. "
"Gua bakal berusaha membantu lo sampe ketemu mereka. "
"Terimakasih jen"
Ucapnya dengan tersenyum dan dibalas oleh Jeno.
KAMU SEDANG MEMBACA
Half Husband jaemren
FanfictionPernikahan merka memanglah karna keterpaksaan dan renjun mempertahankan pernikahan itu hanya demi anak-anaknya. Renjun juga harus menerima kenyataan tersebut apalagi suaminya tidak mencintai nya. Bagaimana jika jadinya hubungan pernikahan sudah 8...
