4

506 77 4
                                        

Jangan lupa vote & komen 💜💚

.
.
.

Typo bertebaran🙏🏻🙏🏻

.
.
.

Jungkook berdiri di tepi jalan menunggu taxi yang lewat, ponselnya mati dia tak bisa memesan ataupun menghubungi managernya. Dia ingin naik bus namun dia tak membawa kartu dan juga dompet.

"Aduh kenapa kamu sangat bodoh si jungkook" ucapnya sedih meratapi nasibnya.

Jungkook hanya bisa berdoa dan berharap ada taxi yang bisa dia naiki agar bisa segera pulang. Dia yakin saat ini seokjin tengah begitu cemas karenanya.

Sudah 30 menit dia di sana namun belum ada satu taxipun yang mau membawanya sampai sebuah mobil berhenti tepat di hadapannya.

"Bukankah kau namja yang tadi? Apa yang kau lakukan disini?" Tanya seorang yang duduk di kursi pengemudi mobil di hadapannya. Jungkook terdiam menatap namja tersebut, dia tau siapa namja itu namun mereka tak saling kenal.

"Saya sedang menunggu taxi" jawab jungkook

"Jam segini akan sulit, dan ini sudah malam. Ayo aku akan mengantarmu" ajaknya meskipun wajahnya tampak dingin namun terlihat ramah dan serius. Jungkook terdiam untuk berfikir dia sedikit takut karena mereka tak cukup kenal, namun jika tak ikut dia tak tau akan menunggu disana dan itu lebib berbahaya.

"Benarkah? Apa aku tidak merepotkan anda? Tanya jungkook sopan

"Ayo cepat naik, kau bisa duduk di belakang" ucapnya

Jungkook mengangguk dia segera melangkah mendekat menuju arah pintu penumpang dan segera membukanya setelah mendapat ijin. Dia sedikit terkejut kala ada sosok lain yang tengah duduk santai di kursi belakang. Seorang namja yang tadi sempat membangunkan dirinya yang ketiduran karena menunggu Taeyong. Mereka saling bertatapan jungkook yang sadar segera membungkuk hormat sebelum duduk di samping namja tersebut.

Sepanjang jalan hanya ada keheningan di antara ketiganya, jungkook tak berani mengeluarkan suara dia cukup sungkan karena sosok yang begitu berpengaruh di sampingnya itu.

"Kau tinggal di mana ?" Tanya yoongi membuka keheningan, jungkook yang tengah melamun sedikit terkejut lalu memberikan alamat apartemen milik seokjin tempat dimana dia tinggal.

"Ah itu tak terlalu jauh dari sini" ucap yoongi lalu kembali melajukan mobilnya.

Tak butuh waktu lama hingga mereka sampai di lobby apartemen milik seokjin. Jungkook segera turun dan mengucapkan banyak terimakasih pada kedua namja yang sudah menolongnya itu sebelum pergi masuk.

"Tumben kau peduli pada seseorang, hari ini kedua kalinya kau menolongnya" ucap yoongi sedikit heran karena ya taehyung lah yang memintanya berhenti dan menolong jungkook. Padaha biasanya dia tak pernah peduli dengan apapun.

"Apa kau tertarik padanya?" Tanya yoongi lagi namun lagi-lagi tak ada jawaban yang dia dapatkan.

Mereka sampai di apartemen dimana taehyung tinggal, Taehyung segera turun dan masuk meninggalkan yoongi yang masih terus menatapnya dengan penuh curiga. Dia sangat mengenal taehyung selama menjadi managernya namun baru kali ini namja tersebut tampak peduli pada seorang yang baru di kenalnya.

"Akhirnya sepertinya ada sesuatu yang bisa menarik untuknya. Aku harap ini awal yang baik" ucap yoongi sebeum dirinya akhirnya kembali melajukan mobilnya dan pergi.

.
.
.
.

2 minggu berlalu dimana pertemua Taehyung dan jungkook untuk kedua kalinya berlalu namunasih terus membekas di pikiran taehyung. Sesekali dia menjadi rajin datang ke agensi berharap tak sengaja akan bertemu dengan namja manis itu lagi, namun tampaknya semua tak pernah terjadi karena namja tersebut tak pernah lagi muncul.

My UniverseTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang