ITF'12

73 8 5
                                        

Ada sedikit perubahan agar tidak membingungkan readers sekalian, author bakal pakai panggilan Mui ketika ia di luar kastil atau sendirian,namun kalau bersama saudara dan di kastil pakai Taufan. Paham gak? Gak paham? Pahamin 🥰

____________________________________________________

Dengan kecepatan Ying mereka sampai di kerajaan dengan cepat. Kehadiran mereka membuat kaget para pelayan dan pengawal.

Melihat kondisi ice yang pusing membuat para pelayan hawatir, entah bagaimana Mui merasa seperti biasa saja seperti sudah sering melakukannya.

"Pangeran kelima apa kau baik-baik saja?" Tanya pelayan hawatir di balas anggukan oleh ice sembari pusing.

"Kalau kau ingin istirahat ke kamar mu saja ice" Mui meringis melihat kondisi ice yang sudah siap mau muntah.

"Uhh aku tidak papa kak"

"Uhh maaf pangeran aku tidak tahu akan sepusing itu"kekeh Ying sembari memberi ice obat herbal untuk mengatasi pusing, langsung saja ice meminum itu dan berkesan pandangannya kembali,kepalanya tidak sakit lagi.

"Baiklah,sai kau bisa bertemu saudara mu dan Ying kau bebas"

"Baik pangeran"

"Ayok ice"

Ice mengangguk dan mengikuti Mui dari samping.

ƪ⁠(⁠‾⁠.⁠‾⁠“⁠)⁠┐

Ruangan singgah sana

Entah karena lagi hoki atau tidak,ice dan Taufan datang tepat pada waktunya,para pangeran element di panggil oleh raja besar untuk ke ruang singgah sana.

Disana para pangeran element terlihat berkumpul,kecuali satu orang.

"Selamat sore kak Taufan,ice" sapa gempa saat melihat siluet mereka berdua.

"Tidak perlu tertalu formal gem" Taufan mendatangi gempa dan halilintar, sementara ice langsung di tarik oleh blaze.

"Aku rasa ada yang kurang" gumam ice sembari melihat sekeliling.

"Apa semuanya sudah datang?" Tanya maha raja amato, berdiri gagah dengan istri nya yang sentiasa di sisinya.

"Sudah ayahanda" dengan serentak mereka ber6 memberikan hormat kerajaan kepada ayah mereka.

"Namun sepertinya solar belum datang ayahanda" ucap thorn membuat sang ayahanda memandang ke sebelahnya.

"Dimana dia?" Tanya amato melihat ke anak-anaknya,ice dan Taufan diam diam saling memandang dan itu di perhatikan oleh sang ibunda.

"Taufan,ice. Apa kalian tahu dimana solar?" Pertanyaan dari sang ratu membuat mereka berdua tersentak namun tetap tenang. Perhatikan pangeran lain juga ke arah mereka.

"Tidak ibunda,seharian ini saya bersama ice berkeliling keluar kerajaan" jawab Taufan di balas anggukan ice, pangeran lain langsung kaget mendengar mereka.

"Kau memang tidak betah di kerajaan ya pangeran alvan" tatapan sang ayah tajam dan penuh dengan aura tidak enak,seringai di wajahnya bisa saja menandakan akan ada hukuman atau tugas lainnya,namun Taufan tidak pernah takut dan kapok. Ia malah memandang nya sebagai tantangan.

Melihat reaksi dari sang anak,amato terlihat senang namun mengesampingkan dulu urusannya dengan pangeran keras kepala satu ini. Ada yang lebih penting dari itu.

"Pengawal,cari pangeran bungsu sekitar istana" arahan dari amato langsung memanggil pengawal nya.

"Baik yang mulia"

Improving The Future(Hiat!)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang