Distasiun kereta. Kini, Ali dan Name bersama dengan Alicia sedang di kereta menunggu target misi mereka selanjutnya. Gak gitu juga sih sebenernya.. si Ali lagi main game terus Name lagi rewatch anime favoritnya, yang bener bener mantau target cuma Alicia.
"OUH YES BABEH! HANTAM TERUS SI ENMU BOWTI ITU BEBB!!!" Sorak Name kegirangan saat karakter favorit nya─ Tanjiro─ menghajar sang antagonis─ Enmu. Seketika lirikan tajam dari Alicia mengarah kearah gadis itu, "eum.. Hehe.. Sorry..!" Ucap Name.
Alicia hanya bisa menahan malu sementara Ali juga ikutan berteriak teriak ketika ia hampir dikalahkan oleh musuh di game nya. Alicia menghela nafas lelah, "Hish.. Kenapa lah aku kena satu misi ngan korang nih, tak tau malu betul!" Gumam Alicia.
Name menurunkan Handphonenya kepangkuan gadis itu, jemari nya mencari tombol untuk mematikan handphone itu. Raut wajahnya berubah menjadi datar, ia menyenderkan kepalanya ke jendela kereta. Pikiran nya tertuju pada mimpinya beberapa hari yang lalu.
Terdengar pengumuman dari masinis kereta yang menandakan kereta akan segera berjalan. Alicia melihat kesekitar mencari keberadaan target mereka, "Alicia, kau yakin gak salah kereta?" Tanya Ali.
Alicia menjawab dengan penuh keyakinan, "Ya."
Pintu kereta yang ingin berjalan perlahan menutup dirinya, seorang Laki-laki dengan setelan serba hitam berlari secepat kilat untuk mengejar kereta tersebut. Beruntung, ia berhasil memasuki kereta itu sebelum pintu kereta tertutup seluruhnya.
Laki-laki itu── Chandra. Menghela nafas lega. Manik Aaure Blue nya mencari kursi untuk nya duduk. Melihat kursi kosong, ia dengan cepat menduduki kursi itu yang tanpa sadar ia duduk disebelah gadis yang selalu ribut dengan dirinya, Name.
"Heh! Ngapain kau sini!!?" Tanya Name.
"Lah kok kamu!?" Pekik Chandra ikut kaget dengan kehadiran sang gadis.
"Lah?/Eh?"
Mereka berdua malah sibuk bingung sendiri. Alicia dan Ali yang melihat kejadian itu menatap datar mereka, '𝐴𝑝𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑚𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎, 𝑎𝑝𝑎𝑙𝑎ℎ!' Batin Ali dan Alicia.
Name menghela nafas, tangannya itu menangkup pipi mulus Name. Ia temenung, pikiran nya kembali memutar tentang mimpi anehnya semalam. "Aku bingung." Nyeletuk Name.
Mendengar hal itu, Chandra melirik Name, dengan sedikit keraguan ia bertanya, "Bingung kenapa?" Tanya nya.
Name tersenyum dengan lebar, "Kok bisa sih aku secantik ini!??" Jawabnya bergurau. Mendengar jawaban sang gadis, muncul tanda perempatan di kening Chandra. Chandra menarik telinga Name dengan pelan sebagai ungkapan kekesalan nya, "Cantik apaan? Ngeri baru ada." Balas Chandra.
"Ndasmu,"
Name menepis kasar tangan Chandra ditelinga nya, "Kau tu gak usah sok petantang petenteng, giliran ku tantang kayak ayam sayur!"
"Emang kau berani nantang aku?"
Sementara Name dan Chandra masih bertengkar, Ali yang lelah dengan semua ini mencoba melerai mereka berdua dan Alicia yang berfikir keras bagaimana caranya mereka bisa pergi tanpa dicurigain oleh Chandra ketika target mereka datang.
Suara masinis kereta memberitahukan mereka tentang stasiun berikutnya yang akan mereka tuju, bersamaan dnegan itu salah satu pegawai kereta sedang mendorong troli berisikan camilan ringan dan minuman. "Itu dia!" Gumam Alicia melihat secercah clue untuk alibi yang akan ia jadikan alibi.
Alicia menarik kasar tangan Ali yang masih mencoba menenangkan sang adik, "Ikut aku. Name, kamu disini aja!"
"Mau ngapain?" Tanya Chandra kepada Alicia. Alicia tak menoleh kearah Chandra, "Beli cemilan kalian disitu aja." Balas Alicia dari kejauhan. "GAK MAUU, MAU IKUT!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐅𝐀𝐍𝐀 [[𝑬𝒋𝒆𝒏 𝑨𝒍𝒊 𝑿 𝑹𝒆𝒂𝒅𝒆𝒓𝒔]]
Ficción HistóricaJikalau aku memberitahumu.. Bahwa setelah kematian tragis mu, kamu bereinkarnasi didunia ejen Ali? menjadi bagian dari keluarga Ali Ghazali? menjadi.. Ejen di MATA? itulah yang Name alami, saat ia tengah pergi kedalam pusat perbelanjaan ia mengalam...
![𝐅𝐀𝐍𝐀 [[𝑬𝒋𝒆𝒏 𝑨𝒍𝒊 𝑿 𝑹𝒆𝒂𝒅𝒆𝒓𝒔]]](https://img.wattpad.com/cover/367990479-64-k68720.jpg)