MWCM-19

3.8K 279 3
                                        

Sunghoon terdiam, dia tidak bisa menjawab. Bibirnya terasa kelu sehingga tidak dapat mengeluarkan suara apapun, ucapan Sunoo begitu menusuk membuatnya merasa begitu sakit tapi Sunghoon sadar bahwa dialah yang menciptakan luka seperti ini.

"Setidaknya kau harus memberitahuku, aku adalah ayah dari anak yang sedang kau kandung!" Ucap Sunghoon, selama ini Sunghoon mengetahui bahwa Sunoo masih mengandung bayinya. Sunghoon bisa saja mendatangi Sunoo saat itu, hanya saja Sunghoon ingin Sunoo sendirilah yang mengatakan bahwa dirinya mengandung bayi miliknya, tapi nyatanya Sunoo tidak pernah melakukan hal tersebut.

"Ayah dari anakku? Kau saja tidak pernah mengganggap diriku sebagai istrimu jadi bagaimana bisa kau mengakui anak yang aku kandung sebagai anak mu?" Tanya Sunoo sinis, hatinya teriris saat mengucapkan kata-kata itu.

Lagi-lagi Sunghoon dibuat terdiam, perkataan Sunoo telak mengenai hatinya, terasa begitu sakit. Tapi Sunghoon tahu bahwa Sunoo pun merasakan sakit yang teramat saat mengucapkan hal itu, seperti yang dia rasakan ketika mengatakan bahwa Sunoo bukanlah istrinya.

"Kau ingin bayimu tidak memiliki ayah? Jangan menjadi egois, Sunoo!" Tanya Sunghoon lagi.

"Bukankah sedari awal dia memang sudah kehilangan sosok ayah? Lagipula selama aku masih hidup aku bisa menjadi ayah dan ibunya, aku tidak membutuhkan figur dirimu sama sekali dan juga bukankah kau mengatakan aku sebagai pekerja di rumahmu? Jadi mungkin saja anak ini adalah anak supirmu!" Jawab Sunoo dengan perkataan yang lebih pedas lagi.

Kali ini sungguh Sunghoon tidak bisa menahan emosinya saat Sunoo merendahkan dirinya sendiri. Sunghoon mengepalkan tangannya merasa marah.

Sunoo menatap hal itu, dirinya tertawa sinis, "Kenapa? Kau marah? Kalau begitu pukul saja, bukannya aku hanya pekerja!"

Sunghoon menatap Sunoo tajam, dirinya mendekati Sunoo dengan tangan yang terbuka seakan-akan ingin menampar Sunoo.

Sunoo memejamkan matanya bersiap menerima pukulan dari Sunghoon namun, bukannya pukulan yang dia dapatkan. Sunoo malah merasakan pelukan hangat di tubuhnya, Sunghoon memeluk dirinya membuat Sunoo terpaku ditempatnya, bibirnya terasa kelu tanpa sadar air mata kini mengalir dari maniknya.

Sunghoon memeluk Sunoo dengan erat, walaupun memberikan jarak pada perut Sunoo agar bayinya tidak tergencet, Sunghoon menangis di pundak Sunoo. Seakan-akan mengeluarkan seluruh beban yang dia tanggung selama ini.

"Ku mohon jangan katakan hal seperti itu!" Seru Sunghoon dengan terisak.

"Kenapa?" Tanya Sunoo dengan suara yang bergetar.

"Itu terlalu menyakitkan, aku tidak bisa mendengar hal seperti itu!" Seru Sunghoon dengan sedikit terisak, nadanya bergetar seakan-akan takut kehilangan sesuatu.

"Bukankah kau juga melakukan hal yang sama kepadaku? Tapi aku tidak pernah protes bukan? Itu semua karena aku sadar diri bahwa saat itu aku hanyalah jaminan utang keluargaku,"

Tidak menjawab pertanyaan Sunghoon, Sunoo malah melempar pertanyaan kepada Sunghoon yang membuat Sunghoon kalah telak dari Sunoo.

Sunghoon melepaskan pelukannya dari Sunoo, dirinya mengusap airmata yang masih tersisa, kemudian pergi meninggalkan Sunoo. Sunghoon akan menebus obat dan vitamin untuk Sunoo dan bayinya itu.

"Aku pergi dulu,"

Melihat Sunghoon yang meninggalkan dirinya, Sunoo menghela napas berat, dirinya lagi-lagi menangis, Sunoo menggigit bibirnya menahan isakan yang berusaha keluar dari mulutnya itu.

"Maafkan buna, sayang! Maaf, karena nantinya kau akan kehilangan figur seorang ayah. Maaf, karena buna egois dan mengatakan bahwa kau bukanlah anaknya, maaf! Maukah kau memaafkan buna mu ini, sayang?" Tangis Sunoo pecah, dirinya sudah memikirkan semuanya.

Married with Cold Man : SungSun/SunSunTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang