Ketakutan renjun atas apa yang dia alami sekarang terjadi,sungguh tubuh nya bergetar hebat.
Sementara pria tersebut menatapnya tak percaya bahwa di hadapannya adalah orang yang dia cari selama bertahun-tahun mencarinya.
"Kamu gapapa? " Sahut seseorang namun tak dapat respon oleh sang empu.
Renjun masih ketakutan dan tangannya pun gemetar masih memeluk kedua kakiya.
"Hei-kam..." Ucapnya sambil menepuk pelan bahu renjun.
"Pergi... Pergi"
Renjun terus berucap seperti itu dengan gemetar.
Melihat eksperisi renjun seperti ketakutan,pria tersebut langsung membuka jas untuk menutup bagian yang terbuka dan renjun pun segera mengancingkan bajunya.
"Ren,Tenang lah. Ini aku guanlin" Guanlin melihat tanpa berpikir panjang lagi iya langsung memeluk tubuh renjun lalu mengusap punggung dengan pelan.
Renjun juga memeluknya dengan erat seolah menyalurkan rasa takutnya terhadap pria tersebut.
"Ak-aku takut Lin" renjun masih meneteskan air matanya.
Guanlin tidak tega melihat orang yang ia cintai sampai sekarang dan ia cari selama ini sedang repuh.
"Aku tau tapi kamu sudah aman" guanlin mengusap kepala renjun dengan perlahan dan berusaha untuk menenangkannya.
Guanlin pun mengangkat tubuh renjun dan membawa nya masuk kedalam mobil hitam miliknya.
Tangan sebelah guanlin pun menganggam erat tangan renjun sambil sesekali melirik ke arah renjun.
Entah kenapa perasaan yang dari dulu ia ingin menghapus begitu sangat sulit meskipun sekarang ia mempunyai tunangan.
"Ren,aku antar sampai rumah ya tapi nanti kamu yang arah kan jalannya ." Renjun hanya mengangguk dan tangannya mengeratkan tangannya di jas milik gualiin.
Tak lama mereka pun sampai di rumah dan melihat putra tengahnya menatap ibunya dengan khawatir.
Navio melihat mata sembab nya pun menghampiri ibunya dan mendorong gualin dengan keras.
Ia langsung Menyimpulkan bahwa pria tersebut telah menyakiti ibunya,ia tidak menerima itu.
"Om, apain mama saya?!?!" Ia menarik kerah gualin.
Renjun yang melihat itu membelakan matanya dengan lebar.
"Navio!!" Teriak renjun
Navio tidak menghiraukan ucapan ibunya dan kini tangannya mendaratkan pukulannya di pipi guanlin.
"Kak..lepasin,dengerin penjelasan mama dulu." kali ini teriakan renjun semakin kencang dan itu membuat navio melepaskan kerah guanlin.
Renjun pun berjalan mendekati navio lalu membawa nya duduk di kursi dan menceritakan semua nya terhadap anaknya atas apa yang ia alami tadi.
"Kamu ini bisa-bisanya memukul orang yang udah menolong mama" renjun mencubit telinga navio lumayan kencang.
"Aduh.. sakit mah, aku kan gak tau" navio mengaduh kesakitan karna jeweran ibunya itu tidak main-main.
"Maaf ma,ampun.aku kan cuman khawatir sama mama." Ucap navio lagi sambil mengelus telinga nya yang merah.
"Minta maaf sama om alin,lihat tuh mukanya sampe lebam gitu." Navio pun kini menatap guanlin dan mengulurkan tangannya terhadap gualin.
"Aku minta maaf,om"
Guanlin pun mengulurkan tangannya juga dan tersenyum kepada navio.
"Om gapapa kok" Ucap guanlin sambil menatap navio.
KAMU SEDANG MEMBACA
Half Husband jaemren
FanfictionPernikahan merka memanglah karna keterpaksaan dan renjun mempertahankan pernikahan itu hanya demi anak-anaknya. Renjun juga harus menerima kenyataan tersebut apalagi suaminya tidak mencintai nya. Bagaimana jika jadinya hubungan pernikahan sudah 8...
