Birthday Cake

541 33 75
                                        

Hallo, guys! 💖💖

Maaf ya update nya lama. 🙏

Chapter ini panjang banget, ya. Dan pastikan sudah membaca chapter sebelumnya.

Happy reading

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy reading. 💖💖

Hari mulai gelap.

Zayyan duduk di sebuah taman mengenakan jaket tebal. Ia melihat keatas kearah langit yang menjatuhkan ribuan butir salju, karena saat ini Korea memasuki musim dingin.

Zayyan tersenyum. Di Indonesia tidak ada salju. Hanya ada ribuan tetes air ketika musim hujan datang. Zayyan membuka telapak tangannya ke udara, dan membiarkan beberapa butir salju jatuh diatas telapak tangannya.

Memandangi sebutir salju diatas telapak tangannya, Zayyan termenung. Pikirannya masih kacau gara-gara dirinya, juga Sing dan Wain, tidak di ikutsertakan dalam syuting video OCJ Newbies Lookbook. Seolah dirinya, Sing, dan Wain, tidak dianggap sebagai bagian dari agensi tersebut.

Gara-gara itu juga, Zayyan merasa dirinya, Sing, dan Wain, kemungkinan besar tidak akan debut? Pikiran buruk itulah yang membuat Zayyan sedih.

Zayyan memandangi suasana di taman itu. Kemudian dari kejauhan, terlihat ada cowok yang berdiri membelakangi, dan terlihat menempelkan ponsel di telinganya untuk telponan dengan seseorang. Dari kejauhan, Zayyan memperhatikan pria itu meski dari belakang. Kalau dilihat dari jaket hitam yang ia kenakan, sepertinya itu Davin?

Zayyan berdiri dan berjalan kearah cowok itu. Saat hampir dekat, Zayyan memperhatikan tas selempang kecil yang dipakai cowok itu. Zayyan tersenyum, benar kalau ini Davin.

Davin yang masih telponan dengan seseorang, tidak tau ada Zayyan dibelakangnya. Lalu, Zayyan jadi mendengar obrolan Davin dengan seseorang itu.

"Eomma, aku ingin pulang," kata Davin kepada seseorang di telpon, dengan nada suara yang sedih. "Aku khawatir dengan keadaan eomma. Eomma sudah bolak-balik ke Rumah Sakit, tapi aku tidak ada disana untuk menjaga eomma..."

Zayyan mendengar perkataan Davin. Eomma? Rumah Sakit?

"Yaaa!" nada suara Davin terdengar gelisah. "Aku tidak peduli kalau aku gagal jadi idol! Yang penting, aku ada disana untuk menjaga dan merawat eomma sampai eomma sembuh. Aku mohon, ijinkan aku pulang ya, eomma?..."

Lalu, Davin mendengarkan perkataan seseorang di telpon. Ia pun menghela napas. "Baiklah. Kalau keinginan eomma seperti itu..."

"...tapi apa benar kalau eomma baik-baik saja?..."

Sembilan (Xodiac)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang