bab 8

1.5K 100 25
                                        




"Woyy! Lu kenapa kocak?!" Tanya iroha sedikit keras.

Chiquita terlonjak, kemudian ia menatap iroha dengan tatapan sinisnya.

Iroha yang di tatap kayak gitu pun cuma cengengesan sambil ngampun ampun.

"Santai dong a" ujar iroha.

"Lu kenapa sih Chik, diem diem Bae dari tadi" tanya iroha menatap heran pada Chiquita.

Chiquita melirik iroha "kalo diantara rora, asa sama ahyeon lo mending milih siapa" Bukan nya menjawab, Chiquita malah balik bertanya pada iroha.

Iroha mengernyit heran

" Duhh bingung kalo itumah, kalo Lo milih siapa" Busett mereka mah malah saling tanya, jawabnya enggak🗿

"Goblok malah balik nanya, jawab dulu gue elahh" sewot chiquita

"Kalo gue mah asa unnie, soalnya dia dewasa,lembut bangett plus perhatian" balas iroha

"Ehh tapi ahyeon unnie perhatian juga, manja lagi ihh lucu banget" lanjut iroha

"Ehh tapi rora juga gak kalah, dia posesif, perhatian akhhh mending tiga tiga nya kata gue mah" jelas iroha membuat Chiquita tambah pusing.

"Sinting" gumam chiquita

Chiquita menghela nafas kasar. bukan nya memberi saran, iroha malah membuat nya semakin linglung.

"Gak ngebantu lu panci" sinis Chiquita lalu beranjak pergi meninggalkan iroha dengan muka cengengesan nya.








Sekarang jam sudah menunjukkan pada pukul 10 malam, Chiquita yang lupa waktu pun buru buru menaiki motor nya.

"Roh gue balik yaa" teriak Chiquita sembari memakai helm nya.

Chiquita melakukan motornya dengan kecepatan di atas rata rata, dia bener bener takut sekarang.... Kok bisa lupa waktu?

Chiquita juga gak tau, dia lagi enak enak gibah tiba tiba dah jam sepuluh aja.

Saking panik nya Chiquita sampe gak fokus nyetir dan berakhir nyusruk ke selokan.

Brakk

"Awss" ringis Chiquita merasakan kepala nya yang berdenyut.

Dengan perlahan kesadaran Chiquita mulai menghilang.








"Eghh" lenguh seorang gadis yang baru tersadar dari tidurnya.

"Aduhh gue dimana inii..." Ujar Chiquita setengah sadar.

Ia mengerjap ngerjapkan matanya berkali kali, kok kayak di rumah sakit. Pikir chiquita.

Chiquita melirik ke sekeliling ruangan guna mencari seseorang yang mungkin ia kenali.

Ceklek

Chiquita sedikit terlonjak "elu ternyata?" Gumam Chiquita ketika ia melihat seseorang pria yang baru saja memasuki ruangan nya.

Pria itu tersenyum, lalu berjalan menghampiri Chiquita "bangun juga lu " celetuk pria yang bernama haruto itu.

"Bacott" Chiquita menggeplak kepala haruto.

"Lu nabrak gue?" Tanya Chiquita

"Goblok! Malahan elu sendiri yang nyebur ke got... Separah apa sih lu jatoh sampe insomnia kek gini" cerocos haruto

"Amnesia bodoh, bukan insomnia " ucap Chiquita yang mendapat cengiran kuda dari haruto

"ehh bokap lu bentar lagi Dateng Ama kakak kakak lu" ujar haruto, Chiquita mengerti maksud dari ucapan itu

Kakak Tiri Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang