Waking Up Together With You

465 30 57
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Wallpaper WaBeom nya, kakak! 🙋‍♀️

Wallpaper WaBeom nya, kakak! 🙋‍♀️

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hallo, guys! 🙋‍♀️

Sorry ya lama nggak update. 🙏

Jadi gini :

1. Apa yang diceritakan di book ini berbeda dengan di real-life. Jadi kalau nanti kalian baca cerita ini, terus nanya : "Hah? Kok ceritanya gini? Kan di real-life tidak seperti ini." Iya betul, karena memang sengaja dibikin berbeda. Oke? 😉

2. Pastikan sudah membaca chapter sebelumnya.

Happy reading 💖

Malam itu.

Lex masih belum bisa tidur, meski tubuhnya sudah berbaring nyaman di kasur. Ia menghela napas. "Ku mohon. Aku harus tidur cukup. Kalau tidak, gimana besok mau persiapan debut?"

Berhasil. Mata Lex mulai terasa berat, dan lambat laun ia pun mulai tertidur.

Tiba-tiba dari kamar sebelah, terdengar suara desahan Wain. "Aaaahhh..."

Mata Lex terbuka lagi saat mendengarnya. "Apa-apaan itu?"

Sial. Lex jadi nggak bisa tidur lagi, kan. "Wain kenapa sampai mendesah begitu?"

Pikiran Lex jadi kemana-mana. Ia pun berkonsentrasi untuk membuang pikiran kotornya karena mendengar suara desahan tadi. "Positif thinking! Positif thinking! Pasti, Wain lagi nonton video bokep? Bukan lagi macem-macem? Biasalah namanya juga cowok, kadang suka nonton video begitu. Untungnya aku enggak. Aku kan beda dari cowok-cowok lain."

Sembilan (Xodiac)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang