Rumah

95 11 30
                                        

Gemes ih, cubit ah pipinya. 🤏


Maaf ya lama nggak update

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Maaf ya lama nggak update. Biasalah, sibuk bikin short story Alibi di book sebelah. 😁

Chapter ini panjang banget ya, guys. Dan pastikan sudah membaca chapter sebelumnya.

Happy reading 💖

Masih didalam salah satu gedung hotel di Jakarta

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Masih didalam salah satu gedung hotel di Jakarta.

Dari kejauhan, Leo diam-diam mengikuti Zayyan dan Sing yang berjalan semakin menjauh. Terlihat, Zayyan dan Sing memasuki sebuah lift untuk kemudian turun ke lantai bawah.

Setelah itu, Leo menggunakan lift yang lainnya untuk mengikuti mereka. "Zayyan gimana, sih?" gerutu Leo. "Sing diajak ke rumahnya, masa' aku enggak?!"




Didepan gedung hotel.

Terlihat Zayyan dan Sing mulai masuk kedalam mobil taksi yang akan membawa mereka pergi. Di belakang mobil mereka, ada mobil taksi yang lain dimana Leo sudah duduk di dalamnya.

Didalam mobil, supir taksi bertanya pada Leo dengan bahasa Inggris. "Kita akan pergi kemana?"

"Ikuti saja taksi yang ada didepan itu," kata Leo.

Supir taksi itu hanya menurut, kemudian melaju mengikuti mobil taksi di hadapannya, dimana ada Zayyan dan Sing didalam mobil tersebut.



****



Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 23 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Sembilan (Xodiac)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang