Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..
So, let's reading...
#…………….#
Naruto memilih mengambil sebuah buku karya Jiraiya yang ada di dalam laci, dan itu adalah buku pertama yang ditulis Petapa Katak tersebut. Novel yang menjadi acuan sang ayah untuk menamainya. Iya, novel Jiraiya yang tokoh utamanya adalah seorang pahlawan bernama Naruto.
Hampir dua jam berlalu, buku di tangan bahkan sudah hampir setengah nya dia baca, ternyata tidak terasa. Naruto mendongakkan wajah dari buku, lantas menatap tempat kosong di sampingnya. Hanya ada bantal dan guling disana, tanpa seseorang yang seharusnya menempati.
Sasuke belum kembali lagi.
"Sebenarnya dia kenapa, sih? Aku bingung," gumamnya. Salahkan saja kadar kepekaan nya yang terlampau rendah di saat yang genting seperti ini.
Si pria berkemeja hitam dengan kerah dan kancing oranye bangkit dari tempat tidur, pergi keluar kamar, berniat mencari Sasuke. Sudah selama ini si suami kecil keluar dari kamar, tak mungkin Naruto diam saja, kan.
Dan baru saja melewati pintu, dia menemukan kekasihnya itu ada sekitar lima langkah dari pintu kamar, dengan posisi separuh bersandar di dinding. Ia bawa langkahnya pada Sasuke, menghampiri.
Sepertinya itu adalah pilihan yang tepat. Karena saat dia tepat berdiri di samping Sasuke, baru hendak menepuk pundak lelaki yang sudah memejamkan mata erat itu, Sasuke limbung ke belakang.
Segera saja Naruto meraih si raven ke pelukan, "Sasuke?" panggil nya pelan.
"Naru, pusing," gumam Sasuke lirih.
Tanpa banyak bicara, Naruto menggendong si suami kecil kembali ke dalam kamar. Dia membaringkan Sasuke di atas tempat tidur, dan tidak bisa beranjak karena Sasuke menahannya.
Sambil kembali memeluk Sasuke dalam posisi berbaring, Naruto juga memijat kening lelaki berkulit seperti porselen itu perlahan, chakra nya juga mengalir pasti pada Sasuke.
"Jadi, bayi yang berkembang di perut laki-laki itu kasus nya, agak berbeda, Naruto. Semakin kuat si bayi, dalam artian dia tidak akan mudah gugur dari kandungan, semakin lemah juga pemiliknya. Nah, jadi tugasmu adalah menjaganya, dengan kewaspadaan yang harus meningkat berkali-kali lipat. Dan chakra mu sebagai pasokan, tentu saja sangat dibutuhkan. Jadi, ini memang bukan hal yang mudah. Ingat saja ada calon anak yang akan memanggil mu Tou-chan nanti," Sakura terkekeh pada Naruto yang merupakan kloning.
"Sasu," panggil Naruto lembut, ia pun mengusap pipi Sasuke secara perlahan.
"Naru, kepalaku mau pecah, tubuhku juga nyeri," ringisan Sasuke terdengar, sementara jemari tangan lelaki Uchiha itu mencengkeram lengan Naruto, menyalurkan rasa menyebalkan yang dia alami.
"Shuuuut, tenanglah," Naruto berbisik sambil tetap memeluk si Uchiha terakhir.
Naruto mencoba bicara pada Kurama si Kyuubi no Kitsune.
Pasalnya, dia sudah diberitahu oleh Sakura kalau calon bayi mereka akan memakan chakra ibunya, dan hal tersebut tidak akan membuat Sasuke sakit. Paling hanya pusing kecil. Tapi kenapa Sasuke justru nampak kesakitan. Dan jelas saja dia tak mau ada hal yang membahayakan.
Sebelum Naruto pergi ke mindscape, suara Kurama lebih dulu terdengar di telinganya, "tidak perlu kemari, akan kulihat sendiri. Aku setuju dengan pemikiranmu, memang ada yang aneh pada bocah Uchiha itu."
"Cepatlah kalau begitu!"
Tak lama kemudian, chakra kemerahan yang muncul terpusat di perut si rambut pirang membentuk rubah berekor sembilan dalam bentuk mungil. Kesembilan ekor nya bergoyang pelan seiring si rubah yang bergerak hendak memeriksa lelaki milik inangnya.
"Geser sedikit," seru Kurama.
Naruto menurut tanpa protes, sedikit memberi jarak agar rubah itu tidak tercepit diantara dia dan Sasuke. Kurama menyingkap pakaian yang menghalangi perut Sasuke, lalu menusuk-nusuknya dengan kuku.
"Hmm, tidak ada yang aneh di sini," jari runcing nan mungil itu sedikit naik ke atas, lalu keningnya mengernyit, "hoy Gaki! Ini seperti nya karena racunnya belum kau keluarkan semua. Padahal tubuhnya sekarang ini sudah lemah karena ada calon anakmu, dan racun itu semakin melemahkan."
"Heh? Kenapa bisa belum semua??" Naruto bertanya heran. Seingatnya, dia rajin membantu Sasuke mengeluarkan racun-racun itu. Dan yang Sasuke alami saat ini disebabkan racun yang sama?!
"Cih," decih Kurama, "kau lupa waktu itu hampir sebulan tidak membersihkan racun nya?! Waktu kau diserang dan sok-sokan mau melawan sendiri?! Lupa?! Saat itu kan racun sedang gencar, tapi pengeluaran malah terhenti. Dan menurut perkiraanku, bagian racun yang tidak hilang itu mengendap, sehingga akan sedikit susah untuk keluar. Dan lagi, bukannya dia masih sering merasa nyeri di dadanya? Itu seperti nya cukup menjelaskan."
Naruto mengangguk membenarkan ucapan si kucing Oren. Memang sampai sekarang, Sasuke belum sembuh sesak dan nyeri dada nya.
"Dan kondisi chakra nya yang belum pulih seperti semula juga jadi masalah. Sebab kecebong itu butuh chakra, sementara chakra si Uchiha kurang untuk suplai."
"Kuu, kau tau apa yang harus dilakukan tentang itu? Tentang racunnya?"
"Yah, karena itu bagian yang sudah mengendap, kau harus lebih dulu menghancurkannya sebelum mengeluarkannya."
"Menghancurkan nya? Kau bilang itu sudah mengendap? Berarti menyatu dengan daging nya, kan? Jadi, bagaimana caranya?"
"Begini yang ku tau --"
#......#
Vote and comment please 💗
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, Stay With Me
FanfictionSelepas perang dunia Shinobi yang keempat selesai, Naruto kehilangan seseorang yang sangat berharga baginya. Hyuuga Neji. Tidak ada yang mengetahui, kalau sebenarnya dia dan Neji memiliki sebuah hubungan yang lebih tinggi dari sekadar teman belaka...
