0.6

988 124 86
                                        




FLASHBACK

Plak!

"Punya istri tidak berguna!! Tidak tau di untung!!! Cih..." Dandi dengan tega nya meludahi istrinya; Ibu Rohana yang terjatuh di lantai setelah mendapatkan tamparan keras dari sang suami.

Sudah ada tujuh rentenir datang untuk menagih utang, dan semua jumlah uang yang di tagih kan berjumlah besar. Itu semua di lakukan untuk biaya pendidikan Jurico Elang Sapruta, yang pergi dari desa ini untuk meraih cita-citanya sebagai seorang Tentara. Namun bukan itu saja, Dandi memakai pinjaman uang itu untuk bermain dengan gadis-gadis desa, dan juga judi.

Ketika sudah begini, posisi tidak ada memegang satupun uang membuat Dandi kalang kabut dan bahkan ketika ketujuh rentenir tadi datang pun, Dandi kabur entah kemana. Lalu ketika pulang, Rohana langsung memarahi Dandi tanpa takut suaminya itu akan memukulnya atau apapun yang jelas Rohana sudah emosi mendapati suaminya itu banyak hutang.

Tengah dalam keadaan emosi, Dandi tiba-tiba teringat sesuatu. Di tatapnya sang istri yang masih menangis di lantai, lalu melirik satu bingkai foto yang menampakkan seorang laki-laki dengan gagahnya memakai seragam pendidikan militer nya. Senyuman kecil pun muncul, Dandi yang semula duduk langsung berdiri untuk menemui sosok yang punya pengaruh besar untuk membantunya dalam memecahkan masalahnya.

Dia adalah...Gardu Arthon, seorang Polisi dengan jabatan yang cukup tinggi. Pria berkacamata hitam itu turun dari mobilnya, melihat ada seorang pria dengan pakaian lusuh berdiri di depan pintu. Tanpa pria itu bicara pun Gardu tau niat orang itu datang untuk apa, maka Gardu pun mengode pria berpakaian lusuh yang tak lain adalah Dandi untuk ikut dengannya masuk kedalam rumah.

"Yakin kamu mau menumbalkan putra mu?" Tanya Gardu dengan senyuman tipis. Kini kedua nya tengah berada di dalam ruangan khusus kerja milik Gardu, tidak ada satupun orang lain lagi, hanya ada ajudan Gardu yang berjaga di depan pintu.

Dandi mengangguk dengan keyakinan bulatnya. "Menurut Bapak.. kira-kira saya dapat berapa? Dan untuk tumbal itu...apa yang di perlukan?" Pertanyaan kejam ini membuat Gardu tertawa kecil.

"Putra mu itu gagah, berikan foto nya kemari." Titah Gardu yang langsung di lakukan oleh Dandi yang mengeluarkan sebuah foto milik putranya lalu di taro di atas meja dan di seret ke arah Gardu.

Gardu tersenyum lebar, benar kan apa yang dia katakan. Jurico Elang Sapruta memanglah gagah, memiliki tinggi badan yang pas dan badan yang ideal untuk ukuran laki-laki, tidak heran putra pertama dari Dandi ini lolos seleksi untuk masuk Akademi Militer.

"Herda!!!" Panggil Gardu dengan keras, dan ajudan yang berjaga di luar pun masuk ke dalam. "Bawa Ayah saya kesini, bilang ada kepentingan." Perintah Gardu yang langsung di angguki cepat oleh ajudannya yang bernama Herda itu.

Tidak butuh waktu yang lama, pintu ruangan Gardu pun terbuka, menampakkan seorang pria tua sekali duduk di kursi roda di dorong oleh Herda. Lalu kemudian Gardu menitah ajudannya itu untuk keluar, dan kini tersisa Gardu, Dandi, dan Padru; Ayah kandung Gardu.

"Dia mau tumbalin anaknya, Yah. Ini fotonya, kira-kira bisa di tukar dengan berapa uang yang dia dapat?" Tanya Gardu menyodorkan foto Jurico kepada Ayah nya.

Padru menerima foto itu, sebelum dia menusuk foto itu dengan paku yang mana itu bukan paku sembarangan, paku yang selalu pria tua itu bawa kemanapun, Padru melirik Dandi.

"Baru aku temukan Ayah seperti kamu," Kata Padru membuat Dandi diam di tempat tanpa menjawab. Kemudian Padru menusuk foto Jurico tepat di wajah putra Dandi itu, lalu di ludahi foto itu dan.."Aku butuh darah dan kepala nya, bawa apa yang aku inginkan itu tepat di jam satu malam." Ucap Padru menatap foto yang ada di tangannya itu perlahan mulai menghitam.

BAMAYOR||TAENNIE✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang