Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..
Note: cerita ini mengandung kisah Shinobi and Omegavers
So, let's reading...
#…………….#
'Kalau begitu, Neji. Apa ini arti dari permintaan mu agar aku tidak dulu ingin memberi makna edelweis kepada mu? Karena nyatanya cinta yang kita jalani tidak abadi? Karena kau ternyata akan lebih dulu pergi dari ku? Tapi meskipun begitu, aku tidak akan pernah melupakan mu. Seperti keinginan mu, forget me not, melambangkan dirimu dalam hati ku.' batin Naruto kala kenangan indah itu selesai terputar dari memori nya.
Bunga itu Naruto genggam erat-erat. Sedikit banyak ke dia masih berharap ini semua hanyalah mimpi, dia masih berharap Neji ada di sini, hidup bahagia bersamanya.
Menghela nafas panjang, Naruto akhirnya melanjutkan langkah kakinya dengan tergesa. Baru mengingat kalau orang yang mulai saat ini tinggal bersamanya, hanya ditemani seorang kloning.
"Tadaima," gumam Naruto kala kakinya mulai melangkah melewati pintu.
Dalam bayangannya, Neji akan datang menghampiri, sambil menyambutnya dengan ucapan 'okaeri'.
Tapi itu hanya bayangan. Sekali lagi hanya bayangan. Karena suara kekasihnya itu sudah lama tidak ia dengar di dunia nyata. Dan sampai kapan pun, suara pemuda itu tak akan bisa ia dengar secara langsung lagi.
Lihatlah Neji, bagaimana Naruto akan hidup damai tanpa kehadiranmu, jika di setiap langkahnya yang terpampang nyata hanyalah bayangmu??
Di ruang tengah rumah minimalis tersebut, tampaklah kloningan si pemuda pirang sedang tertidur di lantai, membiarkan Sasuke yang asik melamun sendiri.
"Sas, kenapa melamun?" tanyanya setelah si kloning menghilang. Yang hanya dijawab sebuah gelengan pelan dari si adik Itachi.
Naruto berjongkok di samping sofa tunggal yang ditempati lelaki bersurai gagak itu, menatap wajah pemuda itu dari samping. Rona pipi Sasuke nampak pucat, bibirnya juga terlihat lebih gelap. Kening Naruto berkerut dalam. Kenapa dia merasa ada yang salah dengan pemuda berstatus suami kecilnya itu?
"Coba bicara padaku, Sasuke," pinta lelaki pirang itu.
Sasuke kembali menggeleng, mulutnya terbuka tapi tidak terdengar ada suara yang keluar.
Kini Naruto benar-benar yakin bahwa memang ada yang salah pada Sasuke, terbukti dari Sasuke yang tidak mampu mengeluarkan suara dari kedua belah bibirnya.
"Besok akan ku panggil Sakura untuk memeriksa mu. Sementara sekarang karena hari sudah hampir larut, lebih baik kamu makan dulu sebelum tidur," putusnya sambil mengeluarkan makanan yang tadi dia beli.
Tadinya Naruto berniat kembali ke kamar setelah onigiri dan dango itu tersaji. Tapi saat mendapati Sasuke tidak bergerak sama sekali, Naruto menghela nafas, lalu berinisiatif menyuapi lelaki pemilik rambut berwarna hitam itu.
"Naa, Sasuke, ayo buka mulutmu, kau harus makan."
Sasuke yang sejak awal selalu berpikir negatif, memilih menurut, tidak mau membuat pemuda pirang itu semakin repot karena kehadirannya. Setelah satu buah onigiri habis, Sasuke menolak onigiri selanjutnya. Naruto kemudian berdiri, beranjak pergi ke dapur. Tak lama setelah itu, dia kembali dengan segelas air minum di tangan, yang langsung dia berikan kepada Sasuke dan membantu pemuda itu untuk meminumnya.
"Hachim!" Naruto tiba-tiba bersin saat ada debu yang menggelitik hidungnya.
"Gomen, rumahku masih berantakan, aku terlalu malas untuk merapikan nya."
Sasuke hanya mengangguk pelan, rambut hitam legam nya bergerak mengiringi gerakan kepalanya yang mengangguk ke atas dan kebawah.
"Kalau begitu ayo, ku antar kamu ke kamar mu," ajak Naruto dengan tangan terulur.
Sasuke menatap ragu, tapi tetap menyambut uluran tangan naruto. Dia hendak ikut bangkit, namun ternyata kaki dan badannya masih terasa sangat lemas. Naruto yang melihat Sasuke kesulitan untuk beranjak, menggamit tangan kanan Sasuke, lalu dia sampirkan di pundaknya. Memapah lelaki yang nampak tak memiliki tenaga itu untuk segera beristirahat di kamar.
Ngomong-ngomong, tangan mereka berdua memang masing-masing buntung satu, karena pertarungan terakhir mereka di lembah akhir. Tapi keduanya sama-sama memakai tangan palsu dari sel Hashirama. Naruto lah yang empat bulan lalu saat Tsunade hendak memakaikan nya tangan palsu tersebut padanya, bersikeras agar Sasuke juga memilikinya, berkata kalau hanya diri yang menggunakan tangan palsu itu, dia tidak akan mau, lebih baik tetap dengan satu tangan. Jadilah Sasuke diharuskan menerima hal itu, walau dia dipasang tangan palsu tersebut di dalam sel penjara.
Naruto memapah tubuh lemah Sasuke ke arah satu-satunya kamar tidur kosong yang tersisa di rumah tersebut. Bukan kamarnya. Dia masih belum terlalu yakin untuk membawa masuk Sasuke ke sana, karena di kamar itu banyak momen kebersamaan antara dia dan Neji yang rasanya tak bisa dilupakan.
Dia belum sanggup menggantikan posisi Neji sepenuhnya.
Di kamar itu terdapat sebuah lemari kayu di pojok kiri, sementara ranjang berkaki empat dengan ukuran tiga orang ada di pojok sebelah kanan. Terdapat juga pintu lain sekitar dua meter jaraknya dari arah lemari. Itu kamar mandi. Rumah ini memang sengaja di desain dengan setiap kamar memiliki kamar mandi tersendiri.
Naruto mendudukkan Sasuke di atas ranjang, "segeralah istirahat, Sasuke. Aku ada di kamar samping jika kamu mau mencari ku," kata si pirang, melupakan kondisi.
Lagi-lagi Sasuke hanya mengangguk, membuat Naruto keluar dari sana.
#.......#
Vote and comment please 💗
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, Stay With Me
FanficSelepas perang dunia Shinobi yang keempat selesai, Naruto kehilangan seseorang yang sangat berharga baginya. Hyuuga Neji. Tidak ada yang mengetahui, kalau sebenarnya dia dan Neji memiliki sebuah hubungan yang lebih tinggi dari sekadar teman belaka...
