Akibat Patah Hati

438 29 37
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pastikan sudah membaca chapter sebelummya.

Happy reading 💖




Pagi yang indah di sebuah taman.

Wain melakukan olahraga jogging di taman itu, bersama Leo yang juga melakukan olahraga berlari itu di sebelahnya.

"Tadinya aku mau jogging bareng Beomsoo, tapi dia nya nggak jadi ikut," kata Wain.

"Mmm," balas Leo.

Wain melirik sinis kearah Leo. "Orang diajak ngobrol, balasannya cuma 'mmm'?! Nggak asik!" batin Wain.

Kemudian, Leo berlari lebih cepat dari Wain, hingga membuat Wain tertinggal di belakang. Awalnya, Wain merasa itu wajar. Mungkin, Leo ingin membakar lebih banyak kalori? Tapi kemudian, larinya Leo menjadi semakin cepat.

Wain mulai heran.

Leo berlari semakin cepat dan semakin cepat.

"Yaaa! Leo! Pelan-pelan larinya!"

Leo berlari lebih cepat memutari taman dan tidak menghiraukan ucapan Wain. Melihat itu, Wain merasa ada yang tidak biasa dengan Leo. Wain berpikir kalau Leo berlari bukan untuk olahraga, melainkan karena pikiran Leo terganggu.

Tiba-tiba...

Bruk!! Tubuh Leo terjatuh akibat berlari terlalu kencang.

Wain kaget. "Leo?!!"

Lalu, Wain berlari lebih cepat untuk menyusul Leo. Setelah sampai, terlihat Leo yang saat itu memakai celana pendek, duduk di tanah dengan lutut kanannya yang terluka dan berdarah.

"Leo?! Gwenchana?!"

Wain duduk berlutut di tanah, lalu membantu Leo berdiri. Saat Wain merangkulnya, kemudian Leo tertunduk dan mulai menangis.

"Sakit?" tanya Wain.

Leo yang masih menangis pun mengangguk. "Iya. Sakit..."

Tapi, Wain berpikir kalau Leo menangis bukan karena rasa sakit pada lututnya yang terluka dan berdarah. Tapi ada hal lain yang lebih menyakitkan bagi Leo hingga membuatnya menangis.

Sembilan (Xodiac)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang