Chapter 13:Bahagia atau tidak?(Epilog)

556 25 7
                                        

Chapter 13:Bahagia atau tidak?(Epilog)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Chapter 13:Bahagia atau tidak?(Epilog)

Happy reading...

3 hari setelah ritual malam itu,solar sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit

"Kak gempa,kita mau pulang kemana?"tanya solar pada gempa yang sedang memakaikan sepatu kepadanya

Gempa tersenyum,"Kita akan pulang kerumah kita solar..."jawab gempa

"Rumah kita?apa kita serumah kak?"tanya solar lagi

"Tentu saja,karena kamu adalah adikku solar..."jawab gempa sambil mengusap pelan kepala solar

..........

Saat sedang diperjalanan,solar terus menerus menanyakan hal yang sama,seperti...

"Apakah kita saudara?"

Dan juga...

"Apakah kalian baik?"

Keenam saudara solar yang mendengar pertanyaan itu hanya terdiam,air mata mereka mengalir saat mendengarkan adik mereka yang terus menerus menanyakan hal itu

Sesampainya mereka dirumah,mereka langsung mengajak solar bermain di ruang tamu agar solar bisa terbiasa dengan suasana di rumah itu

"Solar,lihat aku punya permen untukmu"ucap blaze sambil meletakkan permen itu ditangan solar

Solar terdiam menatap permen itu,namun beberapa saat kemudian dia mulai tersenyum

"Terimakasih kakak blaze!solar sangat suka permen!"ucapnya dengan mata yang berbinar

Blaze ikut tersenyum,dia menatap solar dengan tatapan sendu campur bahagia

"Aku rindu panggilan 'kak laze' darimu solar"

Blaze terdiam,berusaha menahan air mata yang hampir keluar.Ice yang melihat itu pun menghampiri kakak api nya itu

"Kak..."panggil ice

"Kakak keluar aja kalo kakak gak kuat,sekalian bantuin ice bawa tas"ucapan ice seolah menyadarkan blaze,dia pun segera mengambil tas milik ice dan berlari keluar bersama dengan ice

............

"Solar udah siap?"tanya gempa pada solar yang sedang memakan buah apel

"Siap!"teriak solar,kemudian dia menghampiri gempa sambil berlari kecil dan memeluk gempa

Gempa hanya tersenyum,didalam hatinya yang terdalam,dia bersyukur adiknya masih bisa selamat,tapi ada sesuatu yang mengganjal hatinya...

Rasanya berbeda...

Beberapa saat setelahnya gempa tersadar dari lamunannya,dia pun menggandeng tangan solar

"Kakak akan membahagiakan kamu solar,kakak akan buang semua ego kakak dan amarah kakak saat denganmu,kakak benar benar takut untuk kehilangan"

TRAUMATIZED🪽(END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang