BAB 3

2 2 0
                                    

Meskipun banyak tantangan yang harus mereka hadapi, Qodir dan Aini selalu menemukan cara untuk mengatasinya. Mereka berkomitmen untuk saling mendukung dan mencintai, menghadapi segala rintangan yang datang. Setiap malam, mereka duduk di beranda, berbincang tentang impian masa depan, mengingat kembali perjalanan cinta mereka yang penuh liku.

Aini memiliki cita-cita untuk membuka toko pertanian sendiri. Qodir sangat mendukung impian Aini dan bersama-sama mereka mulai merencanakan bagaimana mewujudkannya. Mereka mengunjungi petani lain untuk belajar cara terbaik menjalankan usaha, melakukan riset tentang produk pertanian, dan mengatur strategi pemasaran.

Dengan kerja keras dan ketekunan, usaha mereka mulai menunjukkan hasil. Toko kecil mereka semakin ramai dikunjungi, dan masyarakat sekitar sangat mendukung. Qodir dan Aini merasa bangga melihat apa yang telah mereka capai bersama. Mereka tahu bahwa cinta mereka adalah kunci untuk semua keberhasilan ini.

Namun, kehidupan tidak selalu berjalan mulus. Suatu ketika, terjadi bencana alam yang melanda desa mereka. Hujan lebat selama berhari-hari membuat ladang mereka terendam banjir. Qodir dan Aini merasa putus asa melihat semua jerih payah yang hilang dalam sekejap.

“Aini, semua yang kita kerjakan… apakah ini akan sia-sia?” tanya Qodir dengan suara penuh kepedihan.

Aini menggenggam tangan Qodir. “Tidak, Qodir. Kita tidak boleh menyerah. Kita bisa bangkit lagi. Kita sudah melewati banyak hal bersama. Ini hanya sebuah rintangan.”

Mendengar kata-kata Aini, Qodir merasa ada harapan baru. Mereka bersama-sama merencanakan langkah-langkah untuk memulai lagi. Mereka membersihkan ladang, memperbaiki kerusakan, dan mulai menanam kembali. Dalam proses ini, mereka menemukan kembali kekuatan cinta mereka.

Berkat kerja keras dan tekad, ladang mereka perlahan pulih. Aini dan Qodir berhasil mendapatkan kembali hasil pertanian mereka dan bahkan mulai menjual produk organik yang lebih diminati masyarakat. Kegiatan mereka semakin meluas, dan toko mereka menjadi pusat perhatian di desa.

Seiring waktu, cinta Qodir dan Aini semakin kuat. Mereka tidak hanya pasangan, tetapi juga sahabat dan rekan kerja. Mereka berbagi suka duka, dan bersama-sama membangun masa depan yang cerah. Dalam setiap langkah, mereka mengingat janji yang telah mereka buat di altar pernikahan untuk selalu saling mendukung dan mencintai.

Suatu malam, setelah hari yang panjang di ladang, Qodir dan Aini duduk di teras rumah mereka sambil menikmati secangkir teh hangat. Bulan purnama bersinar terang, dan angin malam membawa suasana yang tenang. Qodir memandang Aini dengan penuh kasih sayang.

Cinta di ladang dan tokoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang