Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..
So, let's reading...
#…………….#
"Kenapa bertanya begitu?" Gaara yang ikut mendengar karena telinga nya memang cukup tajam, berseru heran.
"Ya karena aku masih bingung, harus pilih posisi yang mana. Kan kau tau sendiri, kami baru saja jadian. Nah, jadi bagaimana Sasuke? Ayolah beri aku petunjuk, kau kan sudah lumayan dengan si pirang itu."
"Hn, jangan kaget karena jawabannya mungkin panjang," sahut Sasuke dengan mata nya yang menyipit.
"Iya tidak apa-apa, ayo katakan!!" seru nya antusias.
Kiba duduk dengan patuh, siap mendengarkan ceramah tak biasa dari si kulkas yang biasanya hanya bersuara dengungan singkat kalau bukan dengan Naruto.
"Posisi manapun sama saja, tapi yang lebih menentukan adalah dominasi."
"Lalu?"
"Ya itu."
Kiba melongo sejenak, tadi katanya panjang?!
"Pihak atas cenderung memberi, memanjakan. Sementara pihak bawah lebih sering dimanja. Itu tergantung kalian," lanjut Sasuke lebih panjang.
"Kalau kau sendiri, bagian mana, Sas? Atas atau bawah?"
Pertanyaan yang dilontarkan Kiba membuat Sasuke mengerjap, serius pecinta anjing ini bertanya begitu?!
"Ck, kau itu bodoh atau bagaimana sih, Kib?? Liat saja wajahnya. Si kuning itu lebih manly daripada dia. Ya jelas Sasuke pihak bawah nya, lah."
"Loh, memang wajah juga berpengaruh?"
"Ya tidak, tapi rata-rata yang jadi dominant itu wajahnya manly."
"Oh, kalau begitu harusnya aku yang jadi pihak atas kan, ya? Wajahku ini kan manly sekali!" Kiba berseru antusias. Benar kan, Kiba kan alpha sejati!!
"Manly dari mana nya coba?! Mirip Akamaru waktu kecil sih iya! Lagian Shino lebih gagah darimu. Tidak cocok kalau dia yang dibawah. Hih, tak bisa ku banyangkan," Gaara bergidik geli.
"Ya jangan kau bayangkan juga lah!! Bayangkan saja posisi mu dan si hijau itu!"
"Ck, kenapa kau jadi bawa-bawa Lee?!"
"Ish, kenapa jadi keluar jalur, sih?! Sas, ayolah jawab. Kalau cuma kata pak kades satu ini aku belum percaya. Lagian kan kau dan Naruto sama-sama kuat. Jadi siapa yang dibawah?"
"Gaara sudah menjawab nya."
"Lalu lalu, bagaimana rasanya jadi pihak bawah?? Kau jadi sering disuruh-suruh, dong??"
Pipi Sasuke bersemu ditanya seperti itu. Untung saja mereka ada di bagian tempat yang gelap, jadi rona merah di wajahnya tersamarkan. Dia menatap sekilas ke arah Naruto, pemuda berkemeja putih dengan kerah oranye itu sedang asyik mengobrol bersama beberapa teman sambil memanggang daging, terlihat kekehan ringan keluar dari bibirnya. Kenapa Sasuke melihat si jinchuuriki kyuubi semakin tampan, ya?
"Hoi Sas, kenapa melamun?? Jawab pertanyaan ku," Kiba sedikit berdecak karena Sasuke malah terlihat melamun.
"Hah?" Sasuke mengerjap, "cukup menyenangkan, yang terpenting dia bisa memahami ku. Kau tanya Gaara saja, susah menjawabnya."
"Aish, lebih susah lagi bertanya pada si panda pasir Sabaku. Dia itu orangnya sangat kaku, mana mau bercerita momen-momen nya dengan Lee. Lagian dia dan Lee jarang kulihat berduaan, maklumlah pemimpin," cibir Kiba dengan wajah dibuat-buat.
"Siapa yang kau panggil panda pasir, anjing jelek?!"
"Aish, janganlah marah-marah, tuan Kaze. Kalau marah kau cepat tua, terus si Lee cari yang baru nanti," ejek Kiba.
Untung saja kehadiran Gaara disini bukan sebagai perwakilan Suna, tapi pacar Lee. Dan lagi, dia sudah bilang pada mereka untuk bersikap santai saja. Jadi ejekan Kiba bukan masalah untuknya. Hanya saja dia sebal.
"Ayolah, Sas. Aku masih penasaran," Kiba kembali memandang Sasuke, berbicara semu merengek.
"Berisik."
Hampir setengah jam kemudian, ketiganya sibuk sendiri dengan percakapan yang berputar-putar tentang hal yang sama. Bahkan Kiba yang biasanya merasa paling alpha, dengan cepat menyatakan kalau dia mau jadi pihak bawah saja setelah meminta, (catat, memaksa) Sasuke bercerita.
"Shikamaru, awas kau."
Naruto mendorong Shikamaru agar pindah dari posisi duduknya saat melihat Sasuke yang berjalan mendekat, sudah selesai dari acara dipinjam paksa nya oleh si Inuzuka.
"Haih, mendokusei," delik Shikamaru.
Shikamaru mengeluh, tapi tetap pindah saat Sasuke sudah mendekat. Si pemalas jenius duduk di samping pacar merah mudanya. Sasuke sendiri tanpa bicara, langsung duduk ditempat yang ditinggalkan Shikamaru, jelas itu disamping Naruto.
"Bagaimana, menyenangkan? Apa saja yang kalian obrol kan?" tanya Naruto menyambut, tangannya bergerak dengan mudah mengambil potongan daging yang telah matang menggunakan sumpit lalu menyodorkan nya di depan mulut Sasuke.
"Hmm, lumayan," sahutnya singkat.
Sasuke menerima suapan daging dari Naruto dengan mudah hingga Naruto bingung sendiri, tumben tidak tsundere di depan banyak orang??
Beberapa waktu berlalu, daging daging yang dipanggang sudah habis masuk ke masing-masing perut. Kebanyakan dari mereka juga nampaknya sudah mabuk karena terlalu banyak minum. Naruto pun sudah menenggak delapan gelas wine, dan dia masih sangat sadar. Ingatkan kalau dia itu tinggi kadar toleransi nya terhadap alkohol. Berbeda dengan Uchiha terakhir yang ada di sampingnya, lelaki manis itu telah mabuk padahal baru minum satu gelas alkohol, dan kini sedang memegang gelas kedua.
"Aku tidak tau kalau kadar alkohol mu sangat rendah, Sasu," gumam Naruto pada diri sendiri mengambil gelas di tangan Sasuke agar tidak diminum lagi.
#........#
Vote and comment please 💗
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, Stay With Me
FanfictionSelepas perang dunia Shinobi yang keempat selesai, Naruto kehilangan seseorang yang sangat berharga baginya. Hyuuga Neji. Tidak ada yang mengetahui, kalau sebenarnya dia dan Neji memiliki sebuah hubungan yang lebih tinggi dari sekadar teman belaka...
