Chapter 4:Stadium 3!🧭

812 44 8
                                        

Chapter 4:Stadium 3

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Chapter 4:Stadium 3

Capek banget,tapi gak punya pilihan selain menjalani

Pulang itu tidak hanya prihal pulang ke rumah.Pulang itu bisa kemana saja,karena arti sebuah pulang adalah kembali ke tempat yang membuatmu merasa nyaman

dunia terlalu kejam untuk kita yang dikit' butuh someone to talk

Dia berbicara dengan orang yang tidak pernah berpikir sehancur apa perkataan itu

Ego mu terlalu tinggi aku kalah

Happy reading

Kringg!!

Bel masuk berbunyi,semua murid berbondong bondong masuk kedalam kelas masing masing

"Solar,kau sakit?"tanya seseorang berambut ungu Landak kepada seseorang yang tengah terduduk lemas dan menelungkupkan kepalanya di kedua tangannya

"Pstt...solar"panggilnya lagi,namun tak ada jawaban

Beberapa menit berselang seorang guru masuk kedalam kelas itu sambil membawa tas kecil ditangannya "Assalamualaikum anak anak"

"Waalaikumsalam bu!"Jawab semua murid dikelas itu kecuali solar

"Ehh,itu yang dibelakang kenapa?"ucap guru saat melihat solar hanya terdiam tanpa membalas salamnya.Karena tak kunjung dijawab guru itu pun berjalan kearah bangku solar "Solar,solar kenapa?"tanya guru itu sambil menepuk nepuk tangan muridnya itu

"Solar?"guru itu pun lalu mulai mengangkat kepala solar untuk melihat keadaannya

"Ya ampun solar!"kaget guru itu saat melihat hidung dan mulut solar yang sudah mengeluarkan darah,dan juga mukanya yang pucat

Semua murid pun ikutan kaget saat melihat keadaan solar,fang dan salah satu petugas uks pun akhirnya membawa solar kerumah sakit

Huh

"Apa penyakit solar kambuh lagi ya?"ucap fang ke petugas uks disampingnya

"Aku juga gak tau"jawab petugas uks itu,petugas uks itu adalah gopal,salah satu teman baik solar

Krieett

Pintu ruang ugd terbuka

"Bagaimana dokter keadaan teman saya?"tanya fang dengan wajah sedikit panik

"Maaf...kankernya sudah mencapai stadium 3,hingga umurnya juga semakin menipis,saya permisi"ucap dokter itu sambil mengusap matanya yang berlinang air mata

"Dek solar..."ucap lirih seseorang yang tengah berada disuatu ruang berwarna putih,bau obat sangat tercium diruangan itu

Dia pun mengambil satu foto di dalam laci mejanya

Fotonya bersama seorang anak kecil,anak kecil itu tampak tersenyum

"Hidupmu sangat menderita solar...,kenapa kau masih bertahan?lebih baik kau tinggal bersama ku saja agar kau cepat sembuh.Kau yang bilang akan bertahan dan sembuh demi kakakmu dan kedua orang tuamu,tapi apa?kau berbohong,kau berbohong lagi..."

"Kak liung!kak liung janji bakal merawat dan mengobati aku jika aku sakit nanti kan"

"Pasti,tapi kamu harus tinggal dengan kakak ya"

"Gak mau kak"

"Kenapa?"

"Aku mau tinggal bersama keluarga ku saja"

"Baiklah,tapi kamu harus berjanji untuk tetap bertahan demi kakak ya?"

"Aku janji!"

Tes!

Satu air mata berhasil lolos

"Solar,solar janji kan sama kakak bakal bertahan,solar janji kan?"ucapnya sambil menatap foto itu dan mengulang perkataan itu berulang ulang

Beliung menatap nanar kearah kertas pemeriksaan milik solar

"Aku janji bakal buat kamu sembuh,aku janji,solar..."ucap Beliung

........

"G

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"G...gimana bisa..."Terlihat fang yang sedang menangis sesenggukan disamping ranjang solar

Tubuhnya dipasangkan segala macam alat,dan juga dipasangkan alat bantu nafas dihidungnya.Tak lupa dengan mukanya yang amat pucat seperti mayat

"Fang...tenang lah,aku yakin solar bisa bertahan...,dia sahabatku yang sangat kuat!"ucap gopal menyemangati fang dan dirinya sendiri

.........

"Eunghh"terdengar lenguhan dari solar yang baru saja tersadar dari pingsannya

"D...dimana aku?"ucapnya pertama kali

Terlihat bahwa dirinya hanya sendirian di ruangan itu

Kakinya terasa kaku dan juga kepalanya sangat pusing,dia mencoba menoleh kesamping kanan dan kiri namun tak menemukan siapapun

"A...aku kenapa?"ucapnya saat melihat infus ditangannya

Huh

"Sepertinya aku memang harus beristirahat agar aku tidak menyusahkan orang lain lagi"ucap nya

"Aku berharap aku bisa beristirahat dengan tenang..."

Dia pun kembali menutup matanya dan mulai tertidur

Dia pun kembali menutup matanya dan mulai tertidur

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
TRAUMATIZED🪽(END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang