Chapter 14:diary book🕊

544 40 7
                                        

Chapter 14:diary book🕊

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Chapter 14:diary book🕊

Belajar dari hujan yang tetap setia walau jatuh berkali-kali. Dari senja yang datangnya singkat, namun selalu kembali. Dari pelangi yang indah, bahwa kesempatan hanya datang sekali.

Peluk aku untuk luka menyakitkan yang tidak sengaja kudapatkan.

aku tidak akan berisik lagi untuk kedepannya, maaf.

aku ada, tapi seakan akan engga terlihat...

Happy reading...

Sudah 1 bulan berlalu,solar masih saja trauma untuk mendekati keluarganya

Selama 1 bulan itu juga solar selalu ditemani oleh fazri,fazri juga yang merawat solar karena solar tak mau dirawat atau ditemani oleh keluarganya

Beliung juga ikut merawat dan menjaga solar

Mara sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit dari 2 minggu yang lalu

Fazri sangat kecewa sekaligus kesal dengan perilaku anggota keluarga solar

Dia mendatangi dan mencaci maki keluarga solar yang menurutnya sangat kejam dan tidak punya perasaan

"Kalian sungguh makhluk yang kejam!"

"KALIAN TIDAK TAU BAGAIMANA PERJUANGAN SOLAR UNTUK MENDAPATKAN KASIH SAYANG DARI KALIAN!!"

"DIA YANG SELALU TERSENYUM UNTUK MENUTUPI RASA SAKIT YANG IA RASAKAN!!..."

"BENAR KATA SOLAR,KALIAN ITU MONSTER,KALIAN TIDAK PUNYA HATI,KALIAN SEPERTI MONSTER YANG TIDAK PUNYA PERASAAN DAN OTAK UNTUK BERPIKIR!!"

"KALIAN KELUARGA TERBURUK YANG PERNAH AKU TEMUI DI DUNIA INI!"

"Jangan pernah temui solar lagi jika kalian hanya ingin menyakiti hatinya,sudah cukup selama ini solar terluka,sudah cukup selama ini dia menderita"

"Biar aku yang merawat dan menjaga solar,kalian tidak pantas untuk merawat dan menjaga solar"

"Fazri...kami benar benar minta maaf"ucap taufan mewakili anggota keluarganya yang lain

"Kami benar benar sangat menyesal fazri,hati kami buta saat itu,kami benar benar minta maaf..."

. . .

Di sebuah rumah sakit terlihat fazri yang sedang menemani solar

"Fazri"panggil solar

"Ya?"jawab fazri

"Aku takut sama keluargaku fazri,aku emang memaafkan mereka,tapi aku juga masih takut untuk mendekati mereka.Seakan akan mereka itu monster dimataku"ucap solar

Fazri menghela nafas panjang

"Gapapa solar,wajar kamu trauma sama mereka dan nganggap mereka monster"

"Mereka itu memang pantas dipanggil monster karena sikap mereka itu"

"Karena mereka kamu jadi kayak gini solar,kalo perlu jangan maafin mereka sekalian"ucap fazri panjang kali lebar

"Jangan kayak gitu fazri,walau mereka kayak gitu ke aku,aku tetep mau maafin mereka,mau bagaimana pun sikap mereka..."ucap solar

"Tapi gak sekarang..."lanjutnya

Solar pun kembali merebahkan dirinya dikasur dan memejamkan matanya

"Kau terlalu baik solar...."

. . .

Di rumah elemental,semua keluarga elemental kecuali solar melakukan aktifitas mereka masing masing

Tapi...

Mereka tidak saling menegur sapa,tidak saling berbicara

Mereka semua tenggelam pikiran mereka masing masing.Rumah yang dulunya ramai dan penuh canda tawa,kini rumah itu suram dan gelap

Tap,tap,tap

Terlihat mara yang sedang berjalan menuju kamarnya

Posisi kamarnya Dan kamar suaminya yaitu amato bersebelahan dengan kamar solar

Otomatis saat dia ingin menuju ke kamarnya,dia harus melewati kamar anak bungsunya terlebih dahulu

Mara terus berjalan hingga akhirnya langkah kakinya terhenti didepan kamar anak bungsunya,solar

Kriet!

Dia masuk kedalam kamar itu dan mulai menyalakan lampu kamar itu

Kamar itu terlihat rapi dan terang,kamarnya cukup sederhana.Ada kasur,ada 2 lemari,dan meja dan kursi belajar juga ada jendela yang tidak terlalu besar dan jendela itu terhubung langsung ke taman dirumah itu

Mara mulai berjalan dan melihat lihat kamar putranya itu

Hingga akhirnya ia terhenti disebuah lemari yang berisi banyak kardus,kurang lebih kardus itu ada 5

Dia mulai membuka lemari itu dan mengeluarkan kardus itu satu persatu

Dia sangat terkejut karena didalam kelima kardus itu berisi piala,piagam dan sertifikat dari berbagai bidang

Ada kejuaraan maupun olimpiade,semuanya tertumpuk didalam kardus kardus tersebut

Di masing masing kardus itu tertulis 'Barang tidak berguna'

Dia mulai teringat masa lalu,saat itu solar selalu menunjukkan piala,piagam dan sertifikat yang ia dapatkan

Namun Mara tidak peduli dan memilih meninggalkan solar

Setiap bulan,setiap minggu bahkan setiap hari dia selalu membawa keberhasilannya

Tapi tak dihargai oleh kedua orang tuanya maupun kakak kakaknya

air matanya mulai menitik dia pun berusaha untuk menghapus air matanya

Mara kembali mengelilingi kamar solar

Dia melihat sebuah buku berwarna kuning,dia mulai mengenali buku itu

Buku itu adalah buku yang hampir ia robek saat itu...

Itu adalah buku pemberian ibunya (btw kalo yang gak tau bisa baca dari bab awal ya)

Dia membuka buku itu dan membacanya satu persatu

Air matanya tak bisa lagi terbendung,ia menangis dan menutup mulutnya agar tangisannya tak terdengar

"Hiks...solar...anakku..."

Mau tau isi bukunya?baca di bab selanjutnya

PENUHI KOMEN DAN VOTE SEBANYAK BANYAKNYA YA!👋🔥

MENYALA READERSKU!!!🔥🔥

-salam hangat author

TRAUMATIZED🪽(END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang