Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..
So, let's reading...
#…………….#
Bocah pink itu benar, Naruto. Aliran chakra si Uchiha itu sangat kacau, rusak. Suara Kurama bergema dalam mindlink nya.
"Lalu kenapa chakra medis tidak bisa menyembuhkannya?"
Tentu saja tidak bisa. Chakra medis kan bukan untuk regenerasi.
Naruto diam. Dengan kata regenerasi dari si rubah ukuran gunung itu, dia mengerti maksudnya apa.
Itulah sebabnya si Uchiha tidak bisa apa-apa, jaringan chakra nya hilang.
"Kenapa itu bisa terjadi?"
Si Kyuubi no kitsune berkata, kalau mungkin Sasuke mendapat racun berbahaya dalam dosis tidak masuk akal atau terus-menerus. Dan karena tubuhnya kebal dari racun, si racun itu jadi merusak bagian lain yang seharusnya tidak bisa.
"Baiklah terima kasih, Kuu."
Hmmmmh.
Kurama meletakkan dagunya di atas punggung tangan, seringaian kecil terbit dari mulutnya.
Sejak kematian si Hyuuga, baru kali ini bocah itu serius lagi. Biasanya hanya hidup seperti orang mati. Kalau si Uchiha memang bisa mengubah bocah itu supaya kembali seperti semula, apa boleh buat? Padahal Uchiha sangat menjengkelkan.
Kurama mendengus kesal, masih dendam dia pada beberapa oknum Uchiha yang ingin sekali dia robek perutnya.
Naruto yang sudah kembali dari pikirannya, menatap Sasuke yang pandangannya terlihat kosong.
"Sasuke," panggil Naruto pelan, tangannya menyingkirkan rambut di dahi pemuda bersurai raven itu.
Sentuhan lembut tersebut mengembalikan kesadaran Sasuke yang dipenuhi lamunan, dia menatap Naruto dalam diam.
Sasuke menyipitkan mata saat terlihat chakra merah keluar dari jari telunjuk si pemuda pirang, lalu sebuah usapan pelan menggelitik area leher, tapi usapan itu mengalirkan rasa panas yang tiba-tiba di lehernya.
Tak lama, Sasuke memekik tanpa suara saat rasa panas yang mendera, mendadak berubah menyakitkan. Matanya terpejam erat, tangan kanannya mencengkeram selimut dengan cukup kuat, sementara tangan kirinya berusaha menjauhkan jari-jari Naruto dari lehernya.
Kening Naruto berkerut, respon Sasuke yang nampak kesakitan jelas bukan sesuatu yang diharapkan, bukan hal ini yang seharusnya terjadi. Keanehan Sasuke justru menimbulkan rasa bingung dan khawatir yang lebih besar pada Naruto. Dia hendak menghentikan perbuatannya, tapi si rubah ekor sembilan berseru, kalau itu harus dilanjutkan. Meski tak tega pada sahabatnya, Naruto menuruti perkataan Kurama.
Hingga Sasuke terbatuk dengan cairan kehitaman keluar sedikit dari sudut bibirnya. Tanpa menghentikan aliran chakra dari jemarinya, Naruto membangunkan Sasuke dengan satu tangan yang sejak tadi menahan berontakan lengan Sasuke. Saat Sasuke sudah dalam posisi terduduk, hampir kembali jatuh kalau saja Naruto tidak menyandarkan kepala si raven di dada bidangnya, cairan berwarna kehitaman kembali keluar lebih banyak, bahkan sampai membasahi pakaian oranye Naruto hingga tembus, terasa dingin di perut.
Suara batuk yang keluar dari belahan tipis pucat Sasuke terdengar menyakitkan, begitu nyaring hingga suaranya bergema dalam kamar itu.
"Sa-- sakit, Naruto, le--lepas," Sasuke berseru terbata, kewalahan dengan rasa sakit yang mendera di lehernya.
Mata Naruto membulat, Sasuke bersuara!
Seakan lupa kalau pemuda dalam rengkuhan nya berseru kesakitan, Naruto justru mengalirkan chakra lebih banyak, berharap Sasuke bisa kembali normal seperti semula.
Tiba-tiba dalam mindlink, Kurama menyuruhnya berhenti. Naruto sempat protes, dia ingin Sasuke segera sembuh. Walau mungkin cara agar lelaki itu bisa sembuh nampak cukup menyakitkan, tapi setidaknya jika dia cepat sembuh, rasa sakit itu akan lebih cepat hilang, kan?
Kau tidak lihat dia sangat tersiksa?! Kau buta?! tanya si rubah secara sarkas.
Hentikan dulu untuk sekarang, sembuhkan bocah Uchiha itu pelan-pelan saja. Jangan bertindak gegabah seolah dia akan segera mati kalau kau tak menyiksa nya dengan dalih penyembuhan.
Memilih menurut, Naruto menghentikan chakra merah di tangannya. Benar, Sasuke tampak sangat kesakitan. Sesuatu yang tidak pernah Naruto lihat saat pemuda itu dalam pelarian.
Kekehan batuknya masih terdengar nyaring.
Tanpa berpikir lebih jauh, Naruto membungkam bibir pemuda itu, tangannya memeluk pinggang Sasuke lembut. Rasa pahit dan amis masuk, tercecap indra perasa Naruto.
Setelah tautan bibir keduanya terlepas, Sasuke bernafas terengah, batuknya syukurlah mulai mereda. Naruto menatap pemuda itu dengan pandangan tak terbaca.
Lagi, dia mencium Sasuke. Dan ini dengan sengaja.
Berbeda dengan saat kecil dulu, itu kejadian tak terduga oke.
"Sasuke--" bisik Naruto.
"Panas," jemari Sasuke berusaha meraih lehernya, lalu akan menggaruknya kalau saja Naruto tidak menahan.
"Shut, tenanglah oke, tenang," Naruto tetap menahan tangan Sasuke.
"Panas."
Kening Sasuke mengernyit dalam, lehernya seakan dibakar dari dalam oleh api.
Setelah berpikir beberapa saat, Naruto --yang memang duduk di atas tempat tidur sejak mencium Sasuke, mengangkat pinggang pemuda itu pelan, memindahkan posisi Sasuke agar duduk di pangkuannya, mengelus lembut bagian leher Sasuke yang dikeluhkan, membantu Sasuke agar rasa panas di leher pemuda itu sedikit mereda.
Meski rasa panas itu masih ada, Sasuke mulai tenang, tangannya tidak lagi berusaha mencakar lehernya agar rasa panas itu hilang.
"Merasa lebih baik?" tanya Naruto yang hanya dibalas anggukkan kecil.
# ......#
Vote and comment please 💗
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, Stay With Me
Fiksi PenggemarSelepas perang dunia Shinobi yang keempat selesai, Naruto kehilangan seseorang yang sangat berharga baginya. Hyuuga Neji. Tidak ada yang mengetahui, kalau sebenarnya dia dan Neji memiliki sebuah hubungan yang lebih tinggi dari sekadar teman belaka...
