Chapter 24

846 52 33
                                        

Happy reading


"Istirahat lah, aku akan menjemput Apo besok" ucap Mile.

"Gimana dengan Jennie?" Tanya Apo, meski kelakuan sahabat nya yang satu itu rada mines tetapi Apo tidak bisa meninggalkannya.

"Tidak perlu khawatir Jennie bisa ikut kita" mendengarkan ucapan Mile, Apo mengembangkan senyumnya.

"Mile emang yang terbaik! Baiklah sampai jumpa besok dan mile hati-hati dijalan"

"Iya sampai jumpa sayang" pamit Mile dan mulai menjalankan mobil nya.

Wajah Apo memerah, dia belum terbiasa dengan panggilan sayang dari mile sehingga membuat dia merasa malu dan senang.

"AKHHHH BABI!!!" Teriak Apo begitu membalikkan tubuhnya muka Jennie langsung terpampang di depannya.

"Asem lu ngatain gue babi!"

"Lu bisa ga sih muncul secara normal!" Ucap Apo kesal, sungguh jantung nya ingin copot.

"Gue udh normal munculnya tapi lu aja kagak sadar karena terlalu salting atas sebutan sayang dari Mile" cibir Jennie dan mendapatkan pelototan dari Apo.

"Sok tau lu!" Elak Apo.

"Dih ga mau ngaku! Udah ah yuk masuk gue pengen nanyain lu sesuatu" ajak Jennie dan merangkul tubuh Apo agar segera masuk ke rumah Apo.

"Lu mau nanyain apaan dah?"

"Kencan lu sama mile lah apa lagi" jawab Jennie enteng.

"Dihh ogah gue ngasih tahu lu!" Tolak Apo.

"Ga peduli ya harus lu kasih tahu gue!" Paksa Jennie, siapa tahu Apo benar-benar di unboxing sama Mile.

"Maksa lu monyet!"

"Lu kagak nganu kan sama mile?" Tanya Jennie langsung, Apo yang sedang minum air putih langsung menyemburkannya ke wajah Jennie.

"Ukhhhh!"

"APOOOOOOO!!" Teriak Jennie dan segera mengelap muka nya dengan baju Apo.

"Pertanyaan lu yang bener dikit bisa gak sih?"

"Udah bener itu, anjim lu po bau jigong muka gue!" Kesal Jennie.

"Mana mungkin gue gituan sama Mile! Gue sama dia bener cuma jalan-jalan doang" jelas Apo.

"Yahhh kagak seru" Jennie kecewa.

"Benar-benar lu ya! Lagian Mile kagak mau gituan sama gue kalau gue ga mau"

"Lah kenapa lu ga mau? Enak loh nanti lu bisa desah"

Plakkk...

Mulut Jennie ditabok Apo.

"Sakit begokkk sthhhh" ringis Jennie.

"Mulut lu bisa alim dikit ga sih? Lu pikir lah sendiri gimana kalau gue nganu sama Mile" Apo ingat kata Jennie waktu dulu kalau milik Mile dan dengan enteng nya Jennie bilang begitu, sangat ingin Apo banting si Jennie nya.

"Ya tinggal nganu hehehehe" cengir Jennie.

"Udah-udah sana lu pulang! Kek gembel aja lu dirumah gue mulu" usir Apo dan menendang pantat Jennie agar segera keluar dari kamar nya.

"Anjim lu po kasar banget sama gue!"

"Bodo amat Jen, manusia modelan lu emang cocok di kasarin kalau ga bisa ngelunjak terus lu!"

"Besok lu berangkat sama siapa ke sekolah?" Tanya Jennie dibalik pintu.

"Sama mile" balas Apo.

"Mentang-mentang udah punya pacar gue nya lu lupain ya!"

"Lu ikut kita"

"YA UDAH SAMPAI BESOK APO SAYANG" teriak Jennie padahal dia masih didalam rumah Apo.

"Stres tu anak!"



Besok hari nya.

Seperti kata Mile kemarin, dia menjemput Apo beserta Jennie, Apo duduk didepan bersama Mile sedangkan Jennie dibelakang, Jennie masih sadar diri ya buat ga ngajak Apo duduk dibelakang sama dia.

Keadaan dimobil sangat hening, Apo sebenernya pengen banget ngomong sama Mile tetapi dia malu karena ada Jennie disini.

Padahal dia ngomong aja karena Jennie saat ini sedang memakai headset, karena tentu dia tidak ingin mendengarkan ucapan orang yang sedang berpacaran.

"Po"

"Iya mile?"

"Apo hari ini terlihat manis banget"

Blushhh~

"Ah- ya terima kasih" Malu Apo.

"Wajah Apo memerah, apa po malu?" Goda Mile yang digoda tentu saja semakin malu karena Mile dengan mudah menebaknya.

"Jangan menggodaku mile!"

"Hahaha Apo terlihat semakin lucu jika seperti ini, apa aku boleh mencium Apo?" Sontak Apo menggelengkan kepalanya, dia masih sadar kalau Jennie ada didalam mobil juga.

"Tidak boleh! Disini ada Jennie"  tolak Apo tetapi Mile tidak menerima penolakan, dia memajukan badan nya dan mengecup pipi Apo.

Tubuh Apo menegang padahal cuma di pipi.

"Aku sebenarnya ingin mencium bibir Apo tetapi tidak untuk waktu ini mungkin nanti saat kita hanya berdua saja" Mile kembali fokus untuk menyetir.

Dibelakang mereka.

"Percuma aku memakai headset jika bisa melihat adegan seperti ini" batin Jennie yang tersiksa harus melihat adegan tadi.

"Andai aku juga mempunyai pacar" Jennie merasa sangat ngenes untuk ini, mungkin setelah ini lebih baik Jennie berangkat sekolah sendiri saja dari pada harus melihat adegan tadi setiap hari!






TBC
Kasian Jennie ngenes awokawok.
Ini cerita dikasih adegan nganu atau biasa² aja? Kasih saran okeh!

Terima kasih
KimLisa_14

Kok gitu?✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang