Chapter 19

1.2K 79 24
                                        

Happy reading




Selama perjalanan Mile dan Apo terdiam apalagi Apo yang bingung harus bereaksi seperti apa.

Mobil mile berhenti bertanda kalau mereka sudah sampai, dengan gerakan kikuk Apo keluar dari mobil mile, mengetuk kaca mobil mile.

"A-apa kamu tidak ingin masuk untuk membersihkan luka mu?" Tanya apo.

"Aku akan mengobati nya sendiri nanti, masuklah" setelah berkata seperti itu Mile menjalankan mobilnya, Apo menatap kepergian mile, dirinya harusnya berterima kasih juga kepada mile karena telah membantunya.

"Aku akan berterima kasih kepada nya besok" ucap nya dan masuk ke rumahnya.

Disisi lain.

"Yes rencana gue berhasil hahaha" Jennie tertawa jahat, dia akan membuat apo segera menyukai mile agar dirinya bisa bebas.

Jennie tertawa lebih keras lagi saat mendapatkan ide untuk besok nya.

"HAHAHAHA-"

Pragg...

"ADUHHHH BU KENAPA DIPUKULLL!!" Teriak Jennie, kepalanya terasa nyut-nyutan karena dipukul sayang oleh ibunya menggunakan panci.

"Ngapain kamu ketawa kek gitu? Kerasukan kamu?"

"Mau ketawa aja buuuu, ngapain dipukul? Kalau anak mu makin goblok gimana"

"Emang kamu pinter? Kagak kan? jadi nggak penting" ucap ibu Jennie malas dan keluar dari kamar Jennie.

"Untung ibu sendiri kalau nggak udah gue juga ke om-om"


Keesokan hari nya.

"Lu kenapa? Kusut banget tuh wajah kek baju gue yang numpuk belum di setrika"

"Kemarin gue habis kena masalah dan lu tau yang nolongin gue siapa?"

"Siapa?" Tanya Jennie pura-pura nggak tahu apa-apa.

"Mile Jen si MILE!"

"Wahhhhh bisa ya gitu mile mau nolongin lu padahal lu udah jahat sama dia" kagum Jennie sambil nyindir Apo dikit.

"Apa sih! Mana ada gue jahat sama dia"

"Jahat lah tolol, udah nipu dia terus nggak balas perasaan dia dan dia masih bantuin lu meski udah lu tolak"

"Tapi dia yang mau sendiri"

"Ya sih tapi terserah lu aja po"

"Btw hari ini lu mau ngapain?" Tanya Jennie.

"Nggak tau sih gue Jen, oh iya gue mau ngucapin terima kasih si sama mile karena kemarin udah nolongin gue"  ucap Apo, melihat ke arah luar dan tatapannya tidak sengaja melihat kearah dua orang.

Karena kepo Apo mengintip dan di ikuti oleh Jennie.

Yang di intip.

"Aku menyukai mu"

"Maaf tapi aku sudah menyukai orang lain" jelas mile orang yang di intip oleh Apo dan Jennie.

"Baiklah tapi bolehkah aku tahu siapa orang yang beruntung itu?"

"Dia orang termanis yang aku temui meski dia tidak menyukaiku aku akan tetap mencintainya" jelas nya dan pergi dari sana.

"Ahhh so sweet banget si mile, yakin lu po nggak mau sama mile? Dia nolak cewek secantik itu demi lu yang tolol ini" ucap Jennie dan melihat ke arah apo yang wajahnya sudah memerah.

"Eh lu salting po?" Tanya Jennie.

"Iya eh a-apa sih! Nggak ya! Mana ada gue salting ini karena sinar matahari kena muka gue jadi nya merah" elak Apo, kembali duduk ke kursinya.

"Nggak usah bohong deh! Mana ada muka lu kena sinar matahari sedangkan saat ini mendung" pengen banget Jennie mukul wajah Apo tapi takut di lihat Mile.

Apo akan kembali berbicara tetapi berhenti karena mile yang masuk ke dalam kelas.

"Kamu nggak papa kan?" Tanya Mile, yang ditanya cuma plonga plongo karena bingung mile ngomong sama siapa.

"Dia ngomong sama lu tolol" bisik Jennie.

"Ah i-iya aku baik-baik saja dan terima kasih sudah menolong ku kemarin" ucap Apo.

"Syukurlah, jika boleh aku akan mengatakan Apo pulang lagi nanti"

"Tidak perlu, aku akan pulang bersama Jennie nanti" tolak apo karena hati nya masih berdetak tidak karuan karena ucapan mile, bisa bahaya kalau dia berdekatan dengan mile.

"Eh kek nya nggak bisa po, hari ini gue ada rencana lagi sama anak-anak basket"

"Jennie kampret sumpah nggak bisa banget lu diharapkan" ucap Apo dalam hati, kalau begini terus bisa gila Apo.

"Jadi boleh kan?"

"Ikut aja sih kata gue po, biar aman aja lu" saran Jennie.

Sambil menghela nafas berat Apo menganggukkan kepalanya.

"Terima kasih" ucap mile dan duduk dimeja nya.

Apo hanya bisa pasrah, apa yang akan dia lakukan.

Bel istirahat.

"Eh mau kemana lu?" Tanya apo ke Jennie yang langsung cabut.

"Mau berak gue!" Jawab Jennie cepat dan mengabaikan reaksi Apo yang menatap dia dengan tatapan datar.

"Dihh tai!"

Setelah merasa cukup dengan aktingnya, Jennie berjalan santai untuk menemui seseorang.

"Wahh bagus akting lu, nih bayaran lu" ucap Jennie dan memberikan uang kepada siswi tersebut.

"Makasih senang berbisnis sama lu jen" balas siswi tersebut dan pergi dari sana.

Jennie menatap kepergian siswi tersebut dengan sedih, yahh sedih karena uang nya habis.

"Kagak papa Jen ini demi kebebasan" semangat nya ke diri sendiri sambil melihat dompetnya yang sudah kosong melompong kek hatinya.


TBC

Bodo amat lah tentang rumor mile sama si Mbak Kunti :v

Tetep MileApo sampe kapan pun.

Kok gitu?✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang