"—AHHH!!"
Caine yang mendengar teriakkan Garin sontak berbalik dan menatap kaget sosok dibelakang Garin.
Itu adalah seorang pria dewasa. Dengan wajah pucat dan tubuh memudar. Wajahnya dapat dikatakan tampan, dan dia memiliki proporsi tubuh yang bagus.
Caine menarik Garin dibelakangnya, menatapnya dengan tajam.
"Siapa kamu?" tanya nya.
Pria itu dengan panik mengangkat kedua tangannya, "Eh."
"Santai, kumohon tenanglah. Jangan takut, kawan!" Pria itu berkata dengan suara panik.
Garin yang masih gemetar berlari memeluk Caine dengan hidung memerah. "—Caine..."
Caine melirik Garin dan mengusap lembut tangannya, menenangkan remaja tersebut. Ia kemudian beralih menatap pria yang melayang-layang tersebut.
"Kamu... siapa?" ia bertanya dengan ragu.
Pria itu berputar sebentar sebelum dengan angkuh melayang diam sembari melipat kedua tangannya didada.
"Aku? Aku adalah pedagang kaya yang terkenal diseluruh penjuru kota Eldemis! Aku adalah Andreus Morgan." Pria itu berkata dengan sombong.
Berharap kedua orang dihadapannya kagum padanya. Namun yang didapatkan hanyalah tatapan aneh dan ngeri dari keduanya. Apa-apaan! Bah, kalian bocah-bocah cunguk!
Caine menatapnya sebentar kemudian tertegun. Ia menatap tajam
pria—Andreus— itu."Kau adalah orang yang dimaksud hantu wanita gila itu'kan?" ujarnya, menelisik.
Andreus mengernyit, wajahnya berubah cemberut. "Dia istriku, beraninya kamu menyebutnya gila?" Ya walaupun memang sudah gila, sih.
Caine menatapnya dengan datar, ia mengusap pelan lengan Garin yang mencengkram lengan nya.
"Jadi?" ia bertanya.
Andreus menghembuskan napas dengan berat hati. Ia kemudian melayang-layang sebentar sebelum akhirnya duduk bersila di udara, sedangkan Caine dan Garin memilih duduk di kursi kayu tua.
"Dari mana ya aku harus bercerita?" Andreus membuat gerakan berpikir.
"Oke. Aku adalah Andreus Morgan, dan hantu yang diluar adalah istriku. Namanya adalah Lumia D'casier, putri bungsu salah satu orang yang sangat berpunya saat itu. Ratusan tahun yang lalu, aku bertemu dengannya secara tidak sengaja dipadang bunga yang tengah mekar. Kami saling jatuh cinta, dan pada akhirnya menikah." wajah Andreus berubah menjadi sedih, ia menghela napas.
"Pada saat itu, Lumia tengah hamil besar. Tapi ia tanpa sengaja memergoki ku bersama seorang wanita, ia menganggap ku berselingkuh. Padahal wanita itu adalah saudari kandungku yang tinggal terpisah jauh karena orang tuaku bercerai. Aku tidak sempat menjelaskan padanya, ia menghilang begitu saja. Aku mencari dan terus mencarinya, tapi... Ketika aku menemukan nya, dia menjadi gila. Dia membinasakan putra kita yang baru lahir dan menggila, hingga ia dibunuh didepan mataku oleh para rakyat. Pada akhirnya ia tenggelam dalam dendam dan obsesi gilanya, dan berubah menjadi sekarang." Andreus terdiam.
Caine dan Garin saling bertatapan sejenak. Miris.
"Lalu? Kenapa kau bisa mati... dan berada disini?" Garin bertanya dengan takut-takut.
Andreus menunjuk dirinya sendiri kemudian tertawa terbahak-bahak.
"Aku?—Hahahaha! Yeah, cukup menyedihkan jika dijelaskan. Aku mati dibunuh istriku sendiri, tapi aku cukup puas karena itu istriku."Caine mengernyit, "Kau... tidak marah pada-nya?"
Andreus menggeleng tanpa daya.
"Bagaimana mungkin? Aku tidak bisa. Lumia, jika aku bisa mengabadikannya menjadi salah satu bunga, aku ingin mengabadikannya sebagai Bunga Peony." ia berkata terus terang.

KAMU SEDANG MEMBACA
BEHIND THE LIE'S
FantasyCaine hanya seorang Pembunuh dengan bayaran tinggi, namun tiba-tiba direkrut kedalam sebuah Serikat besar?! Fakta demi fakta terungkap satu persatu. Ga pinter bikin desk, baca dulu aja siapa tau nyantol.