kiss?

1 0 0
                                        

"Saya sudah ada di depan kak", ucap driver grab yang Reina pesan.

" Oke Pak saya turun, tunggu ya", jawab Reina yang langsung keluar dari kamar apartemen nya.

Berjalan melewati koridor apartemen dengan langkah kaki yang lumayan cepat, Reina takut hari ini ia akan telat masuk kampus.

15 menit sudah Reina duduk dalam mobil grab, kini Reina sudah ada di depan kampusnya di jam 7.55, kurang 5 menit lagi kelasnya dimulai.

Saat tengah berlari Reina tak sengaja menabrak sosok laki laki yang berjalan berlawanan arah denganya.

"Aduh", pekik Reina.

" Ati ati ", jawab Bima.

" Kak Bima? ", ucap Reina yang senang melihat Bima kembali setelah beberapa hari ini tak terlihat.

" Bukan, gue kembaranya", goda Bima.

"Apaan sih kak, ga lucu sama sekali", jawab ketus Reina.

Bima hanya tersenyum tipis dan langsung berjalan meninggalkan Reina.

Tak dapat menutup perasaan senangnya, Reina yang tadinya tidak semangat kuliah, kini moodnya langsung naik 100%.

Sesampainya di kelas, teman teman Reina pun terheran.

"Lo kenapa Rein? ", tanya lisa yang bingung melihat Reina yang senyum senyum tidak jelas.

" Ya ampunn lo ga gila kan Rein? ", ucap bayu sembari menempelkan tanganya pada dahi Reina.

" Gaes, gue gapapa, ya lagi bagus aja moodnya, hhe", jawab Reina santai.

"Oh oke, hemmm", jawab lisa yang sedikit curiga.

" Nanti ke kantin ya, aku laper banget",ujar sarah.

"Iya iya tukang makan", jawab Reina yang diikuti dengan gelak tawa teman temanya yang lain.

***

" Sumpah ini mie ayam nya enak banget, tumben sih",ucap sarah sambil terus memakan dan meresapi rasa mie ayam kantin.

"Dia kenapa? ", tanya lisa pada yang lain.

" Wkwk, kelaperan sih kayanya", jawab Reina.

"Omg gaesss, liat noh, the handsome boys ya ampun pada seger seger bener dah", ucap bayu dengan nada khas nya itu.

Lisa, Reina, Sarah bersamaan langsung menoleh ke arah perkumpulan laki laki itu.

Reina melihat personil yang dari kemarin tak terlihat sedikit melukis senyum dibibirnya. " Akhirnya ", batinya.

"Kemarin kayanya ganjil deh, sekarang udah genep aje", ujar lisa yang tak tau menau soal perkumpulan laki laki itu.

" Kak Bima itu yang ga ada dari kemarin", celetuk Reina tanpa sadar sembari memakan baksonya.

"Lo kayanya kenal banget deh rein, curiga nih lama lama gue", lisa.

Songaj Reina sadar dan tak sengaja menyeruput kuah bakso sampai tersedak.

" Minum minum minum", ucap Bayu menyodorkan es teh nya. Reina pun langsung meneguk es teh yang diberikan Bayu itu.

"Kan gue udah pernah bilang kalo kak Bima itu satu apartemen sama gue, jadi gue tau aja gitu, ga ada apa apa kok, cuma sebatas tau aja", jawab Reina.

" Sekalipun kamu ada apa apa juga gapapa Reinaaa, ya kan gaes? ", ujar Sarah.

Bayu dan Lisa pun mengangguk setuju dengan pernyataan Sarah.

"Ga mungkin lah, hhe", jawab Reina kikuk. " Ehm gue mah ke toilet bentar yah, kebelet pipis", lanjutnya.

Reina meninggalkan ketiga temanya dan berjalan menuju toilet kampusnya yang terletak tak jauh dari kantin. Tanpa Reina sadari saat berjalan menuju toilet Bima dari kejauhan memperhatikan gadis itu.

"Woy, lu liat apasih Bim? ", tanya joshua yang membuat teman yang lain melihat ke arah Bima. Bima tak menjawab ia hanya menatap joshua dan ke 6 teman yang lain.

" Bima lagi liat bidadari kampus nih kayanya hahaha ", ujar Rizky yang langsung diikuti gelaj tawa teman temanya.

Tanpa menjawab Bima segera bangkit dari duduknya.

" Eh eh eh mau kemana lo? ", tanya Malik pada Bima yang tiba tiba bangkit dari duduknya.

" Toilet", jawab Bima singkat.

"Ikutttttt", goda joshua.

" Najis", jawab Bima ketus.

"Kapan lagi liat Bima pipis kan, hhe", jawab joshua yang langsung mendapat kotesan dari teman temanya.

Tanpa bicara lagi Bima segera berjalan menuju toilet, entah apa yang akan Bima lakukan, ia hanya ingin mengikuti gadis itu pergi.

Kini Bima berada di depan pintu toilet wanita, menunggu gadis itu keluar.

"Eh", sontak Reina karena terkejut melihat Bima ada di depan pintu toilet wanita. " Ka Bima ngapain ke toilet cewe?, ka Bima mau ngintip ya? ", lanjut Reina mengintimidasi Bima.

Bima yang tak menjawab sepatah kata pun hanya berjalan maju mendekati tubuh Reina, hingga tanpa sadar Reina terus berjalan mundur dan tak ada ruang lagi untuk Reina berjalan karena dibelakang Reina sudah mentok dengan tembok toilet.

" Ka Bima mau ngapain? , ka Bima jangan macem macem ya!, aku bisa teriak kenceng", ancam Reina dengan wajah takut.

"Gue mau kasih lo kiss", ucap Bima yang membuat Reina melotot kan matanya.

" Kki.. Ki.. Kiss? ", jawab Reina ragu dan dengan wajah takut, kaget, ahh pikiran Reina keman mana.

Tanpa menjawab Bima hanya melihat sorot mata Reina, entah berapa lama lagi Bima ingin melihat wajah gadis itu, lucu?, hha iya. Bima suka melihat wajah gadis itu ketakutan. Cantik?. Ya.

" Nih", ucap Bima sembari menunjukkan permen kiss yang ada di ditanganya.

"Hah? ", Reina yang bingung pun bergantian melihat ke arah tangan dan muka Bima.

" Iya, ini permen kiss buat lo ", jawab Bima tanpa merasa bersalah karena sudah membuat gadis itu ketakutan.

" Apaan sih kak, ga jelas banget tau gak ", ucap Reina yang langsung mengambil permen di tangan Bima dengan nada kesalnya.

Bima yang melihat Reina kesal hanya tersenyum.

Reina yang kesal mendorong tubuh Bima menjauh dan berjalan meninggalkan Bima.

Saat hendak pergi Bima menahan tangan Reina, sontak Reina kembali membalikkan badanya.

" Baca tulisan permenya", ujar Bima.

Reina gugup, entah ada apa hingga mulut Reina tak mampu menjawab Bima apapun.

Bima yang melihat Reina kebingungan langsung melepas tangannya dan berjalan meninggalkan Reina. Iya Reina ditinggal sendirian dengan isi kepala yang tak jelas dan dengan hati yang berdegup sangat cepat.

Kini Reina sudah ada di meja kantin bersama dengan temannya yang lain, saat hendak memakan baksonya lagi Reina tak sengaja melihat lurus ke arah Bima, Bima pun tengah melihat Reina. Canggung?, Reina merasa canggung, tak percaya akan kejadian di toilet tadi.

Reina yang sadar dengan permen kiss yang diberi Bima pun kembali mengambilnya dalam saku bajunya. " I LOVE Y", dibelakang bungkus permen kiss itu tertulis I LOVE Y, sontak Reina kaget, apa maksut Bima menyuruh Reina membacanya?, apa Bima????. Ah mungkin Bima cuma iseng. Begitulah isi pikiran Reina.

Dari kejauhan Bima melihat Reina membaca tulisan permen itu, ia hanya tersenyum tipis. Gadis itu berhasil membuat Bima membuka hati.

***

Dikamar apartemen nya, reina memegang permen dari Bima, terus memikirkan apa artinya semua ini.


Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 13, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

01 JANUARICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang