Aamon Delaray seorang pria pemimpin dunia bawah sekaligus CEO dari perusahaan terkenal yang memiliki sifat agak unique yaitu dapat menjadi seorang yang ramah dan juga obsessi namun juga dapat menjadi pribadi yang dingin dan kejam.
Suatu hari saat se...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
semua kata dan tulisan disini cuma ketikan semata dan tal benar adanya jadi jangan percaya🗿
author suka berkhayal sampe lupa daratan. ...
2 hari berselang...
18.00📍
Alex kini tengah mempersiapkan dirinya untuk menghadiri pertemuan dunia bawah yang diadakan di sebuah gedung di pusat kota.
alex tak sendiri ia menelfon jay dan jax karena sandiwara mereka berdua sudah terbongkar oleh alex dan mereka diajak untuk mengikuti pertemuan tersebut.
"yo lex" ucap jay dengan senyumannya itu menyapa alex karena akhirnya semenjak kepergian alex ke indonesia jay dan jax merasa sepi dan hanya ada jacob yang menjahili mereka.
"hm.." dehem alex sebagai balasan.
"berangkat sekarang?" tanya jax yang memang ditakdirkan mempunyai otak lemot (suka bego sendiri).
"tahun depan broh" ucap jay ber smirk ria.
"oh yaudah" bodohnya ia malah tertipu yang membuat wajah alex menjadi suram.
jay yang menyadari kesalahannya segera menyuruh jax menyalakan mesin mobil.
mereka pun berangkat ketempat tujuan.
...
disisi lain.
"Hah?! padre mau kesini?" tanya seorang pemuda dengan syoknya, andres.
saudaranya yaitu rades hanya mengangguk kecil.
"buat?" tanya andres lagi.
"pertemuan bawah tanah..eh" ucap rades yang ngelag dengan ucapannya sendiri.
"pertemuan dunia bawah bodoh" ucap andres sambil menggeplak kepala rades.
rades tak peduli dan melanjutkan kegiatannya berupa mengukir gambar bunga mawar di tangan seseorang yang menjadi mangsa mereka sore tadi.
tok
tok
duak!
"hoy anak anakku!" ucap seorang pria paruh baya berumur 42 tahun dengan tingkahnya yang seperti anak berumur 16 tahun.
(alex bilek:hmm?)
"padre!?" ucap andres dan rades yang dikejutkan oleh ayah mereka yang disebut padre.
"hoho jika disini panggil padre kalian ini dengan sebutan Daddy" ucap Daddy mereka yang tak lain adalah, Brayn Alessandro.
"yayaya, jadi untuk apa Daddy kesini?" tanya andres dengan belati berayun ayun di jari nya.