Dalam dunia gelap mafia, Taehyung adalah sosok yang ditakuti dan dihormati. Pemimpin yang kejam dengan hati yang terpendam, ia menjalani hidupnya dengan kekuatan dan ketidakpedulian. Namun, segalanya berubah saat ia bertemu Jungkook, seorang pembala...
Saat semua orang sibuk menyelesaikan hidangan penutup, Jungkook memutuskan untuk pergi ke balkon restoran untuk menghirup udara segar. Dalam kesunyian malam, ia memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang menggantung di kepalanya. Tentang tujuan pertemuan yang sebenarnya, tentang siapa mereka sebenarnya dan mengapa seolah orangtuanya ingin Jungkook dekat dengan mereka, semua itu terputar di kepala Jungkook saat ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Saat ini Jungkook berada di balkon, Balkon yang terasa sunyi dibandingkan dengan riuh rendah suara di dalam. Angin malam berembus pelan, membawa aroma laut yang bercampur dengan wangi bunga melati dari pot-pot kecil di sudut balkon. Jungkook menyandarkan tubuhnya ke pagar, pandangannya jauh menembus kelap-kelip lampu kota yang tampak seperti lautan bintang di bawah sana.
Namun, pikirannya terlalu kacau untuk benar-benar menikmati pemandangan itu. Sejak pertemuan ini dimulai, banyak hal yang terasa janggal baginya. Dimulai dari tatapan tajam pria bernama Kim Taehyung itu, hingga sindiran kecil dari Appa nya tentang kekasih yang membuat darahnya mendidih.
Langkah lembut terdengar di belakangnya. Ia tahu tanpa perlu menoleh siapa yang mendekat. Hawa dingin malam terasa semakin menusuk, seolah kehadiran pria itu membawa sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
"Kenapa disini? masuklah disini dingin" suara bariton Taehyung memecah keheningan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jungkook tidak langsung menjawab. Ia menarik napas panjang, berusaha menjaga nada suaranya tetap datar. "Hyung kita tak terlalu kenal dekat jadi berhenti untuk so akrab sama gue. gue cuma butuh udara segar, jadi pergilah" jawabnya akhirnya, suaranya nyaris seperti gumaman.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.