46. Otw Lahiran

6.4K 319 12
                                        

A/N :
Guyss yang mau aku update lagiii
Boleh minta tolongg gak?
Ada yang punya Innovel? Boleh mampir ke ceritaku yang judulnya "Terpaksa Menikahi Tuan Pewaris Bocah."
Mirip-miriplah ceritanya sama Caska wkwk MLnya mengidap penyakit mental yang bikin dia lupa ingatan dan terjebak di usia sepuluh tahun. FLnya Badas anti menye-menye dan tingkahnya kadang absurd.

Butuh banget supaya naik rank huhuhu 🫠🫠

Butuh banget supaya naik rank huhuhu 🫠🫠

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

M

onggo mampir ceritane gak kalah seru 🩷🤭

***

"Pegel juga ya walaupun posisinya di atas," ucap Jea yang kini bersandar pada kepala ranjang.

Caska terkekeh mendengar ucapan istrinya. Kemudian mencuri satu kecupan di bibir Jea. Asli, kalau gak ingat Jea sedang hamil mungkin saja Caska akan brutal, namun dia harus bermain lembut karena sekarang mereka harus menjaga bayi mereka.

Semenjak pulang dari Babymoon. Jea kira cuma cukup ngejatah disana aja, tapi ternyata dia salah besar. Apalagi Jea yang cepet banget horny pas lagi hamil besar gini.

Kalau kata Mbak Ayu sih wajar, namanya juga hormon ibu hamil. Jadi terkadang setiap Jea mau minta ke Caska, Jea suka malu sendiri.

"Mau Abi bantu keramas gak?" Tanya Caska.

"Mau minta bantuan sama Merin aja. Takut kalau Abi yang pegang-pegang lagi," ucap Jea jujur.

"Abi bisa tahan kok. Lagipula Abi tau diri kalau Bunda baru selesai---"

"Bukan bunda yang takut sama Abi, tapi Bunda takut sama bunda sendiri." Wajah Jea merona kemudian menggelengkan kepalanya karena mengusir hormon yang memancing-mancing sesuatu yang berbahaya.

Caska terkekeh dan hal itu membuat matanya sedikit menyipit bahkan ada sedikit lesung pipi yang terlihat. "Abi siap kok Bun."

Waktu terus berjalan sebagaimana mestinya. Tidak terasa waktu perkiraan kelahiran anak pertama mereka lahir sudah dekat. Ibu izin menginap di rumah besar keluarga Wijaya karena mau menemani Jea bersiap.

Tentu saja Nenek menyambut ramah hal tersebut dan meminta mempersiapkan kamar untuk Ibu mertua Caska tersebut.

Bahkan Nenek juga minta kalau sekalian aja semuanya berkumpul, supaya bisa sama-sama menyambut kelahiran cicit pertama keluarga Wijaya.

Soalnya Nenek juga suka kalau berkumpul sama keluarga Jea yang memang sederhana. Kalau kedua orangtuanya Jea menginap, pasti setiap malam akan sering duduk di karpet ruang tengah sambil mengobrol.

Begitu juga Ibu yang sering mengajak Nenek mengobrol. Rupanya mereka senasib, sama-sama punya kenangan buruk sama mertua. Makanya Nenek gak mau Jea merasakan apa yang dirasakan oleh Nenek dulu.

Mbak Ayu dan Mas Derry katanya akan ikut berkunjung malam ini. Tepatnya setelah menjemput Riris dari rumah mbahnya.

Jea ingat saat pertama kali Bapak dan Ibu ke rumah keluarga Wijaya. Mereka sempat kaget dan ngira kalau ini bukan rumah Caska. Pas dijelasin sama Mas Derry tentang Caska yang sebenarnya, Bapak sama Ibu kaget bukan main.

Suprise! MarriageCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang